SERGAI – Media Indonesia – Penanganan masalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Afdeling 1 Kebun Adolina, Desa Cilawan, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), kini memicu polemik baru. Bukan hanya soal sampah yang meluber hingga ke areal tanaman sawit, namun juga sikap Kepala Bidang (Kabid) PKP Dinas Lingkungan Hidup (LH) Sergai, Boy R. Sihombing, yang dinilai tidak konsisten dan terkesan menghindari wartawan.
Kejadian bermula saat Boy R. Sihombing memberikan pernyataan kepada Kevin (Askep A Kebun Adolina). Dalam pernyataannya, Boy meminta agar pihak kebun Adolina mengarahkan siapapun yang bertanya soal masalah sampah di lokasi tersebut untuk langsung menghubungi dirinya, Namun, saat awak media mencoba melakukan konfirmasi melalui pesan WhatsApp pada hari Rabu 15 April 2026, jawaban Boy justru bertolak belakang dengan instruksi sebelumnya.
Ia menyatakan bahwa dirinya bukanlah Kabid Persampahan. Selain itu, ia menegaskan bahwa konfirmasi tidak dilakukan melalui media (pesan singkat), melainkan harus datang langsung ke kantor.
“Mohon maaf pak, Saya bukan kabid persampahan dan kalau mau konfirmasi bukan lewat media tp kekantor. Trims.
Kami punya TPA bukan adolina dan cara sop persampahan ada di kabid persampahan.” Tulis Boy dalam WhatsApp nya, sebagai jawabannya dari konfirmasi awak Media.
Menanggapi permintaan tersebut, awak media kembali menghubungi Boy keesokan harinya Kamis 16 April, melalui via WhatsApp nya, untuk bertemu di kantor sebagaimana yang ia minta. Namun nahas, pesan tersebut hanya dibaca (centang biru) tanpa ada balasan sedikit pun hingga berita ini diturunkan.
“Sikap ini tentu menimbulkan tanda tanya besar. Awalnya menyuruh hubungi dia, lalu saat dihubungi bilang bukan bidangnya dan menyuruh ke kantor. Tapi saat awak Media chat mau ke kantor sesuai permintaannya, malah bungkam.”
Ketidakkonsistenan pernyataan Boy R. Sihombing ini memicu dugaan adanya upaya untuk menghindari kejaran media terkait persoalan TPA di Kebun Adolina. Jika tidak ada masalah serius, seharusnya pejabat publik bisa lebih transparan dan konsisten dalam memberikan keterangan, sesuai dengan keterbukaan informasi publik.Hingga saat ini, kondisi sampah yang meluber ke area produktif tanaman sawit di Afdeling 1 Kebun Adolina masih memerlukan kejelasan penanganan dari pihak terkait agar tidak merusak lingkungan lebih lanjut. (Syahrial).









