Menu

Mode Gelap
DPD KNPI Sumut Minta Kadis Pendidikan Sumut Lepas dari Bayang-bayang Relawan Pilgub Kejati Sumatera Utara Hadirkan Restoratif Justice, Perkara Paman Ancam Keponakan Berakhir Damai Terkait Kepsek Rangkap Jabatan Pj Kades Pematang Pelintahan, Kadis Pendidikan Sergai, “Boleh Selama Bukan Jabatan Defenitif.” Dugaan Rangkap Jabatan Kepsek dan Pj Kades Pematang Pelintahan Menuai Sorotan, Camat Sei Rampah dan Oknum PNS Bungkam. Pj Kades dan Camat Sei Rampah Bungkam Terkait Bendera Robek Tetap Berkibar di Kantor Desa Pematang Pelintahan. Pemdes Pematang Pelintahan Tuai Sorotan Tajam, Usai Diduga Sengaja Kibarkan Bendera Robek dan Kades Rangkap Jabatan.

Hukum

Kadis Lingkungan Hidup Sergai Bungkam Ketika Dikonfirmasi Mengenai Masalah Air Sungai Desa Liberia yang Diduga Tercemar Limbah Kilang Ubi.

badge-check


					Kadis Lingkungan Hidup Sergai Bungkam Ketika Dikonfirmasi Mengenai Masalah Air Sungai Desa Liberia yang Diduga Tercemar Limbah Kilang Ubi. Perbesar

Sergai – Media Indonesia – Reja selaku Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) bungkam ketika dikonfirmasi awak Media, mengenai adanya temuan kejadian ikan yang banyak mati di sungai Desa Liberia Kecamatan Teluk Mengkudu yang diduga sungainya sudah tercemar oleh limbah cair dari pabrik/kilang ubi yang berada di Desa Simpang Empat Kecamatan Sei Rampah, pada beberapa hari yang lalu.
Hal tersebut sesuai investigasi awak Media Indonesia dilapangan pada hari Rabu, 21 Januari, yang mana ditemukan aluran aliran sungai Desa Liberia sampai ke hulu melalui parit yang ada di mil 5 Afdeling 1 dan mil 10 Afdeling IV Kebun Tanah Raja hingga ke parit di Dusun 5 Kampung Pulo Desa Simpang Empat yang aluran aliran paritnya terhubung langsung dengan tempat pembuangan limbah kedua pabrik ubi tersebut, dan ditemukan juga ikan banyak yang mati terutama di daerah parit perkebunan.
Dengan adanya temuan tersebut awak media mencoba konfirmasi ke Reja, Kadis Lingkungan Hidup Sergai, melalui via WhatsApp nya pada hari Kamis (22/01/2026) sekitar pukul 07 : 25 Wib, menanyakan mengenai dugaan sungai Desa Liberia tercemar limbah cair dari kedua pabrik ubi tersebut, namun hingga berita ini dinaikkan belum juga ada jawabannya, padahal sudah centang dua.
Perusahaan yang melakukan pembuangan limbah yang dapat mencemari sungai atau biota air secara ilegal melanggar peraturan perundang-undangan Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH), yang sebagian pasalnya telah di ubah dalam UU No. 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perpu No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi undang-undang.
Seperti dalam Pasal 104 UU No. 32 Tahun 2009 (Dumping/Pembuangan Limbah Ilegal) : Setiap orang (termasuk korporasi/perusahaan) yang melakukan dumping (pembuangan) limbah dan/atau bahan ke Media lingkungan hidup (termasuk sungai) tanpa izin, dapat dipidana penjara maksimal 3 tahun dan denda maksimal Rp 3 miliar.
Selain sanksi pidana, berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan  dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, perusahaan juga dapat dikenakan sanksi administratif berupa teguran tertulis, paksaan pemerintah (penutupan saluran limbah/ penghentian produksi), pembekuan perizinan usaha, hingga pencabutan perizinan berusaha. (Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pj Kades dan Camat Sei Rampah Bungkam Terkait Bendera Robek Tetap Berkibar di Kantor Desa Pematang Pelintahan.

19 Mei 2026 - 20:52 WIB

Kades Berikan Izin Secara Lisan Kegiatan Galian Tanah Urug Diduga Ilegal Berkedok Cetak Sawah di Bogak Besar.

18 Mei 2026 - 11:53 WIB

Respon Cepat Laporan Masyarakat, Sat Reskrim Polres Sergai Sisir Lokasi Diduga Tempat Perjudian di Sei Bamban.

12 Mei 2026 - 17:12 WIB

TRANSPARANSI DIPERTANYAKAN: Dana Rp 2 Miliar Revitalisasi SMPN 1 Satu Atap Sukabangun, RAB Disembunyikan, Dugaan Pelanggaran Terbuka

12 Mei 2026 - 09:28 WIB

Diduga Ilegal, Dua Titik Galian C di Desa Paya Lombang Tantang Hukum: Pengelola: ” Naikkanlah Beritanya, Aku Tidak Takut.”

6 Mei 2026 - 09:33 WIB

Trending di Hukum