Menu

Mode Gelap
Dugaan Asal Jadi, Proyek Optimasi Lahan Sawah Rp 460 Juta di Mangga Dua Sergai Dipertanyakan. Markas Perjudian di Kota Baru yang Digrebek Jatanras Polda Sumut Kembali Beroperasi, Terduga Bandar Tantang Polisi Kapolresta Deli Serdang Kurang “Bergairah” Memberantas Perjudian yang Meresahkan Masyarakat, Butuh Dukungan Mabes Polri dan Polda Sumut PT PHPO Salurkan Beasiswa Prestasi ke SMKN 3 Medan Ketua Bobylovers Sumut Soroti Dugaan Monopoli Proyek Pengadaan Meubelair di Disdik Sumut DUKUNG OPTIMALISASI PEMULIHAN ASET

Headline

Massa HMI,GMNI,IPNU,PMII,IPK Dan KNPI Kepung Polers Dairi Bawa keranda simbol ‘Matinya’ Penegakan Hukum

badge-check

Mediaindonesia.org – Dairi. Ratusan massa terdiri dari berbagai organisasi kepemudaan (OKP) dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Mapolres Dairi, Senin (13/4/2026). Aksi yang tergabung dalam Forum Peduli Keadilan dan Penegakan Hukum ini memadati Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang.

Aksi yang dimotori organisasi, seperti KNPI, IPK, HMI, GMNI, IPNU, dan PMII tersebut berlangsung dramatis. Massa bahkan membawa keranda mayat sebagai simbol “matinya” penegakan hukum di Kabupaten Dairi.

Koordinator aksi, Arifatullah Manik, dalam orasinya menegaskan bahwa reformasi birokrasi di tubuh kepolisian, khususnya di Satreskrim dan Sat Narkoba Polres Dairi, merupakan hal yang tidak bisa ditawar.

“Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa penegakan hukum di Polres Dairi sedang tidak baik-baik saja. Banyak laporan mandek, bahkan terkesan ada persekongkolan antara aparat dengan bandar narkoba,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tujuh tuntutan utama, yakni:

1. Mendesak reformasi birokrasi penegakan hukum.

2. Mengusut dugaan praktik jual beli perkara.

3. Mempertanyakan efektivitas DPO.

4. Menghentikan dugaan persekongkolan aparat dengan bandar narkoba.

5. Menolak praktik tebang pilih perkara.

6. Menyoroti kondisi darurat sosial penegakan hukum.

7. Mendesak percepatan penanganan kasus di Satreskrim.

Sekretaris IPK Dairi, Abdi Manullang, turut mengungkap sejumlah kasus yang memicu kekecewaan publik. Ia menyinggung kasus pengeroyokan terhadap anak seorang anggota polisi yang dinilai tidak ditangani maksimal.

“Ironis, anak polisi saja diduga tidak mendapat perlindungan hukum yang layak, apalagi masyarakat umum. Ada pelaku yang sudah menyerahkan diri, tetapi dilepaskan dengan alasan ingin melamar TNI,” ujarnya.

Selain itu, penanganan kasus narkoba juga menjadi sorotan. Massa menilai aparat lebih banyak menindak pengguna skala kecil, sementara bandar besar yang masuk daftar pencarian orang belum tersentuh.

Kritik juga disampaikan praktisi hukum, Arih Yaksana Bancin, yang membandingkan penanganan kasus di Polres Dairi dengan wilayah lain.

L“Di Polres Dairi, laporan terkesan jalan di tempat berbulan-bulan. Sementara di Polres Belawan, kasus serupa sudah P-21 dan siap disidangkan,” ungkapnya.

Menanggapi aksi tersebut, Kapolres Dairi, AKBP Otniel Siahaan, turun langsung menemui massa. Ia mengapresiasi aspirasi yang disampaikan dan berjanji melakukan evaluasi internal.

“Saya berterima kasih atas masukan ini. Jika ada penegakan hukum yang belum maksimal, saya berkomitmen melakukan perbaikan. Tidak ada intervensi hukum dari saya kepada Satreskrim maupun Sat Narkoba,” tegasnya.

Kapolres juga mengimbau masyarakat yang merasa dirugikan untuk melapor melalui fungsi pengawasan internal seperti Propam atau Irwasda.

Aksi sempat berlangsung tegang, namun berakhir kondusif dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. ( RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PT PHPO Salurkan Beasiswa Prestasi ke SMKN 3 Medan

15 Mei 2026 - 06:04 WIB

DUKUNG OPTIMALISASI PEMULIHAN ASET

13 Mei 2026 - 12:56 WIB

Respon Cepat Laporan Masyarakat, Sat Reskrim Polres Sergai Sisir Lokasi Diduga Tempat Perjudian di Sei Bamban.

12 Mei 2026 - 17:12 WIB

TRANSPARANSI DIPERTANYAKAN: Dana Rp 2 Miliar Revitalisasi SMPN 1 Satu Atap Sukabangun, RAB Disembunyikan, Dugaan Pelanggaran Terbuka

12 Mei 2026 - 09:28 WIB

Kasi Penkum : “Tidak Benar Tuduhan Kalau Jaksa Anti Kritik”

11 Mei 2026 - 16:48 WIB

Trending di Nasional