Menu

Mode Gelap
Dinilai Intoleran, Kebijakan Kacabdis Wilayah I soal MTQ Tuai Kritik Pemuda Muhammadiyah Kota Medan Warga Pesisir Langkat Terancam, PLTU Pangkalan Susu Diminta Bertanggung Jawab Atas Pencemaran Abu Batu Bara dan Tumpahan Batu Bara ke Laut. Launching Kebun Plasma Tiga Desa, PT Laot Bangko Gandeng Pemko Subulussalam TPA Sampah di Kebun Adolina Jadi Sorotan Tajam Publik, Namun Sikap Boy R. Sihombing Kabid PKP LH Sergai Tertutup dan Tidak Konsisten, “Timbulkan Tanda Tanya.” PT PHPO KIM Bantu Pemasangan Paving Block di Lorong Gereja Desa Saentis Peduli Akan Sampah, Made Hiroki Dukung Pembangunan PSEL di TPA Suwung.

Berita

Dinilai Intoleran, Kebijakan Kacabdis Wilayah I soal MTQ Tuai Kritik Pemuda Muhammadiyah Kota Medan

badge-check


					Dinilai Intoleran, Kebijakan Kacabdis Wilayah I soal MTQ Tuai Kritik Pemuda Muhammadiyah Kota Medan Perbesar

Media Indonesia | Medan – Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Medan, Irsan Armadi, mendesak Gubernur Sumatera Utara untuk segera mengevaluasi Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Wilayah I terkait beredarnya himbauan larangan kepada pihak sekolah dalam berpartisipasi pada kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-59 Kota Medan.

Himbauan tersebut berisi arahan agar kepala sekolah tetap fokus pada pelaksanaan pembelajaran dan asesmen sekolah, serta tidak mengikuti kegiatan di luar agenda resmi Dinas Pendidikan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Kebijakan itu berdampak pada terbatasnya keterlibatan sekolah dalam berbagai rangkaian MTQ, termasuk kepanitiaan, pengerahan peserta, arak-arakan, hingga pawai.

Irsan menilai kebijakan tersebut tidak tepat dan berpotensi mengurangi nilai edukatif serta religius yang seharusnya menjadi bagian penting dalam pembinaan karakter siswa.

“Kami meminta Bapak Gubernur Sumatera Utara untuk memberikan ketegasan dan segera mengevaluasi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I. Ini bukan hanya soal teknis kegiatan, tetapi menyangkut penanaman nilai-nilai religius bagi generasi muda,” tegas Irsan Armadi.

Ia juga mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat. Menurutnya, jika tidak diluruskan, hal ini bisa memunculkan persepsi adanya pembatasan terhadap kegiatan keagamaan di lingkungan pendidikan.

“Jangan sampai ini menjadi polemik berkepanjangan dan menimbulkan anggapan adanya tindakan intoleransi. Jika pelarangan partisipasi dalam MTQ ini terus terjadi, dikhawatirkan ke depan dapat memicu diskriminasi terhadap keterlibatan siswa dalam kegiatan lainnya. Masyarakat tentu akan terus menyoroti hal ini,” tambahnya.

Irsan berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat segera mengambil langkah bijak dan proporsional, sehingga kegiatan akademik tetap berjalan tanpa mengesampingkan pembinaan nilai keagamaan melalui event seperti MTQ yang telah menjadi agenda rutin di Kota Medan. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peduli Akan Sampah, Made Hiroki Dukung Pembangunan PSEL di TPA Suwung.

15 April 2026 - 02:43 WIB

Sosok Caketum HIPMI Dr. Anthony Leong di Mata Pengusaha Muda Maxie Asmara.

14 April 2026 - 09:11 WIB

Bukit Indah Simarjarunjung Tempat Liburan Romantis Arjun & Amel, View Danau Toba Bikin Takjub

13 April 2026 - 13:19 WIB

Pabrik Cat di Medan Labuhan Terbakar, Beberapa Kali terdengar Beberapa Kali Ledakan

9 April 2026 - 17:15 WIB

Syafii Efendi Gugah Motivasi dan Semangat Ratusan Guru Tapsel

9 April 2026 - 01:49 WIB

Trending di Berita