Menu

Mode Gelap
PC HIMMAH Medan Dukung Penuh Kota Medan Jadi Tuan Rumah Rakernas APEKSI XVIII Tahun 2026 Viral Pemberitaan Masalah Bansos di Facebook, Pemdes Mangga Dua Diduga Intimidasi Warga Miskin, Tuai Sorotan. Sidang Praperadilan Ilyas Sitaba Melawan Kejaksaan dan Polres Gowa, Termohon Diduga Keliru Memasukkan Nama. Kuasa Hukum Ajukan Praperadilan Kasus Pencurian Sawit di Asahan, Dugaan Prosedur yang Cacat Hukum Pasutri Miskin Desa Mangga Dua Tidak Pernah Terima Bantuan dari Pemerintah, Harapkan Perhatian dari Pemerintah. Pasca-Kebakaran Tugu Sisingamangaraja XII, LPKP Sumut Desak Kapolsek Medan Kota Dicopot

Kriminal

Subulussalam Darurat Kriminal: Miras Penyebab utama , Tindak Tegas Penjual Dan Penyedia Tempat. 

badge-check


					Subulussalam Darurat Kriminal: Miras Penyebab utama , Tindak Tegas Penjual Dan Penyedia Tempat.  Perbesar

Subulussalam,Aceh||MediaIndonesia   Di kota yang disebut kampung Syeh Hamzah Fansury dan dijuluki kota santri, aroma religius seolah mulai tersaingi oleh bau alkohol dari botol-botol yang disembunyikan di bawah meja warung

 

Di lorong-lorong Simpang Kiri, Penanggalan, hingga Sultan Daulat, dentuman musik malam kini kerap menenggelamkan lantunan azan yang semestinya menjadi identitas kota ini.

 

Kota yang dulu dikenal melahirkan para hafiz dan ulama kini menghadapi kenyataan getir: “penyakit masyarakat” tumbuh subur di bawah kepemimpinan seorang ustaz.

 

Warung remang-remang, penyedia minuman keras, hingga prostitusi terselubung bermunculan, seolah menguji sejauh mana pemimpin beriman bisa menegakkan nilai yang ia dakwahkan.

 

Harapan yang Tergelincir

 

Masyarakat semula menaruh harapan besar pada Ustaz H. Rasid Bancin (HRB), wali kota berlatar dakwah. Ia diharapkan mampu menjadi panutan—menyulut gerakan moral dan spiritual di tengah perubahan sosial. Tapi kenyataan berbicara lain.

 

Hingga triwulan ketiga 2025, angka kriminal melonjak. Tercatat 40 kasus pencabulan dan pelecehan seksual terhadap anak serta perempuan, ditambah tiga kasus penganiayaan yang berujung kematian. Peristiwa berdarah di Lapangan Beringin, Simpang Kiri, menjadi alarm keras bagi pemerintah dan aparat.

 

Minuman keras sebagai pemicu utama, disusul lemahnya kontrol keluarga terhadap anak yang kini akrab dengan konten pornografi dan judi online (judol). “Banyak pelaku melakukan tindak kriminal setelah mabuk. Sisanya karena terpengaruh konten tak pantas dari HP,” ungkap salah satu penyidik.

 

Pemimpin yang Lengah, Aparat yang Lamban

 

Sebagai pemimpin sekaligus tokoh agama, publik berharap wali kota tak hanya mengurus administrasi, tetapi juga membina moral kota. Namun kritik yang berhembus menyoroti hal sebaliknya—pembinaan sosial yang tumpul, ketegasan hukum yang longgar.

 

“Wali kota itu ustaz, semestinya memberi teladan. Tapi kalau warung remang-remang masih berdiri, siapa yang harus kita percaya?” ujar seorang tokoh agama di Penanggalan dengan nada getir.

 

Sementara itu, Satpol PP dan aparat hukum (APH) dinilai lamban. “Kalau tempat hiburan liar tetap beroperasi, berarti ada yang sengaja memalingkan muka,” kata seorang sumber internal Pemko Subulussalam.

 

Masyarakat mulai resah. Mereka mendesak pemerintah menertibkan peredaran miras, memperketat pengawasan lingkungan, dan menutup tempat hiburan yang menjadi sumber keresahan. Di sisi lain, ulama dan tokoh agama diminta tak hanya berkhutbah di mimbar, tapi ikut turun ke lapangan—menyentuh akar masalah dengan dakwah sosial yang nyata.

 

Subulussalam kerap menyebut dirinya kota santri. Tapi santri macam apa yang diharapkan bila di setiap sudut kota masih mudah ditemukan botol kosong dan musik malam yang memekakkan telinga?

 

Kota ini membutuhkan lebih dari sekadar slogan dan baliho religius. Ia butuh pemimpin yang bukan hanya bisa berceramah, tapi juga berani menindak, dan masyarakat yang bukan hanya menilai, tapi juga ikut menjaga.

 

Generasi emas Subulussalam tak boleh teracuni oleh alkohol, judol, dan pornoaksi. Jika penyakit ini terus dibiarkan, bukan hanya moral yang rusak, tapi juga nama baik kota yang dulu menjadi kebanggaan para ulama.

 

Pewarta:IP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mafia Pangan di Balik Minyakita Medan: “Kios Siluman” Berpesta, Rakyat Menjerit, Aparat Masih Menanti?

26 Mei 2026 - 08:55 WIB

Rumah Digadai Demi Izin Lengkap, Usaha Justru Terus Ditekan — Pemilik CV Napogos Berkarya Jaya Memohon Keadilan ke Presiden dan Gubernur Sumut

21 Mei 2026 - 11:34 WIB

TRANSPARANSI DIPERTANYAKAN: Dana Rp 2 Miliar Revitalisasi SMPN 1 Satu Atap Sukabangun, RAB Disembunyikan, Dugaan Pelanggaran Terbuka

12 Mei 2026 - 09:28 WIB

Desa Mata Pao Digegerkan Penemuan Mayat Diduga Korban Pembunuhan di Areal Perkebunan PT Socfindo Kebun Mata Pao.

30 April 2026 - 19:23 WIB

Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Ikan, Wakil Wali Kota Sibolga Diperiksa Polda Sumut Sampai Malam

23 April 2026 - 11:13 WIB

Trending di Anichin-Donghua