Menu

Mode Gelap
Usung Tema Revitalisasi Kader, PC HIMMAH Deli Serdang Periode 2026–2028 Resmi Dilantik Lintas 98 Sumut: Kepemimpinan Presiden Prabowo Dinilai Mulai Mengarahkan Demokrasi Menuju Pemerataan Kesejahteraan. GEMPA Sumut Akan Gelar Aksi di Kejati Sumut, Diduga Pejabat Tinggi Kab. Langkat Menguasai Proyek di PT. LNK Melalui PT. CKM Asisten dan Mandor 1 Afdeling VII Kebun Rambutan PTPN 4, Bungkam dan Blokir Kontak Awak Media, Terkait Regulasi K3 dan Isu Pekerjakan Anak Dibawah Umur. Warga Dusun 6 Ancam Lakukan Aksi Protes Jika Aspirasi Mereka Tidak Dihiraukan, Terkait Darurat Lalat dan Bau Busuk yang Masih Merebak. Kebun Rambutan PTPN IV Regional 1 Jadi Sorotan, Karena Diduga Gunakan Pekerja Informal dan Anak Dibawah Umur, Mendesak Pihak Management Tegakkan Regulasi K3.

Headline

Wartawan Layangkan Surat Resmi Permohonan Hasil Lab Sesuai Arahan DLH Sergai, Namun Belum Juga Diberikan.

badge-check


					Wartawan Layangkan Surat Resmi Permohonan Hasil Lab Sesuai Arahan DLH Sergai, Namun Belum Juga Diberikan. Perbesar

SERGAI – Media Indonesia – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) kembali menuai sorotan publik, khususnya dari kalangan wartawan dan masyarakat Desa Liberia, Kecamatan Teluk Mengkudu. Hingga delapan hari kerja berlalu, DLH Sergai dinilai memperlambat transparansi informasi dengan belum memberikan hasil uji laboratorium terkait dugaan pencemaran limbah cair dari kilang ubi yang menyebabkan ribuan ikan mati massal di Sungai Liberia, Senin (02/03/2026).

Sebelumnya, pihak DLH Sergai disinyalir sempat meminta wartawan untuk membuat surat resmi terkait permintaan hasil lab tersebut guna melengkapi prosedur. Namun, meskipun surat telah dilayangkan pada hari Kamis, 19 Februari 2026, hasil uji laboratorium yang kabarnya sudah keluar tidak kunjung diberikan/dipublikasikan.

Masyarakat Desa Liberia dan awak media merasa kecewa dan mencium adanya indikasi “skenario” penutupan kasus. “Kami menuntut transparansi dari DLH Sergai. Hasil lab harus segera dibuka ke publik untuk memberi kepastian hukum, bukan justru didiamkan. Ikan-ikan ribuan mati massal, sungai bau, tapi tindak lanjut lamban, “ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.”

Kadis Lingkungan Hidup Sergai, Reza Firmansyah, sebelumnya juga dilaporkan bungkam saat dikonfirmasi terkait awak Media sudah layangkan surat resmi untuk menerima/mengetahui hasil laboratorium terkait temuan ikan mati di sungai Desa Liberia, sesuai arahan DLH Sergai, melalui Boy R Sihombing Kabid PKPLH Sergai.

Hingga berita ini diturunkan, pihak DLH Sergai belum memberikan keterangan resmi mengapa hasil lab yang krusial tersebut belum diumumkan kepada publik. Publik berharap integritas DLH Sergai tidak dipertaruhkan dalam kasus dugaan pencemaran limbah industri kilang ubi ini. (Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Viral Pemberitaan Masalah Bansos di Facebook, Pemdes Mangga Dua Diduga Intimidasi Warga Miskin, Tuai Sorotan.

23 Juni 2026 - 17:41 WIB

Penyaluran Bantuan Pangan di Desa Lidah Tanah Diduga Tak Tepat Sasaran, Warga Miskin Terlewat, Pejabat Setempat Bungkam.

14 Juni 2026 - 11:05 WIB

Sudah Sebulan Diteror Ribuan Lalat, Warga Sukajadi Desak Pemerintah Evaluasi Usaha Peternakan Ayam yang Diduga Juga Tak Berizin.

12 Juni 2026 - 13:36 WIB

Legalitas Pasokan Bahan Baku Pada Operasional PKS Mini di Pematang Kuala Jadi Pertanyaan dan Sorotan Publik.

11 Juni 2026 - 12:40 WIB

SMK Tarbiyah Islamiyah di Deli Serdang Kebakaran

11 Juni 2026 - 06:07 WIB

Trending di Berita