Menu

Mode Gelap
Kejatisu Gelar Silahturahmi,”Buka Puasa Bersama Para Insan PERS Sumatra Utara. Dalam Tema Menebar Kebaikan Menjauhi “Hoaks Bungkam Ketika Dikonfirmasi Melalui Surat Resmi, Bupati Sergai Diduga Tutup Mata Kasus Ribuan Ikan Mati di Sungai Liberia yang Diduga Akibat Limbah Kilang Ubi. Ketua Gapoktan Sei Rejo Pastikan Perbaikan Pintu Air Irigasi Rampung Keseluruhannya Sesuai Spesifikasi. *KEJATI SUMUT RAIH PENGHARGAAN SEBAGAI INSTANSI TERBAIK KE-II KINERJA PENGGUNA ANGGARAN SE SUMATERA UTARA Rajut Silaturahmi Dengan Elemen Mahasisws, Kejati Sumut Gelar Buka Puasa Bersama Cipayung Plus Sumatera Utara

Uncategorized

Management PTPN IV Regional 1 Kebun Tanah Raja Tidak Profesional Dalam Menjalankan Usahanya.

badge-check


					Management PTPN IV Regional 1 Kebun Tanah Raja Tidak Profesional Dalam Menjalankan Usahanya. Perbesar

Sergai. –  Media Indonesia –  Management PTPN IV Regional 1 Kebun Tanah Raja kedapatan tidak profesional dalam menjalankan usahanya, terlihat ketika karyawannya dalam mengumpulkan hasil dari Kebun karet berupa kompo dan lateks (Karet cair)) nya di TPH (Tempat Pengumpulan Hasil), karena tidak ditimbang untuk mengetahui berapa kilo gram (Kg) per karyawannya, serta tidak ada melakukan pengukuran kemurnian Lateks dengan menggunakan Metrolak guna untuk mengetahui Kadar Karet Kering ( KKK).

Hal tersebut ditemukan ketika awak Media melintasi dan berkunjung ke TPH Afdeling II, III dan IV Kebun Tanah Raja pada hari Sabtu (04/10/2025).

Ketika awak Media berada di TPH Afdeling III terlihat jelas ketika karyawan yang datang membawa lateks tidak di timbang dan tidak di ukur kemurnian lateks dengan menggunakan Metrolak, tapi langsung diangkat dan dituangkan ditempat penampunganya.

Ketika awak Media menanyakan langsung hal tersebut kepada Mandor yang ada ditempat namun tidak disebutkan namanya, mengatakan kenapa tidak ditimbang dikarenakan timbangannya lagi rusak dan kenapa tidak di ukur kemurnian lateks karena sudah lat pak, ” jawab sang Mandor.

Mendengar jawaban sang Mandor, awak Media sangat heran karena timbangan yang dibutuhkan untuk mengetahui berapa banyak hasil karyawannya, rusak, tapi kenapa tidak di usahakan yang baru, dan tidak di ukur kemurnian lateksnya guna mengetahui Kadar Kering Karet nya, namun tidak dilakukan, tentu menjadi tanda tanya besar, karena disinilah ketidak profesionalan Kebun Tanah Raja, karena tidak melakukan usahanya sesuai dengan Intruksi Kerja (IK) yang sudah ditetapkan oleh Perusahaan.

Kemudian awak Media berusaha konfirmasi kepada bapak Ginting selaku Askep (Asisten Kepala) Kebun Tanah Raja melalui via Whatsapp nya pada hari Sabtu (04/10/2025) sekitar pukul 20 : 28 Wib, yang mana awak Media menanyakan mengapa ketika karyawan yang datang ke TPH membawa kompo dan lateks tidak ditimbang, namun hingga berita ini sudah dinaikkan belum juga ada jawabannya padahal sudah centang dua.

Diharapkan dengan adanya berita ini, agar pihak Management Holding PTPN segera menindak dengan tegas dan mengevaluasi dari kinerja karyawannya baik tingkat karyawan pelaksana maupun karyawan pimpinan (Karpim) yang tidak profesional dalam kinerjanya karena tidak sesuai dengan IK Perusahaan, karena perbuatan tersebut dapat mempengaruhi kualitas dari hasil lateks karena tidak tau kadar kemurniannya sehingga dapat merugikan perusahaan tentu nya. (Syahrial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pembangunan Tengki Septik Individu Pendesaan Desa kuta Tengah Penanggalan 50 kk Tahun 2024 Sumber Dana DAK Terbengkalai Dan Belum Bisa Gunakan Di Duga Oknum DPRK Ikut Penyebabnya.

27 Januari 2026 - 13:04 WIB

Kapolres Sergai Abaikan Konfirmasi Awak Media Terkait Aktivitas Galian C.

27 Januari 2026 - 01:01 WIB

Jawaban Peristiwa Hukum & Alat Bukti Termohon dalam Perkara Praperadilan Nomor 2/Pid.Pra/2026/PN Mdn., Diduga Sarat Rekayasa Hukum dan Upaya Paksa*

25 Januari 2026 - 12:58 WIB

SINERGI LINGKUNGAN GEOGRAFI SMAN 1 RUNDENG BERSAMA KETUA PGRI CAB KEC.RUNDENG

24 Januari 2026 - 07:35 WIB

HIMAPPKOS-SU Soroti Polemik Penarikan Dana Darurat Bencana di Kota Subulussalam.

21 Januari 2026 - 12:34 WIB

Trending di Uncategorized