Menu

Mode Gelap
DPD KNPI Kota Medan Dinakhodai Matius Situmorang SH, MH Resmi Dilantik, Dorong Pemuda Produktif dan Kolaboratif Jika Desil 8-10 Tak Ditanggung, RSUDYA Tapaktuan Terancam Bangkrut Akhir 2026 Kerusakan Jembatan di Jalan Produksi Kebun Tanah Raja Diduga Akibat Aktivitas Pihak Luar dan Perbaikan Dinilai Asal Jadi. Kejaksaan Negeri Karo Gelar Coffee Morning Bersama Media, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Humanis dan Transparan Diduga Edarkan Sabu di Payung, Pria “Teger King” Diciduk Polisi Chorinus Eric Nerokou Buka Workshop Litigation Skill PLN Bahas Perkembangan KUHP-KUHAP Baru

Headline

Bungkam Ketika Dikonfirmasi Melalui Surat Resmi, Bupati Sergai Diduga Tutup Mata Kasus Ribuan Ikan Mati di Sungai Liberia yang Diduga Akibat Limbah Kilang Ubi.

badge-check


					Bungkam Ketika Dikonfirmasi Melalui Surat Resmi, Bupati Sergai Diduga Tutup Mata Kasus Ribuan Ikan Mati di Sungai Liberia yang Diduga Akibat Limbah Kilang Ubi. Perbesar

SERGAI  –  Media Indonesia –  Tragedi ekologis di Sungai Liberia, Desa Liberia, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Sumut, yang mengakibatkan ribuan ikan mati mendadak, tampaknya menemui jalan buntu. Hingga hari ini, kasus yang diduga kuat akibat pencemaran limbah cair kilang ubi tersebut tidak kunjung diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis (12/03/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, awak media telah melayangkan surat konfirmasi resmi kepada  Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya, pada tanggal 04 Maret 2026, terkait kelanjutan penanganan kasus ini. Namun, hingga berita ini diturunkan, surat tersebut tidak mendapatkan jawaban atau respons apapun.

Sikap diam ini menimbulkan kecurigaan serius di kalangan masyarakat dan publik. Dugaan “main mata” antara pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sergai dengan pengusaha kilang ubi semakin menguat, mengingat lambannya pengumuman hasil laboratorium yang sudah keluar pada tanggal 09 Februari 2026, dan meskipun kasus sudah berlangsung lebih dari satu bulan.

“Hasil Lab Misterius.”

Sudah satu bulan lebih hasil uji sampel air dari DLH tidak dipublikasikan secara transparan. Jika tidak ada yang ditutupi, mengapa sulit sekali mengumumkan hasil lab tersebut? Ini menimbulkan persepsi buruk bagi masyarakat dan publik yang menduga bahwa DLH Sergai melindungi pengusaha nakal.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sergai, Reza Firmansyah, juga dikabarkan memilih bungkam saat dikonfirmasi terkait temuan ikan mati di aliran sungai Liberia tersebut. Investigasi lapangan menunjukkan dugaan kuat bahwa limbah cair dari pabrik kilang ubi yang berada di Dusun 5 Kampung Pulo milik Galiong/Amin dan di Dusun 6 Kampung Padang milik Cunglai yang dijalankan oleh Badol, Desa Simpang Empat Kecamatan Sei Rampah, yang diduga kuat menjadi penyebab utama.

Selain DLH, pihak Polres Sergai juga dinilai tertutup dalam memberikan informasi mengenai perkembangan hasil laboratorium. Ketidakresponsifan Bupati Sergai dan jajarannya dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap kelestarian lingkungan dan kesehatan warga desa yang sungainya diduga sudah tercemar oleh limbah kilang ubi, terlihat dengan ditemukannya ribuan ikan mati massal.

Masyarakat menuntut ketegasan Bupati Sergai untuk segera meminta DLH Sergai segera menyelesaikan permasalahan kasus ini, seperti dengan mempublikasikan hasil laboratorium yang telah keluar demi kepastian hukum, serta mengambil tindakan hukum tegas terhadap kilang ubi jika terbukti mencemari sungai Liberia yang mengakibatkan ribuan ikan mati massal. (Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Si Jago Merah Melahap PT Argo KIM Medan, Api Disertai Asap Tebal Bikin Mencekam

25 April 2026 - 17:10 WIB

3 Bulan Kasus Ikan Mati Massal di Sungai Liberia Menggantung Tanpa Kejelasan, Polres Sergai Limpahkan Kasusnya ke Dinas Perkim & LH Sergai.

25 April 2026 - 13:20 WIB

Sungai Buluh Diterjang Abrasi Akibatkan Pintu Air Roboh, Pemkab Sergai Dinilai Lamban Merespon.

24 April 2026 - 15:54 WIB

Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Ikan, Wakil Wali Kota Sibolga Diperiksa Polda Sumut Sampai Malam

23 April 2026 - 11:13 WIB

TPA Sampah di Kebun Adolina Jadi Sorotan Tajam Publik, Namun Sikap Boy R. Sihombing Kabid PKP LH Sergai Tertutup dan Tidak Konsisten, “Timbulkan Tanda Tanya.”

16 April 2026 - 19:14 WIB

Trending di Headline