Menu

Mode Gelap
Diduga Adanya Pembiaran Oleh Kadis DLH Kota Medan Terkait Penebangan Pohon Dijalur Hijau Manager Kebun Tanah Raja Bungkam Ketika Dikonfirmasi Resmi Terkait Dugaan Korupsi Kutip Kompo, Penderes Diduga Ditipu Vendor. Patroli Blue Light Subuh Polres Tanah Karo Jaga Kondusivitas Ramadhan 1447 H di Wilayah Kabanjahe Wartawan Diintimidasi di Belakang Dapur SPBU Beringin Saat Klarifikasi Berita, Profesi Wartawan Dilecehkan. Kementerian Hukum Sumut Sambut Sinergi Advokat TA’A LOI, S.H. & Partners dalam Penguatan Kesadaran Hukum Masyarakat Sat Reskrim Polres Tanah Karo Gelar Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Remaja Saat Tahun Baru

Nasional

Satgaswil Densus 88 AT Polri Jadi Narasumber Sosialisasi Pencegahan Bahaya Radikalisme di Karo

badge-check


					Satgaswil Densus 88 AT Polri Jadi Narasumber Sosialisasi Pencegahan Bahaya Radikalisme di Karo Perbesar

 

Kabanjahe, Karo -MI.org.   Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Densus 88 Anti Teror (AT) Polri Sumatera Utara menjadi narasumber utama dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Bahaya Radikalisme dan Terorisme yang digelar oleh Badan Kesbangpol Provinsi Sumut bekerja sama dengan Kesbangpol Kabupaten Tanah Karo, Kamis(25/9/2025) di Aula Van Hall, Jalan Samura, Kabupaten Karo.

“Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut diikuti sekitar 200 siswa SMA/SMK, mahasiswa, serta 10 guru pendamping dari berbagai sekolah di Tanah Karo. Hadir pula sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Bidang Wasnas dan Penanganan Konflik Kesbangpol Sumut Emir Mahbob Lubis, S.STP., M.AP, Ketua FKDM Sumut Dr. Zulkarnain, M.A., ICAP, dan Kepala Kesbangpol Tanah Karo Tetap Ginting.

“Dalam kesempatan itu, Kombespol Dr. Didik Novi Rahmanto, S.I.K., M.H, Kasatgaswil Sumut Densus 88 AT Polri, menegaskan bahwa meskipun situasi terlihat kondusif, aktivitas kelompok radikal masih berjalan secara tersembunyi, terutama dengan menyasar generasi muda.

“Perekrutan bisa terjadi melalui media sosial, penyebaran berita hoaks, bahkan melalui game online. Karena itu, penting bagi generasi muda untuk lebih kritis, tidak mudah terpengaruh, serta mampu menjadi duta pencegahan di lingkungan sekolah maupun kampus,” ujar Kombes Didik.

“Ia juga menyinggung fenomena global seperti konflik internasional yang kerap dijadikan narasi oleh kelompok radikal untuk memengaruhi pola pikir generasi muda. Menurutnya, terorisme modern tidak selalu ditandai dengan penampilan tertentu, melainkan bisa dilihat dari perubahan pola interaksi sosial di masyarakat.

“Sementara itu, Dr. Zulkarnain dalam materinya menyampaikan bahwa radikalisme dan terorisme memiliki keterkaitan erat. “Seorang teroris pasti memiliki paham radikal, walau tidak semua yang radikal menjadi teroris. Yang penting adalah membentengi diri dengan pemahaman kebangsaan dan nilai budaya yang kuat,” jelasnya.

“Dalam sesi tanya jawab, para siswa dan mahasiswa antusias mengajukan pertanyaan seputar hubungan radikalisme dengan terorisme dan strategi pencegahan. Menjawab hal tersebut, Kombes

Wakaperwil

(Sederhana s Maha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Adanya Pembiaran Oleh Kadis DLH Kota Medan Terkait Penebangan Pohon Dijalur Hijau

5 Maret 2026 - 14:52 WIB

Patroli Blue Light Subuh Polres Tanah Karo Jaga Kondusivitas Ramadhan 1447 H di Wilayah Kabanjahe

4 Maret 2026 - 14:09 WIB

Sat Reskrim Polres Tanah Karo Gelar Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Remaja Saat Tahun Baru

3 Maret 2026 - 13:16 WIB

Atasi Lonjakan Harga Minyak Goreng, PT PHPO Buka Pasar Murah di Belawan

3 Maret 2026 - 06:29 WIB

Mediasi Sidang Gugatan Aliwaris Kakek Sapon di PN Setabat. Kembali Ditunda, Tergugat Dua Meminta Ganti Rugi Atas Pembelian Tanah Seratus Lima Puluh Juta Rupiah

3 Maret 2026 - 06:02 WIB

Trending di Nasional