Menu

Mode Gelap
Diduga Dialihkan ke Pemborong, Dinas Pertanian Sergai dan APH Diminta Turun Tangan Untuk Tindak Oknum yang Terlibat Dalam Proyek Swakelola Oplah Sawah 2026. Jalin Silaturahmi, Redaksi Media NewsRI Kunjungi Warung Pecal Ibu Riani di Sei Bamban. Sikap Tegas PP IPA Atas Kasus Guru Sodomi Murid di Tanjungbalai: Dorong RUU Penindakan LGBTQ Ketua DPC LSM.KPK.RI. Karo. Beserta Sekretaris. dan Anggota Hadiri Acara Resepsi Pernikahan Putri Kapolsek Tigabinanga AKP. Codet Tarigan S.H Kuasa Hukum TA’A Loi S.H,. Desak Polres Nisel Gelar Perkara Kasus Penggelapan Asuransi Miliaran Kepala BGN Minta Seluruh SPPG Berkerja Dengan Hati, Bung Joe Sijabat:Jangan Hanya Jadi Slogan, Buktikan Dengan Tanggung Jawab di Lapangan.

News

Pemukiman Warga Desa Bogak Besar Diserbu Ribuan Lalat, Guna Cari Solusi, Warga Desak Adakan Mediasi Antara Pengusaha Ternak Ayam dan Pemerintah.

badge-check


					Pemukiman Warga Desa Bogak Besar Diserbu Ribuan Lalat, Guna Cari Solusi, Warga Desak Adakan Mediasi Antara Pengusaha Ternak Ayam dan Pemerintah. Perbesar

SERGAI – Media Indonesia – Kenyamanan warga Dusun 6, Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) kini terganggu akibat serbuan ribuan lalat yang masuk ke pemukiman penduduk dalam beberapa waktu terakhir. Fenomena ini diduga kuat merupakan dampak dari operasional usaha ternak ayam yang berlokasi di tengah-tengah lingkungan dan pemukiman warga, Kamis (11/06/2026).

Salah seorang perwakilan warga Dusun 6 berinisial ZH mengungkapkan bahwa lonjakan populasi lalat ini terjadi bersamaan dengan masa panen raya di dua lokasi peternakan setempat. Menurutnya, kondisi ini bertolak belakang dengan janji awal pihak pengelola usaha.

“Awalnya pihak pengusaha melalui Kepala Dusun menyatakan berkomitmen untuk selalu mengatasi masalah bau dan lalat. Namun situasi saat ini menunjukkan penanganan tersebut belum berjalan optimal,” ujar ZH saat memberikan keterangan kepada media, pada hari Kamis 11 Juni 2026.

Warga khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penanganan serius, penumpukan kekecewaan masyarakat dapat memicu konflik sosial di kemudian hari sehingga bisa menjadi bom waktu.

Demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan menemukan jalan keluar terbaik, warga meminta seluruh pihak terkait untuk segera mengambil tindakan nyata.

“Kami mewakili masyarakat meminta para pelaku usaha peternakan, Pemerintah Desa Bogak Besar, pihak Kecamatan, hingga Pemerintah Kabupaten untuk duduk bersama dengan warga. Kita perlu mencari solusi terbaik demi kebaikan dan kepentingan kesehatan bersama,” tegas ZH.

Hingga berita ini dinaikkan, warga masih menunggu itikad baik dari pihak pengelola peternakan dan pemerintah daerah untuk memfasilitasi ruang dialog terbuka.  (Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Miskin di Desa Lidah Tanah Punya KKS Tersisih Tidak Dapat Bansos Jadi Sorotan.

17 Juni 2026 - 13:48 WIB

SMK Tarbiyah Islamiyah di Deli Serdang Kebakaran

11 Juni 2026 - 06:07 WIB

Akibat Mati Lampu, Pasangan Suami Istri Tewas setelah Nekat Tidur di Dalam Mobil

5 Juni 2026 - 11:35 WIB

Daerah Medan Utara Marak Kasus Kejahatan Dipicu Bebasnya Praktik Perjudian dan Peredaran Narkoba

29 Mei 2026 - 02:21 WIB

Mafia Pangan di Balik Minyakita Medan: “Kios Siluman” Berpesta, Rakyat Menjerit, Aparat Masih Menanti?

26 Mei 2026 - 08:55 WIB

Trending di Headline