Menu

Mode Gelap
Lintas 98 Sumut: Kepemimpinan Presiden Prabowo Dinilai Mulai Mengarahkan Demokrasi Menuju Pemerataan Kesejahteraan. GEMPA Sumut Akan Gelar Aksi di Kejati Sumut, Diduga Pejabat Tinggi Kab. Langkat Menguasai Proyek di PT. LNK Melalui PT. CKM Asisten dan Mandor 1 Afdeling VII Kebun Rambutan PTPN 4, Bungkam dan Blokir Kontak Awak Media, Terkait Regulasi K3 dan Isu Pekerjakan Anak Dibawah Umur. Warga Dusun 6 Ancam Lakukan Aksi Protes Jika Aspirasi Mereka Tidak Dihiraukan, Terkait Darurat Lalat dan Bau Busuk yang Masih Merebak. Kebun Rambutan PTPN IV Regional 1 Jadi Sorotan, Karena Diduga Gunakan Pekerja Informal dan Anak Dibawah Umur, Mendesak Pihak Management Tegakkan Regulasi K3. Anggota DPRD Sumut Partai Nasdem Terseret Dugaan Prostitusi, LKK Sumut: Jangan Kotori Marwah Umat dan DPRD Sumut!

Headline

Pelapor Kasus Ribuan Ikan Mati Massal Diduga Akibat Limbah Kilang Ubi, Feber Andro Sirait, Mengaku Tidak Tahu Perkembangan Hasil Lab, “Memunculkan Tanda Tanya Besar.”

badge-check


					Pelapor Kasus Ribuan Ikan Mati Massal Diduga Akibat Limbah Kilang Ubi, Feber Andro Sirait, Mengaku Tidak Tahu Perkembangan Hasil Lab, “Memunculkan Tanda Tanya Besar.” Perbesar

SERGAI – Media Indonesia – Kasus dugaan pencemaran limbah kilang ubi yang mengakibatkan ribuan ikan mati massal di Sungai Liberia, Desa Liberia, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) kini memunculkan tanda tanya besar. Kejanggalan muncul justru dari pernyataan dari pihak pelapor yang seolah “buta” terhadap progres kasus yang diadukannya sendiri.

Feber Andro Sirait, Ketua LSM Wahana Anugrah Alam Jagat Raya (WAAJR) Sergai, selaku pihak yang melaporkan kasus ini ke Polres Sergai, mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan saat dikonfirmasi awak media. Meskipun membenarkan telah membuat laporan resmi, ia mengaku tidak mengetahui perkembangan signifikan mengenai kasus tersebut.

“Emang benar saya yang melaporkan ke polres, tapi saya tidak tahu sudah sampai mana progresnya mengenai kasus tersebut karena saya belum mendapatkan perkembangannya, namun masih berjalan di polres, ” ujar Feber saat dikonfirmasi awak media melalui via telpon Whatsapp,” pada hari Jum’at 03 April 2026.

Poin yang paling disoroti adalah ketidaktahuan pelapor mengenai hasil uji laboratorium. Ironisnya, hasil lab tersebut dikabarkan sudah keluar sejak tanggal 9 Februari 2026, namun Feber baru mengetahuinya saat awak media melakukan konfirmasi.

“Saya belum ada menerima hasil labnya, dan saya baru tahu kalau hasil labnya sudah keluar tanggal 9 Februari. Coba nanti saya konfirmasikan ke pihak mereka,” tambahnya.”

Kondisi ini dinilai sangat janggal bagi sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bertindak sebagai pelapor. Pasalnya, sebagai pihak yang menginisiasi laporan hukum atas tragedi ekologis yang merugikan ekosistem sungai tersebut, pelapor seharusnya proaktif dalam mengawal setiap tahapan, termasuk mengejar hasil uji laboratorium yang menjadi bukti kunci.

Ketidaktahuan pelapor mengenai hasil Lab nya yang sudah hampir dua bulan ini menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat: apakah ada hambatan komunikasi dengan pihak kepolisian, ataukah ada faktor lain yang membuat progres kasus ini seolah “menggantung” tanpa kejelasan hukum bagi lingkungan hidup di Sergai.

Sementara pihak DLH Sergai dan Polres Sergai yang belum juga mempublikasikan hasil Lab tersebut hingga saat ini dengan beralasan masih dalam penyelidikan karena adanya laporan dari Feber, sementara Feber sendiri sebagai pelapor mengaku belum mengetahui ataupun menerima hasil Lab tersebut, tentu ini menjadi tanda tanya besar bagi publik, “ada apa dengan kasus ini.”

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat dan publik masih menunggu langkah nyata dari pelapor untuk segera mengonfirmasi hasil lab tersebut dan segera mempublikasikannya, demi kepastian hukum, agar dalang di balik matinya ribuan ikan di Sungai Liberia dapat segera terungkap dan diproses secara hukum. (Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Viral Pemberitaan Masalah Bansos di Facebook, Pemdes Mangga Dua Diduga Intimidasi Warga Miskin, Tuai Sorotan.

23 Juni 2026 - 17:41 WIB

Penyaluran Bantuan Pangan di Desa Lidah Tanah Diduga Tak Tepat Sasaran, Warga Miskin Terlewat, Pejabat Setempat Bungkam.

14 Juni 2026 - 11:05 WIB

Sudah Sebulan Diteror Ribuan Lalat, Warga Sukajadi Desak Pemerintah Evaluasi Usaha Peternakan Ayam yang Diduga Juga Tak Berizin.

12 Juni 2026 - 13:36 WIB

Legalitas Pasokan Bahan Baku Pada Operasional PKS Mini di Pematang Kuala Jadi Pertanyaan dan Sorotan Publik.

11 Juni 2026 - 12:40 WIB

SMK Tarbiyah Islamiyah di Deli Serdang Kebakaran

11 Juni 2026 - 06:07 WIB

Trending di Berita