Menu ✖

Mode Gelap
Gerak Cepat Bupati Karo Antonius Ginting Atasi Banjir, Drainese Simpang Enam Lau Dah Kabanjahe Direvitalisasi Dugaan Pelanggaran IK di Kebun Rambutan PTPN IV: Mangkok Lateks Kotor dan Talang Daun Rambung Jadi Sorotan. 10 Tahun Terlupaken, Kini Jalan Udara – Simpang Empat Di Perbaiki di Era Bupati Antonius Ginting Dugaan Praktik Pelangsiran dan Niaga BBM Subsidi Ilegal di Sei Bamban Mencuat, Warga Desak APH Bertindak. 20 Orang Ikuti Test Uji Kompetensi Tahap Awal Di Kejati Sumatera Utara_ Knalpot Blong Merajalela di Tigabinanga, Sangat Meresakan.!

Hukum

Kasus Dugaan Pencemaran Sungai Liberia Menggantung Hampir 3 Bulan Belum Juga Ada Kejelasannya, Publik Pertanyakan Kinerja Polres Sergai.

badge-check


					Kasus Dugaan Pencemaran Sungai Liberia Menggantung Hampir 3 Bulan Belum Juga Ada Kejelasannya, Publik Pertanyakan Kinerja Polres Sergai. Perbesar

SERGAI – Media Indonesia – Kasus dugaan pencemaran Sungai Liberia di Desa Liberia, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang diduga akibat limbah kilang ubi milik Galiong/Amin di Dusun 5 Kampung Pulo dan milik Cunglai yang dijalankan Badol di Dusun 6 Kampung Padang Desa Simpang Empat Kecamatan Sei Rampah, namun  hingga kini masih belum menemukan titik terang. Sudah hampir tiga bulan berlalu sejak kejadian 19 – 20 Januari 2026, namun penanganan perkara ini dinilai berjalan di tempat dan menimbulkan tanda tanya besar di masyarakat.

Keanehan semakin mencuat lantaran hasil uji laboratorium (lab) sampel air sungai yang dikabarkan telah keluar lebih dua bulan lalu (9 Februari), hingga saat ini belum juga dipublikasikan oleh pihak kepolisian. Alasan “masih dalam penyelidikan” dinilai tidak wajar mengingat lamanya rentang waktu yang telah berjalan.

Kasat Reskrim Polres Sergai, AKP Binrod Situngkir, saat dikonfirmasi awak Media yang juga merupakan warga Desa Liberia, melalui via WhatsApp nya pada hari Senin (13/04/2026), terkait perkembangan kasus ini, hanya menjawab,

” Siap bang, masih memaksimalkan penyelidikan bang, sabar ya.”

Namun, ketika dikejar mengenai kepastian waktu (deadline) penyelesaian penyelidikan mengingat kasus sudah cukup lama menggantung, Kasat Reskrim memilih bungkam dan tidak memberikan jawaban. Ketidakjelasan ini memicu kekhawatiran masyarakat Desa Liberia dan juga publik akan terselesaikannya kasus pencemaran  Sungai Liberia dengan transparan dan apa adanya bukan dengan adanya rekayasa. Dan lambannya penanganan ini menimbulkan spekulasi adanya pihak-pihak yang diduga berusaha melindungi pelaku pencemaran.

Masyarakat dan publik mendesak Polres Sergai untuk transparan dan segera mengumumkan hasil lab serta menetapkan tersangka jika ditemukan bukti tindak pidana lingkungan. Masyarakat Liberia dan Publik menunggu keseriusan aparat penegak hukum dalam menangani kasus pencemaran yang merugikan ekosistem air sungai dan warga sekitar, sehingga masyarakat Liberia dan juga publik masih memiliki kepercayaan kepada pihak kepolisian khususnya Polres Sergai. (Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Praktik Pelangsiran dan Niaga BBM Subsidi Ilegal di Sei Bamban Mencuat, Warga Desak APH Bertindak.

3 Oktober 2026 - 06:07 WIB

Lawan Budaya “Pingpong” Birokrasi, Wilson Lalengke Resmi Laporkan Kapolda Sumsel Shandi Nugraha ke Divpropam Mabes Polri

23 September 2026 - 14:44 WIB

Beredar Isu Penggerebekan Rokok Ilegal Ratusan Juta di Sergai, Aparat Kepolisian Belum Memberikan Jawaban Pasti.

21 September 2026 - 01:20 WIB

Empat Bulan Tanpa Kabar, Penanganan Kasus Dugaan Penganiayaan di Polsek Pantai Labu Dipertanyakan.

10 September 2026 - 06:28 WIB

Dugaan Fitnah Keji Tuduh Selingkuh hingga Ganggu Rumah Tangga, Husin Arifin Resmi Diperiksa Polsek Perbaungan. 

9 September 2026 - 13:41 WIB

Trending di Hukum