Menu

Mode Gelap
M. Syahrudi Ketua GM FKPPI PC 0223 Sergai Bersama Partai PSI Konsultasi ke Ombudsman Terkait Pertanian Padi Desa Pulau Tagor yang Kekeringan Menahun, Berupaya Ada Tindakan Nyata. Terkait Misteri 3 Bulan Dana Kutip Kompo yang Belum Diberikan Kepada Karyawan Penderes: Jawaban Humas Kebun Tanah Raja Dinilai Menggantung. Petani Desa Mangga Dua Menjerit Karena Pupuk Bersubsidi Dijual Melebihi HET yang Telah Ditetapkan Oleh Pemerintah. UKW Angkatan 76, PWI Sumut Bersama Kejatisu Uji Wartawan Profesional Mendapat Laporan Masarakat, Polsek Tigabinanga Gerak Cepat, Gerebek Dan Amankan 3 Pelaku Pengguna Narkoba Jenis Sabu Tiga Bulan Belum Cair Uang Kutip Kompo, Penderes PTPN IV Regional 1 Kebun Tanah Raja Pertanyakan Tekhnis Kutip Kompo.

Berita

M. Syahrudi Ketua GM FKPPI PC 0223 Sergai Bersama Partai PSI Konsultasi ke Ombudsman Terkait Pertanian Padi Desa Pulau Tagor yang Kekeringan Menahun, Berupaya Ada Tindakan Nyata.

badge-check


					M. Syahrudi Ketua GM FKPPI PC 0223 Sergai Bersama Partai PSI Konsultasi ke Ombudsman Terkait Pertanian Padi Desa Pulau Tagor yang Kekeringan Menahun, Berupaya Ada Tindakan Nyata. Perbesar

SERGAI – Media Indonesia – Masalah kekeringan yang melanda lahan pertanian padi di Desa Pulau Tagor, Kecamatan Serba jadi Kabupaten Serdang Bedagai, kini sudah berlangsung bertahun-tahun dan menjadi keluhan utama para petani setempat. Kondisi ini menyebabkan ribuan hektar sawah gagal panen, produksi menurun drastis, dan kesejahteraan petani terancam, namun hingga saat ini belum ada solusi tuntas dan penanganan maksimal dari pihak terkait, Jum’at (05/06/2026).

 

Menyikapi hal tersebut, M. Syahrudi, selaku Ketua Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI/Polri (GM FKPPI) Pengurus Cabang (PC)0223 Serdang Bedagai, turun tangan dan melakukan langkah tegas dengan menggelar pertemuan serta konsultasi resmi ke Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara, guna mendesak adanya tindakan nyata dan penyelesaian segera .

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keseriusan itu, M. Syahrudi didampingi jajaran pengurus perwakilan warga desa, Dan Partai Sodaritas Indonesia (PSI) memaparkan secara rinci kondisi di lapangan. Ia menjelaskan bahwa Desa Pulau Tagor merupakan salah satu lumbung pangan penting di wilayah Serdang Bedagai, namun sejak beberapa tahun terakhir, irigasi utama tidak lagi berfungsi optimal, sumber air menyusut drastis, dan curah hujan yang tidak menentu membuat lahan pertanian terus mengalami kekeringan parah setiap musim tanam .

“Sudah bertahun-tahun petani di sini menderita. Sawah retak-retak, tanaman padi mati sebelum berbuah, biaya bertani habis tapi hasilnya nihil. Kami sudah sampaikan ke dinas terkait, namun penanganan yang diberikan belum sampai ke akar masalah, belum ada perbaikan saluran air, atau pengaturan irigasi yang memadai. Ini merugikan Puluhan Hektar, keluarga dan mengancam ketahanan pangan daerah kita,” ungkap M. Syahrudi saat menyampaikan keluhan di hadapan pihak Ombudsman, Selasa (2/6/2026).

Sebagai organisasi yang lahir dari nilai pengabdian dan kepedulian sosial, GM FKPPI tidak bisa diam melihat penderitaan warga. M. Syahrudi menegaskan, langkah konsultasi ke Ombudsman adalah bentuk tanggung jawab dan upaya agar pelayanan publik di sektor pertanian dan pengairan benar-benar berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

“Kami datang ke sini bukan sekadar mengadu, tapi meminta pengawasan dan mendesak instansi terkait Dinas Pertanian, Dinas Pengairan, maupun pemerintah kabupaten untuk segera bertindak nyata. Jangan hanya janji atau laporan di atas kertas, tapi buktikan perhatiannya dengan membangun sarana air, memperbaiki saluran irigasi, dan memberikan bantuan teknis maupun pendampingan kepada petani. Kekeringan ini sudah menahun, tidak boleh dibiarkan berlanjut lagi,” tegasnya.

Pihak Ombudsman menyambut baik laporan dan inisiatif yang dilakukan GM FKPPI. Perwakilan Ombudsman berjanji akan segera menindaklanjuti, melakukan pengecekan ke lokasi, memanggil instansi terkait, serta memastikan bahwa kewajiban pelayanan publik di bidang pertanian dan irigasi di Desa Pulau Tagor terlaksana dengan baik dan tidak ada kelalaian yang merugikan masyarakat .

ktua GM FKPPI, M. Syahrudi juga menegaskan komitmen organisasinya untuk terus mendampingi warga sampai masalah ini selesai. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, pemuda, dan tokoh desa untuk bersatu, menyampaikan data dan fakta yang akurat, serta mengawasi setiap upaya yang dilakukan pemerintah.

“Kami anak-anak purnawirawan mewarisi semangat berjuang dan membela kepentingan rakyat. Di sini kami buktikan, keberadaan kami harus bermanfaat dan menjadi pengawal kepentingan masyarakat. Masalah air dan pertanian adalah urusan nyawa, urusan pangan, dan urusan masa depan daerah. Kami akan terus berjuang sampai ada solusi konkret, air mengalir ke sawah, dan petani bisa kembali berharap panen melimpah,” pungkas M. Syahrudi.

Langkah ini mendapat apresiasi luas dari warga Desa Pulau Tagor yang merasa suara mereka akhirnya didengar dan diperjuangkan. Warga berharap, melalui peran aktif GM FKPPI dan pengawasan Ombudsman, masalah kekeringan yang sudah lama membebani mereka segera menemukan jalan keluar terbaik. (Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Terkait Misteri 3 Bulan Dana Kutip Kompo yang Belum Diberikan Kepada Karyawan Penderes: Jawaban Humas Kebun Tanah Raja Dinilai Menggantung.

4 Juni 2026 - 23:25 WIB

Tiga Bulan Belum Cair Uang Kutip Kompo, Penderes PTPN IV Regional 1 Kebun Tanah Raja Pertanyakan Tekhnis Kutip Kompo.

3 Juni 2026 - 04:58 WIB

Muara Kejahatan Ada di Peredaran Narkoba dan Perjudian, Pemuda ini Mengaku Merampok Demi Modal Berjudi

2 Juni 2026 - 05:21 WIB

Abdul Salim, Kabiro Media NewsRi Sergai Mengucapkan Selamat Hari Kelahiran Pancasila 1Juni.

1 Juni 2026 - 14:18 WIB

Akses Jalan Badan Sungai Desa Liberia Nyaris Putus, Perbaikan Gorong – Gorong Belum Terealisasi.

1 Juni 2026 - 10:55 WIB

Trending di Berita