Menu

Mode Gelap
Usung Tema Revitalisasi Kader, PC HIMMAH Deli Serdang Periode 2026–2028 Resmi Dilantik Lintas 98 Sumut: Kepemimpinan Presiden Prabowo Dinilai Mulai Mengarahkan Demokrasi Menuju Pemerataan Kesejahteraan. GEMPA Sumut Akan Gelar Aksi di Kejati Sumut, Diduga Pejabat Tinggi Kab. Langkat Menguasai Proyek di PT. LNK Melalui PT. CKM Asisten dan Mandor 1 Afdeling VII Kebun Rambutan PTPN 4, Bungkam dan Blokir Kontak Awak Media, Terkait Regulasi K3 dan Isu Pekerjakan Anak Dibawah Umur. Warga Dusun 6 Ancam Lakukan Aksi Protes Jika Aspirasi Mereka Tidak Dihiraukan, Terkait Darurat Lalat dan Bau Busuk yang Masih Merebak. Kebun Rambutan PTPN IV Regional 1 Jadi Sorotan, Karena Diduga Gunakan Pekerja Informal dan Anak Dibawah Umur, Mendesak Pihak Management Tegakkan Regulasi K3.

Headline

Bungkam Ketika Dikonfirmasi Melalui Surat Resmi, Bupati Sergai Diduga Tutup Mata Kasus Ribuan Ikan Mati di Sungai Liberia yang Diduga Akibat Limbah Kilang Ubi.

badge-check


					Bungkam Ketika Dikonfirmasi Melalui Surat Resmi, Bupati Sergai Diduga Tutup Mata Kasus Ribuan Ikan Mati di Sungai Liberia yang Diduga Akibat Limbah Kilang Ubi. Perbesar

SERGAI  –  Media Indonesia –  Tragedi ekologis di Sungai Liberia, Desa Liberia, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Sumut, yang mengakibatkan ribuan ikan mati mendadak, tampaknya menemui jalan buntu. Hingga hari ini, kasus yang diduga kuat akibat pencemaran limbah cair kilang ubi tersebut tidak kunjung diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis (12/03/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, awak media telah melayangkan surat konfirmasi resmi kepada  Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya, pada tanggal 04 Maret 2026, terkait kelanjutan penanganan kasus ini. Namun, hingga berita ini diturunkan, surat tersebut tidak mendapatkan jawaban atau respons apapun.

Sikap diam ini menimbulkan kecurigaan serius di kalangan masyarakat dan publik. Dugaan “main mata” antara pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sergai dengan pengusaha kilang ubi semakin menguat, mengingat lambannya pengumuman hasil laboratorium yang sudah keluar pada tanggal 09 Februari 2026, dan meskipun kasus sudah berlangsung lebih dari satu bulan.

“Hasil Lab Misterius.”

Sudah satu bulan lebih hasil uji sampel air dari DLH tidak dipublikasikan secara transparan. Jika tidak ada yang ditutupi, mengapa sulit sekali mengumumkan hasil lab tersebut? Ini menimbulkan persepsi buruk bagi masyarakat dan publik yang menduga bahwa DLH Sergai melindungi pengusaha nakal.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sergai, Reza Firmansyah, juga dikabarkan memilih bungkam saat dikonfirmasi terkait temuan ikan mati di aliran sungai Liberia tersebut. Investigasi lapangan menunjukkan dugaan kuat bahwa limbah cair dari pabrik kilang ubi yang berada di Dusun 5 Kampung Pulo milik Galiong/Amin dan di Dusun 6 Kampung Padang milik Cunglai yang dijalankan oleh Badol, Desa Simpang Empat Kecamatan Sei Rampah, yang diduga kuat menjadi penyebab utama.

Selain DLH, pihak Polres Sergai juga dinilai tertutup dalam memberikan informasi mengenai perkembangan hasil laboratorium. Ketidakresponsifan Bupati Sergai dan jajarannya dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap kelestarian lingkungan dan kesehatan warga desa yang sungainya diduga sudah tercemar oleh limbah kilang ubi, terlihat dengan ditemukannya ribuan ikan mati massal.

Masyarakat menuntut ketegasan Bupati Sergai untuk segera meminta DLH Sergai segera menyelesaikan permasalahan kasus ini, seperti dengan mempublikasikan hasil laboratorium yang telah keluar demi kepastian hukum, serta mengambil tindakan hukum tegas terhadap kilang ubi jika terbukti mencemari sungai Liberia yang mengakibatkan ribuan ikan mati massal. (Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Viral Pemberitaan Masalah Bansos di Facebook, Pemdes Mangga Dua Diduga Intimidasi Warga Miskin, Tuai Sorotan.

23 Juni 2026 - 17:41 WIB

Penyaluran Bantuan Pangan di Desa Lidah Tanah Diduga Tak Tepat Sasaran, Warga Miskin Terlewat, Pejabat Setempat Bungkam.

14 Juni 2026 - 11:05 WIB

Sudah Sebulan Diteror Ribuan Lalat, Warga Sukajadi Desak Pemerintah Evaluasi Usaha Peternakan Ayam yang Diduga Juga Tak Berizin.

12 Juni 2026 - 13:36 WIB

Legalitas Pasokan Bahan Baku Pada Operasional PKS Mini di Pematang Kuala Jadi Pertanyaan dan Sorotan Publik.

11 Juni 2026 - 12:40 WIB

SMK Tarbiyah Islamiyah di Deli Serdang Kebakaran

11 Juni 2026 - 06:07 WIB

Trending di Berita