Menu

Mode Gelap
Penyaluran Bantuan Pangan di Desa Lidah Tanah Diduga Tak Tepat Sasaran, Warga Miskin Terlewat, Pejabat Setempat Bungkam. TK Insan Bijak Islam Gelar Wisuda dan Pentas Seni T.A. 2025/2026, Di RKD Bantuan Kemendikdasmen RI & PERSIS Masyarakat Minta APH dan Inspektorat Audit Sekretariat DPRD Batu Bara, Sejumlah Belanja Tahun Anggaran 2024 – 2025 Disorot. Korda SJB Sumut Siap Jemput dan Kawal Kapolda untuk Berantas Barak Narkoba di Kota Binjai Legalitas Perizinan Pada PKS Mini di Desa Pematang Kuala Dinilai Janggal, Karena Diduga Langgar Jarak Aman. Sudah Sebulan Diteror Ribuan Lalat, Warga Sukajadi Desak Pemerintah Evaluasi Usaha Peternakan Ayam yang Diduga Juga Tak Berizin.

Headline

Penyaluran Bantuan Pangan di Desa Lidah Tanah Diduga Tak Tepat Sasaran, Warga Miskin Terlewat, Pejabat Setempat Bungkam.

badge-check


					Penyaluran Bantuan Pangan di Desa Lidah Tanah Diduga Tak Tepat Sasaran, Warga Miskin Terlewat, Pejabat Setempat Bungkam. Perbesar

SERGAI – Media Indonesia – Penyaluran bantuan pangan alokasi Februari – Maret 2026 di Desa Lidah Tanah, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) memicu sorotan tajam. Program bantuan berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng yang disalurkan melalui Perum BULOG tersebut dinilai terindikasi tidak tepat sasaran, Minggu (14/06/2026).

Dugaan muncul setelah sejumlah warga yang dikategorikan mampu, hingga individu yang disinyalir memiliki hubungan kekerabatan dengan oknum Pemerintah Desa (Pemdes), justru terdaftar sebagai penerima. Sebaliknya, warga yang benar-benar membutuhkan justru gigit jari.

Salah satu potret ketimpangan ini menimpa pak Herman, warga Dusun 2 yang hidup serabutan dan masih mengontrak/numpang rumah. Meski mengantongi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau ATM Merah dari pemerintah, nama Herman luput dari daftar penerima bantuan pangan kali ini.

“Saya tidak dapat bantuan, padahal rumah saja masih numpang/kontrak dan kerja serabutan. Sementara yang dianggap mampu malah dapat bantuan. Ini kan aneh,” ungkap Herman kepada awak media, pada hari Kamis (11/06/2026).

Aparat Desa dan Camat Saling Lempar Tanggung Jawab Data.

Guna menelusuri kejanggalan tersebut, awak media mendatangi Kantor Desa Lidah Tanah pada Jumat (12/06/2026). Pihak desa menyatakan ada sekitar 750 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), namun berdalih bahwa seluruh data penerima berasal langsung dari BULOG. Konfirmasi lebih lanjut terhambat karena pihak Pemdes mengaku sedang sibuk.

Upaya konfirmasi kemudian dialihkan kepada Camat Perbaungan, Elmiyati, melalui pesan singkat WhatsApp pada hari yang sama. Elmiyati melemparkan persoalan sumber data penerima manfaat tersebut ke pihak BULOG., karena datanya dari BULOG.

“Konfirmasi ke BULOG saja langsung, Bang,” jawab Elmiyati singkat.

Namun, saat ditanya lebih jauh mengenai langkah kecamatan terkait laporan warga miskin yang tidak mendapat bantuan, Camat Perbaungan memilih tidak merespons, meski pesan telah terbaca (centang biru).

Respons Minim dari Kepala Desa dan Perangkat.

Sikap tertutup juga ditunjukkan oleh jajaran Pemdes Lidah Tanah. Saat dikonfirmasi pada Sabtu malam (13/06/2026), Kepala Desa Usman dan Kepala Dusun 2 Eman, kompak tidak memberikan jawaban atas pertanyaan media meskipun pesan WhatsApp telah terkirim (centang dua).Hanya Sekretaris Desa Lidah Tanah, Aswin, yang memberikan respons singkat dan meminta media untuk datang kembali pada hari kerja.

“Waalaikumsalam… Pak, datang saja hari Senin. Nanti tanyakan ke operator desa, kenapa yang bersangkutan tidak mendapat [bantuan],” tulis Aswin melalui pesan WhatsApp.

Sikap bungkam dan minimnya transparansi dari para pemangku kebijakan mulai dari tingkat Dusun, Desa, hingga Kecamatan ini sangat disayangkan. Publik berharap Dinas Sosial Kabupaten Serdang Bedagai segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh dan evaluasi data. Langkah tegas diperlukan agar bantuan pangan dari pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak dan tidak menjadi celah praktik nepotisme di tingkat desa.

Langkah ini dinilai sangat penting agar penyaluran bantuan di Desa Lidah Tanah kedepannya dapat diaudit, dievaluasi dan benar-benar tepat sasaran kepada warga yang paling membutuhkan. Dan kepada pak Herman agar segera diperhatikan oleh pihak Pemdes Lidah Tanah dan pemerintah melalui dinas Sosial Sergai, karena beliau sekeluarga emang benar-benar layak untuk mendapatkan bantuan.   (Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sudah Sebulan Diteror Ribuan Lalat, Warga Sukajadi Desak Pemerintah Evaluasi Usaha Peternakan Ayam yang Diduga Juga Tak Berizin.

12 Juni 2026 - 13:36 WIB

Legalitas Pasokan Bahan Baku Pada Operasional PKS Mini di Pematang Kuala Jadi Pertanyaan dan Sorotan Publik.

11 Juni 2026 - 12:40 WIB

SMK Tarbiyah Islamiyah di Deli Serdang Kebakaran

11 Juni 2026 - 06:07 WIB

PBG Dipertanyakan, SKY Cross RSIA Rosiva Murni Teguh Diduga Kuat Langgar Perda, Walikota Medan Rico Waas Diminta Turun Tangan.

10 Juni 2026 - 15:07 WIB

Diduga Minim Rambu dan Abaikan K3, Keselamatan Pengguna Jalan Terancam, Proyek Pelebaran Jalinsum Sergai Jadi Sorotan.

9 Juni 2026 - 13:28 WIB

Trending di Headline