Menu

Mode Gelap
SMA UNGGUL BINA KASIH NUSANTARA MEDAN: Mencetak Generasi Excellent, Integrity, Noble Melalui Sistem Boarding School Siswa Korban Keracunan MBG Berastagi Di RSCM: Tak Hilang Ingatan, Hanya Serangan Panik, Akhir Pekan Boleh Pulang Oleh Kandidat Ketum PBNU Non-Vocer, M. Safrizal Almalik: “Jangan Sampai PBNU Terseret Pusaran Masalah Korupsi” Akses Jalan Terkepung, Usaha Ternak Ayam di Pringgan Kebun Rambutan PTPN IV Diduga Gunakan Jalan Kebun Rambutan Tanpa Izin Resmi. Wartawan Medan “Mengetuk Pintu Langit” Mendo’akan Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi Gunung Anak Krakatau Direktur PT Viola Cipta Mahakarya Fredy Ligim Putra Zebua, ST Memberi Kuasa Kepada Assoc. Prof. Dr. Ali Yusran Gea, SH. MKn. MH Menjadi Penasehat Hukum Yang Baru

News

Pemukiman Warga Desa Bogak Besar Diserbu Ribuan Lalat, Guna Cari Solusi, Warga Desak Adakan Mediasi Antara Pengusaha Ternak Ayam dan Pemerintah.

badge-check


					Pemukiman Warga Desa Bogak Besar Diserbu Ribuan Lalat, Guna Cari Solusi, Warga Desak Adakan Mediasi Antara Pengusaha Ternak Ayam dan Pemerintah. Perbesar

SERGAI – Media Indonesia – Kenyamanan warga Dusun 6, Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) kini terganggu akibat serbuan ribuan lalat yang masuk ke pemukiman penduduk dalam beberapa waktu terakhir. Fenomena ini diduga kuat merupakan dampak dari operasional usaha ternak ayam yang berlokasi di tengah-tengah lingkungan dan pemukiman warga, Kamis (11/06/2026).

Salah seorang perwakilan warga Dusun 6 berinisial ZH mengungkapkan bahwa lonjakan populasi lalat ini terjadi bersamaan dengan masa panen raya di dua lokasi peternakan setempat. Menurutnya, kondisi ini bertolak belakang dengan janji awal pihak pengelola usaha.

“Awalnya pihak pengusaha melalui Kepala Dusun menyatakan berkomitmen untuk selalu mengatasi masalah bau dan lalat. Namun situasi saat ini menunjukkan penanganan tersebut belum berjalan optimal,” ujar ZH saat memberikan keterangan kepada media, pada hari Kamis 11 Juni 2026.

Warga khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penanganan serius, penumpukan kekecewaan masyarakat dapat memicu konflik sosial di kemudian hari sehingga bisa menjadi bom waktu.

Demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan menemukan jalan keluar terbaik, warga meminta seluruh pihak terkait untuk segera mengambil tindakan nyata.

“Kami mewakili masyarakat meminta para pelaku usaha peternakan, Pemerintah Desa Bogak Besar, pihak Kecamatan, hingga Pemerintah Kabupaten untuk duduk bersama dengan warga. Kita perlu mencari solusi terbaik demi kebaikan dan kepentingan kesehatan bersama,” tegas ZH.

Hingga berita ini dinaikkan, warga masih menunggu itikad baik dari pihak pengelola peternakan dan pemerintah daerah untuk memfasilitasi ruang dialog terbuka.  (Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sulit Dikonfirmasi Terkait Masalah Warga, Kinerja Kadishub Sergai Dipertanyakan.

8 September 2026 - 12:42 WIB

Diisukan Jarang di Kantor Lewat Jam 10 Pagi, Sekdis Sosial Sergai Buka Suara: Ambil Alih Tugas Kadis yang Diklat. 

3 September 2026 - 12:50 WIB

Dugaan Skandal Solar SPBUN Tanjung Beringin Viral, Camat dan Pejabat APH Sergai Kompak Bungkam.

3 September 2026 - 01:51 WIB

GP Al Washliyah Kembali “Mengetuk Pintu Langit”, Doakan Pemimpin dan Keselamatan Indonesia

31 Agustus 2026 - 07:32 WIB

5 Kios di Desa Helvetia di Lalap Sijago Merah

6 Agustus 2026 - 03:05 WIB

Trending di Headline