Menu

Mode Gelap
Usai Diperiksa Kejati DKI, Entjik S. Djafar dan Kuseryansyah Hindari Media, AFPI Disorot Siswi Sempat Dilaporkan Keluar Asrama Sekolah Rakyat Sergai Kembali ke Pelukan Keluarga, Sistem Pengamanan dan Komunikasi Disorot. Diduga Kabur dari Sekolah Rakyat Sergai, Keberadaan Selvi Anggraini Masih Misteri: Orang Tua Menangis Kecewa. Darurat Perjudian 303 di Sergai: Togel Menjamur di Warung Kopi, Kapolres dan Ketua MUI Kompak Bungkam MERASA TIDAK DAPAT KEADILAN, DIDUGA BERAT SEBELAH IBU KORBAN DESAK KAPOLRI COPOT KAPOLRES DAIRI Menuju Titik Terang: Warga Dusun 6 Bogak Besar Sambut Positif Hasil Mediasi Kedua dengan Pengusaha Ternak

News

Dugaan Asal Jadi, Proyek Optimasi Lahan Sawah Rp 460 Juta di Mangga Dua Sergai Dipertanyakan.

badge-check


					Dugaan Asal Jadi, Proyek Optimasi Lahan Sawah Rp 460 Juta di Mangga Dua Sergai Dipertanyakan. Perbesar

SERGAI – Media Indonesia – Proyek pengerjaan leningan dalam program konstruksi Optimasi Lahan (Oplah) sawah terdampak bencana di Dusun 4, Desa Mangga Dua, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menuai sorotan. Kualitas bangunan proyek senilai Rp460.000.000 bersumber dari dana Kementerian Pertanian Republik Indonesia tersebut kini diragukan warga dan sosial kontrol, Minggu (17/05/2026).

Proyek swakelola yang menyasar area persawahan seluas 100 hektare ini dikerjakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Tirta Sari Mangga Dua. Lembaga ini diketuai oleh oknum berinisial U. Berdasarkan pantauan langsung di lokasi penataan fisik, ditemukan indikasi kuat bahwa metode pengerjaan di lapangan diduga tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) teknik konstruksi pertanian.

Beberapa bagian fisik bangunan pembatas air terkesan dikerjakan terburu-buru, dan campuran pasir dan semennya diduga tidak sesuai prosedur sehingga ketahanan materialnya diragukan untuk jangka panjang. Mengingat pentingnya fungsi saluran ini untuk memulihkan produktivitas lahan sawah yang rawan terdampak bencana, buruknya kualitas pengerjaan dikhawatirkan akan merugikan para petani setempat selaku penerima manfaat.

Guna keberimbangan berita, awak media telah melakukan upaya konfirmasi kepada Ketua P3A Tirta Sari Mangga Dua, U, melalui pesan aplikasi WhatsApp pada Jumat (15/5). Wartawan melayangkan sejumlah pertanyaan terkait detail rincian item pengerjaan serta menanyakan tanggapan atas dugaan ketidaksesuaian prosedur tersebut.

Namun, hingga berita ini ditayangkan, U memilih bungkam dan enggan memberikan penjelasan sedikit pun. Padahal, pesan konfirmasi yang dikirimkan terpantau sudah berstatus centang dua, menandakan pesan telah diterima oleh yang bersangkutan. Hingga saat ini, pihak Dinas Pertanian setempat maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai langkah pengawasan terhadap proyek Oplah tersebut. (Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PW IPA Sumut Apresiasi Langkah Terobosan Gubernur Bobby Nasution Bangun Nias dan Sipiongot

27 Juli 2026 - 15:19 WIB

Warga Miskin di Desa Lidah Tanah Punya KKS Tersisih Tidak Dapat Bansos Jadi Sorotan.

17 Juni 2026 - 13:48 WIB

Pemukiman Warga Desa Bogak Besar Diserbu Ribuan Lalat, Guna Cari Solusi, Warga Desak Adakan Mediasi Antara Pengusaha Ternak Ayam dan Pemerintah.

11 Juni 2026 - 15:03 WIB

SMK Tarbiyah Islamiyah di Deli Serdang Kebakaran

11 Juni 2026 - 06:07 WIB

Akibat Mati Lampu, Pasangan Suami Istri Tewas setelah Nekat Tidur di Dalam Mobil

5 Juni 2026 - 11:35 WIB

Trending di Headline