Menu

Mode Gelap
TPA Sampah di Kebun Adolina Jadi Sorotan Tajam Publik, Namun Sikap Boy R. Sihombing Kabid PKP LH Sergai Tertutup dan Tidak Konsisten, “Timbulkan Tanda Tanya.” PT PHPO KIM Bantu Pemasangan Paving Block di Lorong Gereja Desa Saentis Peduli Akan Sampah, Made Hiroki Dukung Pembangunan PSEL di TPA Suwung. Dua Kali Mangkir Pemeriksaan Mantan Dirut PT Graha Konstruksi Sejati Ditangkap di Jakarta Hampir 3 Bulan Kasus Pencemaran Sungai Liberia Tanpa Ada Kejelasan, Kinerja dan Integritas Reza Firmansyah Kadis Perkim & LH Sergai Dipertanyakan. Sosok Caketum HIPMI Dr. Anthony Leong di Mata Pengusaha Muda Maxie Asmara.

Ragam

Kebun Rambutan Pertaruhkan Nyawa Pemanennya Demi Produksi.

badge-check


					Kebun Rambutan Pertaruhkan Nyawa Pemanennya Demi Produksi. Perbesar

Sergai –  Media indonesia – PTPN IV regional 1, Kebun Rambutan Pertaruhkan nyawa karyawan pemanennya demi mengejar produksi, tanpa menghiraukan keselamatan karyawannya dalam bekerja, hal tersebut terlihat ketika karyawan PKWT pemanen lagi memanen sawit dibawah jaringan listrik tegangan tinggi tanpa menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) yang baik, lengkap dan benar, Selasa (24/02/2026).
Hal tersebut didapati awak Media ketika karyawan PKWT pemanen lagi memanen dibawah jaringan listrik tegangan tinggi di Afdeling VII, Kebun Rambutan, tepatnya di pinggir Jalinsum Medan – T. Tinggi, Desa Sei Bamban kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Sergai, pada hari Kamis, 19 Februari 2026.
Dan ketika awak Media tanya siapa namanya, pemanen tersebut menjawab, namanya Doni, Mandor nya Cipto dan Asisten nya Saragih. Dan ketika ditanya kembali kok tidak pake APD ketika memanen di bawah jaringan listrik tegangan tinggi, “gimana ya bang, karena kami disuruh kerja, ya kerjakan aja, soal APD kami nggak tau,” Jawabnya, meskipun terlihat pemanen tersebut memakai sepatu boot yang masih baru, tetapi tanpa pakai helm, kaca mata, sarung tangan dan fiber glas yang spesial untuk manen dibawah jaringan listrik tegangan tinggi.
Apa yang ditemukan awak Media tersebut, itu tentu sangat berbahaya bagi pemanen, karena tidak menggunakan APD yang benar dan lengkap, karena bisa fatal akibatnya bahkan bisa kehilangan nyawa taruhannya, tentu disini pihak Management Kebun Rambutan salah besar karena tidak menjalankan Sistem Management Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan perusahaan PTPN IV, khususnya di regional 1.
Sedangkan SOP (Standar Operating Prrocedure) PTPN IV, khususnya regional 1, Kebun Rambutan, dalam memanen kelapa sawit dibawah atau di dekat jaringan listrik tegangan tinggi/menengah (SUTET/SUTM) berfokus pada keselamatan kerja (K3) yang ketat guna untuk menghindari serangan listrik fatal.
Berikut adalah poin – poin utama SOP PTPN IV terkait dalam memanen dibawah jaringan listrik tegangan tinggi/menengah :
1. APD Pemanen yaitu wajib menggunakan helm safety, kaca mata pelindung, sarung tangan, sepatu boots serta alat egrek atau dodos fiber glas yang isolator.
2. APD Mandor yaitu, helm, sepatu boots dan tas P3K.
Dan pada saat kerja panen, pemanen wajib diawasi oleh Mandor guna untuk memastikan prosedur tersebut dipatuhi, namun kenyataannya Mandor tidak ada terlihat ketika pemanen sedang bekerja memanen dibawah jaringan listrik tegangan tinggi di afdeling VII tersebut, tentu hal tersebut sudah sangat fatal apa yang sudah dilakukan oleh pihak Kebun Rambutan, khususnya di afdeling VII.
Sehingga diharapkan dengan adanya berita ini, pihak Management Holding PTPN, khususnya regional 1, agar mengambil tindakan tegas terhadap Manager Kebun Rambutan dan jajarannya karena telah mengabaikan keselamatan karyawannya karena tidak menjalankan SMK3, yang telah ditetapkan.
Dan juga Dinas ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Sergai agar segera menindak lanjuti temuan tersebut, sebelum hal – hal yang tidak diinginkan terjadi. Karena hal tersebut menandakan lemahnya pengawasan pihak Management Kebun Rambutan dalam melaksanakan SMK 3. (Syahrial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Manager Kebun Tanah Raja Bungkam Ketika dikonfirmasi secara resmi, terkait karyawan yang Tanpa APD Lengkap Ketika Bekerja.

28 Februari 2026 - 01:03 WIB

Gesuri Mesias Bintang Merah Anggota Dewan DPRD Kota Tangerang Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan Bersama Anggota PAC PDI perjuangan Ciledug.

27 Februari 2026 - 16:38 WIB

Karyawan Memanen Dibawah Jaringan Listrik Tegangan Tinggi Tanpa APD, Manager Kebun Rambutan Bungkam Saat Dikonfirmasi Resmi.

25 Februari 2026 - 23:14 WIB

Tingkatkan Sinergitas, Management PT Socfindo Kebun Matapao Terima Audensi Awak Media Dalam Suasana Kekeluargaan.

24 Februari 2026 - 12:19 WIB

Limbah Lateks di TPH Afdeling I Kebun Tanah Raja yang Diduga Mengandung B3, Tidak Ditangani Sesuai Dengan SOP.

22 Februari 2026 - 18:15 WIB

Trending di Ragam