Menu

Mode Gelap
Launching Kebun Plasma Tiga Desa, PT Laot Bangko Gandeng Pemko Subulussalam TPA Sampah di Kebun Adolina Jadi Sorotan Tajam Publik, Namun Sikap Boy R. Sihombing Kabid PKP LH Sergai Tertutup dan Tidak Konsisten, “Timbulkan Tanda Tanya.” PT PHPO KIM Bantu Pemasangan Paving Block di Lorong Gereja Desa Saentis Peduli Akan Sampah, Made Hiroki Dukung Pembangunan PSEL di TPA Suwung. Dua Kali Mangkir Pemeriksaan Mantan Dirut PT Graha Konstruksi Sejati Ditangkap di Jakarta Hampir 3 Bulan Kasus Pencemaran Sungai Liberia Tanpa Ada Kejelasan, Kinerja dan Integritas Reza Firmansyah Kadis Perkim & LH Sergai Dipertanyakan.

Berita

Wamenkes Soroti Aturan Ketat Singapura, Beri Label Makanan Sehat vs Tak Sehat

badge-check


					Wamenkes Soroti Aturan Ketat Singapura, Beri Label Makanan Sehat vs Tak Sehat Perbesar

NEWS – Pada tanggal 26 Januari 2024, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyoroti aturan ketat Singapura dalam pemberian label makanan. Singapura memiliki aturan yang lebih ketat daripada Indonesia dalam hal pemberian label makanan. Di Singapura, makanan dikategorikan menjadi tiga kelompok, yaitu:

  • Makanan sehat (A): Makanan yang memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan rendah kandungan gula, garam, dan lemak jenuh.
  • Makanan cukup sehat (B): Makanan yang memiliki kandungan nutrisi yang cukup dan tidak terlalu tinggi kandungan gula, garam, dan lemak jenuh.
  • Makanan tidak sehat (C): Makanan yang memiliki kandungan nutrisi yang rendah dan tinggi kandungan gula, garam, dan lemak jenuh.

Di Indonesia, belum ada aturan yang mengatur pemberian label makanan secara ketat. Saat ini, hanya minuman kemasan yang wajib diberi label gizi. Namun, label gizi tersebut hanya berupa informasi kandungan nutrisi, tanpa adanya kategorisasi makanan berdasarkan tingkat kesehatannya.

Wamenkes Dante mengatakan bahwa aturan pemberian label makanan di Singapura dapat menjadi contoh bagi Indonesia. Menurutnya, aturan tersebut dapat membantu masyarakat untuk memilih makanan yang sehat dan menghindari makanan yang tidak sehat.

Singapura sudah lebih baik dari kita. Mereka sudah punya kategori makanan sehat dan tidak sehat. Kita bisa belajar dari mereka,” kata Wamenkes Dante dalam sambutannya di acara seminar “Kebijakan Label Pangan untuk Meningkatkan Konsumsi Pangan Sehat” di Jakarta.

Wamenkes Dante mengatakan bahwa pihaknya akan mendorong pemerintah untuk segera mengeluarkan aturan pemberian label makanan yang lebih ketat. Menurutnya, aturan tersebut penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi makanan sehat.

“Kita akan mendorong pemerintah untuk segera mengeluarkan aturan pemberian label makanan yang lebih ketat. Ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi makanan sehat,” kata Wamenkes Dante.

Keuntungan Label Makanan Kategoris

Label makanan kategoris memiliki sejumlah keuntungan, antara lain:

  • Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi makanan sehat. Dengan adanya label kategoris, masyarakat dapat dengan mudah mengetahui apakah makanan yang mereka konsumsi termasuk makanan sehat atau tidak. Hal ini dapat membantu mereka untuk membuat pilihan makanan yang lebih sehat.
  • Membantu masyarakat untuk mengelola risiko kesehatan. Konsumsi makanan yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Label kategoris dapat membantu masyarakat untuk mengurangi risiko penyakit tersebut dengan memilih makanan yang lebih sehat.
  • Membantu industri makanan untuk berinovasi. Industri makanan akan terdorong untuk berinovasi dalam mengembangkan produk makanan yang lebih sehat. Hal ini dapat meningkatkan ketersediaan makanan sehat di pasaran.

Aturan Label Makanan di Indonesia

Saat ini, aturan pemberian label makanan di Indonesia diatur dalam Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan. Aturan tersebut hanya mewajibkan produsen untuk mencantumkan informasi kandungan nutrisi pada label makanan. Informasi kandungan nutrisi tersebut meliputi:

  • Kandungan energi
  • Kandungan protein
  • Kandungan karbohidrat
  • Kandungan lemak
  • Kandungan gula
  • Kandungan garam

Aturan tersebut tidak mengatur kategorisasi makanan berdasarkan tingkat kesehatannya. Hal ini menyebabkan masyarakat masih kesulitan untuk memilih makanan yang sehat.

Perlunya Aturan Label Makanan yang Lebih Ketat

Wamenkes Dante mengatakan bahwa pihaknya akan mendorong pemerintah untuk segera mengeluarkan aturan pemberian label makanan yang lebih ketat. Aturan tersebut diharapkan dapat mencakup kategorisasi makanan berdasarkan tingkat kesehatannya.

“Kita akan mendorong pemerintah untuk segera mengeluarkan aturan pemberian label makanan yang lebih ketat. Ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi makanan sehat,” kata Wamenkes Dante.

Aturan pemberian label makanan yang lebih ketat diharapkan dapat membantu masyarakat untuk memilih makanan yang sehat dan menghindari makanan yang tidak sehat. Hal ini dapat meningkatkan kesehatan masyarakat dan menurunkan risiko berbagai penyakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peduli Akan Sampah, Made Hiroki Dukung Pembangunan PSEL di TPA Suwung.

15 April 2026 - 02:43 WIB

Sosok Caketum HIPMI Dr. Anthony Leong di Mata Pengusaha Muda Maxie Asmara.

14 April 2026 - 09:11 WIB

Bukit Indah Simarjarunjung Tempat Liburan Romantis Arjun & Amel, View Danau Toba Bikin Takjub

13 April 2026 - 13:19 WIB

Pabrik Cat di Medan Labuhan Terbakar, Beberapa Kali terdengar Beberapa Kali Ledakan

9 April 2026 - 17:15 WIB

Syafii Efendi Gugah Motivasi dan Semangat Ratusan Guru Tapsel

9 April 2026 - 01:49 WIB

Trending di Berita