Menu

Mode Gelap
Terbukti Aniaya Anak Dibawah Umur, Terdakwa Divonis Lepas PN Rantauprapat: Keluarga Korban Ajukan Banding Pemukiman Warga Desa Bogak Besar Diserbu Ribuan Lalat, Guna Cari Solusi, Warga Desak Adakan Mediasi Antara Pengusaha Ternak Ayam dan Pemerintah. Legalitas Pasokan Bahan Baku Pada Operasional PKS Mini di Pematang Kuala Jadi Pertanyaan dan Sorotan Publik. SMK Tarbiyah Islamiyah di Deli Serdang Kebakaran Pasca Perbaikan Jembatan Operasional PTPN IV Regional 1 Kebun Tanah Raja Diduga Mangkrak Tidak Bisa Dilalui, Publik Desak Audit dan Evaluasi Total Aset Negara Tersebut. PBG Dipertanyakan, SKY Cross RSIA Rosiva Murni Teguh Diduga Kuat Langgar Perda, Walikota Medan Rico Waas Diminta Turun Tangan.

News

Pemukiman Warga Desa Bogak Besar Diserbu Ribuan Lalat, Guna Cari Solusi, Warga Desak Adakan Mediasi Antara Pengusaha Ternak Ayam dan Pemerintah.

badge-check


					Pemukiman Warga Desa Bogak Besar Diserbu Ribuan Lalat, Guna Cari Solusi, Warga Desak Adakan Mediasi Antara Pengusaha Ternak Ayam dan Pemerintah. Perbesar

SERGAI – Media Indonesia – Kenyamanan warga Dusun 6, Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) kini terganggu akibat serbuan ribuan lalat yang masuk ke pemukiman penduduk dalam beberapa waktu terakhir. Fenomena ini diduga kuat merupakan dampak dari operasional usaha ternak ayam yang berlokasi di tengah-tengah lingkungan dan pemukiman warga, Kamis (11/06/2026).

Salah seorang perwakilan warga Dusun 6 berinisial ZH mengungkapkan bahwa lonjakan populasi lalat ini terjadi bersamaan dengan masa panen raya di dua lokasi peternakan setempat. Menurutnya, kondisi ini bertolak belakang dengan janji awal pihak pengelola usaha.

“Awalnya pihak pengusaha melalui Kepala Dusun menyatakan berkomitmen untuk selalu mengatasi masalah bau dan lalat. Namun situasi saat ini menunjukkan penanganan tersebut belum berjalan optimal,” ujar ZH saat memberikan keterangan kepada media, pada hari Kamis 11 Juni 2026.

Warga khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penanganan serius, penumpukan kekecewaan masyarakat dapat memicu konflik sosial di kemudian hari sehingga bisa menjadi bom waktu.

Demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan menemukan jalan keluar terbaik, warga meminta seluruh pihak terkait untuk segera mengambil tindakan nyata.

“Kami mewakili masyarakat meminta para pelaku usaha peternakan, Pemerintah Desa Bogak Besar, pihak Kecamatan, hingga Pemerintah Kabupaten untuk duduk bersama dengan warga. Kita perlu mencari solusi terbaik demi kebaikan dan kepentingan kesehatan bersama,” tegas ZH.

Hingga berita ini dinaikkan, warga masih menunggu itikad baik dari pihak pengelola peternakan dan pemerintah daerah untuk memfasilitasi ruang dialog terbuka.  (Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SMK Tarbiyah Islamiyah di Deli Serdang Kebakaran

11 Juni 2026 - 06:07 WIB

Akibat Mati Lampu, Pasangan Suami Istri Tewas setelah Nekat Tidur di Dalam Mobil

5 Juni 2026 - 11:35 WIB

Daerah Medan Utara Marak Kasus Kejahatan Dipicu Bebasnya Praktik Perjudian dan Peredaran Narkoba

29 Mei 2026 - 02:21 WIB

Mafia Pangan di Balik Minyakita Medan: “Kios Siluman” Berpesta, Rakyat Menjerit, Aparat Masih Menanti?

26 Mei 2026 - 08:55 WIB

Wartawan Diacuhkan Saat Berkunjung ke SDN 105405 Sentang, Guna Investigasi Kebenaran Isu Kepsek Rangkap Jabat Pj Kades Pematang Pelintahan.

25 Mei 2026 - 06:54 WIB

Trending di News