Menu

Mode Gelap
Galian C Diduga Ilegal di Cempedak Lobang Beroperasi Bebas, Bentang Alam Rata. SEMANGAT PERJUANGAN PAHLAWAN, PRAJURIT YONIF TP 904/GARA MATA KIBARKAN MERAH PUTIH DI DELENG 7 DAYANG KEJAKSAAN TINGGI SUMATERA UTARA SAPA PELAJAR SMA NEGERI 2 PERCUT SEI TUAN, Serukan Gerakan Anti Narkoba & Bijak Menggunakan Media Sosial Kabar Gembira “Siwi Karo Inka Kristi Br.Ginting. Diduga Korban Keracunan MBG.Telah Pulih Dirawat RS.Binakasih. Warga Menjerit, Bandar Judi Togel Tertawa Lebar, Kapolres Humbahas AKBP Adi Nugroho Diam Saja! Praperadilan Febrie Adriansyah Diwarnai Aksi Unjuk Rasa, Massa Desak Hakim Independen dan Penegakan Hukum Tanpa Intervensi

Hukum

Penegakkan Hukum Terhadap Kegiatan Galian Tanah Urug atau Galian C di Sergai Seperti Dagelan.

badge-check


					Penegakkan Hukum Terhadap Kegiatan Galian Tanah Urug atau Galian C di Sergai Seperti Dagelan. Perbesar

Sergai – Media Indonesia – Sangat miris penegakkan hukum terhadap kegiatan galian tanah urug atau galian C di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) terlihat seperti dagelan ataupun lelucon tanpa adanya keseriusan oleh penegak hukum seperti dari pihak Polres maupun dari pihak Satpol PP, seperti yang terlihat kegiatan galian tanah urug atau galian C, yang berada di Dusun IV Desa Cempedak Lobang Kecamatan Sei Rampah, yang diduga milik seseorang berinisial U.
Karena pada beberapa hari sebelumnya melalui pemberitaan dari beberapa Media online, yang mana di Media tersebut diberitakan bahwa pemerintah dalam hal ini melalui dari pihak Polres dan Satpol PP Sergai melakukan penertiban dan penutupan pada kegiatan tersebut.
Yang mana pada penertiban itu Satpol PP juga menerbitkan surat penghentian kegiatan tersebut yang tertuang dalam Nomor : 18.15/300.1/188/2026 tertanggal 19 Januari 2026 yang ditujukan kepada Umar selaku pemilik kegiatan pertambangan.
Namun hasil investigasi awak Media Indonesia dilapangan pada hari Jum’at (23/01/2026) sekitar pukul 10 : 37 Wib, kegiatan galian tanah urug tersebut masih berjalan, dengan terlihat dilokasi ada alat berat jenis Excavator lagi mengisi tanah ke truck DT pengangkut tanah dan truck DT yang hilir mudik memuat tanah.
Menurut pengakuan Heri yang sebagai pencatat dari hasil kegiatan tersebut mengatakan, bahwasanya ini milik Danyon, namun ketika ditanya Danyon mana dan siapa namanya dia menjawab saya nggak tau bang.
Dengan adanya temuan tersebut awak Media coba konfirmasi ke M. Wahyudhi selaku Kasatpol PP Sergai pada hari Jum’at 23 Januari, sekitar pukul 11 : 20 Wib, melalui via Whatsapp nya, yang menanyakan adanya kegiatan galian C yang sebelumnya sudah diterbitkan dan ditutup namun kenyataannya masih beraktivitas hingga saat ini, namun sayang hingga berita ini ditayangkan belum juga ada jawabannya padahal sudah centang dua.
Melihat kenyataan itu tentu sangat disayangkan, karena penegakkan hukum terhadap kegiatan galian C terlihat seperti dagelan dan terkesan tidak serius, tentu ini menjadi tanda tanya besar, ada apa dengan Satpol PP Sergai, sehingga bisa menjadi asumsi liar bagi publik dengan menduga, bahwasanya Satpol PP Sergai diduga sudah menerima setoran atau upeti.
Sementara kegiatan penambangan tanah urug atau galian C tanpa izin resmi dapat melanggar Pasal 158 UU Nomor 3 Tahun 2020, dengan ancaman pidana penjara hingga 5 tahun dan denda maksimal Rp 100 miliar. (Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Galian C Diduga Ilegal di Cempedak Lobang Beroperasi Bebas, Bentang Alam Rata.

19 Agustus 2026 - 07:46 WIB

Sudah Damai, Korban Jadi Tersangka dan DPO? Aliansi Masyarakat Siap Kepung Polrestabes Medan Tiga Hari, Desak Penghentian Dugaan Kriminalisasi.

14 Juli 2026 - 00:45 WIB

Publik Desak APH Tindak Tegas Ilegal Mining Berkedok Cetak Sawah di Paya Lombang.

8 Juli 2026 - 13:26 WIB

Rusak Lingkungan dan Rugikan Negara, Publik Desak APH Tindak Tegas Galian C Diduga Ilegal di Kuta Baru.

8 Juli 2026 - 12:29 WIB

FSG Dituntut 1 Tahun Penjara Dalam Perkara Jaminan Fidusia, Terdakwa Klaim Tak Pernah Menggelapkan Kendaraan.

2 Juli 2026 - 00:53 WIB

Trending di Hukum