Menu

Mode Gelap
Pelindo Regional 1 Salurkan Paket Sembako Kepada Masyarakat di Wilayah Operasional. Petani Pematang Guntung Menjerit Sawah Kering, Kadis Pertanian Sergai Bungkam Saat Dikonfirmasi. Tingkatkan Kepedulian di Bulan Suci Ramadan, PT Socfindo Kebun Mata Pao Berbagi Takjil Kepada Masyarakat. Warga Namo Buaya Geruduk Kantor PT MSB2, Tuntut Kompensasi Akibat Limbah & Bau Busuk Misteri Sungai Liberia: Bupati Sergai “Bungkam”, Hasil Lab “Disembunyikan”, Dugaan Skenario Tutup Kasus, Menguat? Dugaan Mark Up Proyek Sumur Pompa Irigasi Tanah Dangkal di Desa Sei Rampah: Anggaran Rp 150 Juta, Fisik Diduga Hanya Rp 80 Juta.

Hukum

Banyaknya Ditemukan Ikan Sapu – sapu Mati di Aliran Parit Hingga Sungai Liberia Merupakan Indikasi Adanya Pencemaran Limbah Ekstrem yang Diduga dari Kilang Ubi.

badge-check


					Banyaknya Ditemukan Ikan Sapu – sapu Mati di Aliran Parit Hingga Sungai Liberia Merupakan Indikasi Adanya Pencemaran Limbah Ekstrem yang Diduga dari Kilang Ubi. Perbesar

Sergai – Media Indonesia – Dugaan pencemaran limbah cair yang diduga diakibatkan dari limbah cair dari dua kilang ubi yang berada di Desa Simpang Empat Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Sergai, yang mencemari dari aliran parit di Dusun 5 Kampung Pulo yang diteruskan melalui parit yang berada di Perkebunan Tanah Raja, yakni di Mil 10 Afdeling IV dan Mil 5 Afdeling 1, hingga ke sungai Desa Liberia Kecamatan Teluk Mengkudu sehingga mengakibatkan ikan banyak yang mati seperti ikan sapu – sapu, yang sempat menghebohkan masyarakat Desa Liberia pada beberapa hari yang lalu, Kamis (29/012026).
Hasil investigasi kelapangan awak Media pada hari Rabu 21 Januari yang lalu, yang menelusuri sungai Desa Liberia hingga ke hulu yang melalui parit di Perkebunan Tanah Raja hingga parit di Dusun 5 Kampung Pulo yang merupakan tempat aliran pembuangan limbah pabrik ubi hingga ke lokasi pabrik ubi, awak Media menemukan ikan banyak yang mati di parit Mil 10 dan Mil 5 Kebun Tanah Raja, terutama ikan sapu – sapu dan air yang berbau sangat menyengat.
Dengan ditemukan banyaknya ikan sapu – sapu yang mati, yang sering erat dikaitkan dengan pencemaran limbah cair, seperti yang diduga dari limbah dari pabrik kilang pengolahan ubi, karena limbah cair dari pabrik pengolahan ubi diduga kuat menjadi penyebab utama karena mengandung bahan organik tinggi yang saat terurai akan mengambil oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) di air, yang menyebabkan ikan mati kekurangan oksigen.
Sementara ikan sapu – sapu itu sendiri dikenal memiliki daya tahan tinggi dan mampu hidup di perairan yang buruk, berarti dengan ditemukan banyaknya ikan sapu – sapu yang mati menandakan bahwa aliran parit di Dusun 5 Kampung Pulo hingga ke sungai Desa Liberia sudah mengalami pencemaran yang sangat ekstrem.
Sebagai mana yang diketahui limbah cair dari hasil pabrik kilang pengolahan ubi sangat berbahaya bagi lingkungan jika langsung dibuang ke aliran parit hingga ke sungai tanpa pengolahan (tanpa IPAL), Karena limbah cair hasil dari pengolahan ubi memiliki tingkat pencemaran tinggi yang dapat merusak ekosistem air dan kesehatan manusia karena mengandung Biochemical Oxygen Demano (BOD) dan Chemical Oxygen Demano (COD) yang sangat tinggi.
Sehingga ketika dibuang ke aliran parit hingga ke sungai mikroorganisme memerlukan oksigen dalam jumlah besar untuk menguraikan limbah tersebut, sehingga kadar oksigen terlarut (DO) dalam air aliran parit hingga ke sungai turun drastis, sehingga menyebabkan ikan, udang  dan organisme air lainnya mati massal karena kekurangan oksigen.
Dan limbah cair dari hasil pengolahan ubi juga sering kali mengandung senyawa sianida alami (glukosida sianogenik) yang bersifat tosik bagi organisme akuatik.
Besarnya dampak dari limbah cair yang dihasilkan dari pengolahan pabrik kilang ubi tersebut, maka sangat diharapkan peran dari instansi terkait seperti dari Dinas Lingkungan Hidup Sergai, agar memastikan kilang ubi yang berada di Dusun 5 Kampung Pulo milik Galiong/Amin dan yang berada di Dusun 6 Kampung Padang milik Cunglai yang dijalankan oleh Badol, agar memastikan pengolahan limbahnya (IPAL) benar-benar dijalankan dengan baik dan benar, seperti dengan melaporkan secara berkala hasil limbahnya ke Dinas lingkungan hidup, guna mengantisipasi pencemaran terhadap lingkungan.
Namun menurut informasi yang diterima awak Media, kilang ubi milik Cunglai yang dijalankan oleh Badol, dikabarkan diduga tidak memiliki kolam penampungan limbah, sehingga limbah tersebut diduga langsung dibuang ke aliran parit hingga ke sungai, tentunya ini sangat berbahaya jika informasi itu benar, maka diharapkan pihak Dinas lingkungan hidup agar menindaklanjuti informasi tersebut guna mengantisipasi pencemaran lingkungan. (Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Mark Up Proyek Sumur Pompa Irigasi Tanah Dangkal di Desa Sei Rampah: Anggaran Rp 150 Juta, Fisik Diduga Hanya Rp 80 Juta.

16 Maret 2026 - 01:05 WIB

Fisik Bangunan Diduga Tidak Sesuai RAB, Proyek Oplah Sawah Non Rawa 150 Hektare di Desa Sei Rampah Terindikasi Bermasalah.

13 Maret 2026 - 02:37 WIB

Rijal Ketua Gapoktan Desa Sei Rejo Diduga Berbohong, Klaim Sudah Selesai, Fakta Dilapangan Ditemukan 4 Pintu Air Irigasi yang Belum Diperbaiki.

12 Maret 2026 - 17:06 WIB

Modus Baru Mafia Minyak Siong “Ucok Regar” Berkedok Bengkel dan Penitipan Mobil Ilegal.

9 Maret 2026 - 06:46 WIB

Surat Konfirmasi Resmi Dilayangkan, Namun Kapolres Sergai Belum Juga Beri Jawaban Terkait Ribuan Ikan Mati di Sungai Liberia.

9 Maret 2026 - 01:17 WIB

Trending di Hukum