Menu

Mode Gelap
Cari Penerus Da’i Muda: Gebyar Ramadhan KOMDAM Sumut Jadi Wadah Kreativitas Hidupkan Budaya Melayu Tasyakuran II Tahun Permada Desa Teluk Piai: Momentum Perkuat Sinergi Mahasiswa dan Pemuda Rijal Ketua Gapoktan Desa Sei Rejo Diduga Berbohong, Klaim Sudah Selesai, Fakta Dilapangan Ditemukan 4 Pintu Air Irigasi yang Belum Diperbaiki. Lagi-lagi Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Demo Ratusan Mahasiswa, FMR-SU: “Slogan Medan Untuk Semua Hanya Pencitraan?” Patroli Malam dan Respons Laporan 110, Polres Tanah Karo Jaga Kondusivitas Kabanjahe PT PHPO Bantu 89 Paket Sembako Kepada Warga Desa Saentis

Uncategorized

Keberadaan Vendor di Kebun Tanah Raja Diduga Hanya Sebatas Formalitas Saja.

badge-check


					Keberadaan Vendor di Kebun Tanah Raja Diduga Hanya Sebatas Formalitas Saja. Perbesar

Sergai –  Media Indonesia –  Keberadaan Vendor selaku rekanan mitra kerja di Kebun Tanah Raja diduga kuat hanya sebatas formalitas saja, atau cuma namanya saja yang ada, namun faktanya mereka tidak melakukan apa yang menjadi pekerjaan mereka, karena pekerjaan tersebut masih dikerjakan sendiri oleh karyawan itu sendiri, seperti pada Vendor yang mengerjakan pekerjaan kutip kompo.
Karena sebagai mana diketahui, pekerjaan kutip kompo pada pekerjaan karet itu sudah dikerjakan oleh pihak vendor, yang berarti para karyawan penderes tidak lagi dibebankan untuk kutip kompo, karena sebelumnya pekerjaan tersebut emang dikerjakan oleh penderes itu sendiri, hal tersebut sesuai dengan keterangan dari Edi Suyanto Mandor Afdeling 2 dan Retno Pratama Asisten Afdeling 2, pada hari Senin (05/01/2026).
Namun sayangnya pihak Management Kebun Tanah Raja diduga tidak ada mensosialisasikan kepada para penderesnya, sehingga para penderes tidak mengetahui secara pasti nya mengenai tekhnis pekerjaan kutip kompo, karena merasa bekerja seperti biasanya meskipun dibayar oleh pihak vendor.
Sementara menurut informasi yang dihimpun awak Media, para penderes ada yang mengatakan bahwasannya pekerja kutip kompo itu mereka sendiri yang mencari dan sudah bekerja lama bukan dari vendor, kami kasih upah sebesar Rp 600.000 / bulan, sementara upah kutip kompo dari Mandor yang katanya dari Vendor sebesar Rp 480.000, makanya kami nombok Rp 120.000/ bulan.
Sementara di Mandoran Edi Suyanto, para penderes nya sendiri langsung yang melakukan kutip kompo, karena pekerja kutip kompo nya telah diberhentikan oleh Mandor Edi, meskipun dibayar kan upahnya.
Melihat hal tersebut, tentu pihak vendor tidak melakukan kewajibannya, karena semua itu masih dilakukan sendiri oleh para penderes nya, mulai dari memberikan upah kutip kompo oleh Mandor yang merupakan karyawan juga dan pelaksanaan kutip kompo juga karyawan penderes itu sendiri, sehingga peran dari pihak vendor tidak terlihat jadi terkesan hanya namanya saja namun yang bekerja dilapangan tetap juga karyawan itu sendiri, sementara pihak Management Kebun Tanah Raja juga tidak ada melakukan tindakan, tentu ini menjadi tanda tanya besar, ” Ada apa antara pihak Management Kebun Tanah Raja dengan pihak Vendor.” (Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pembangunan Tengki Septik Individu Pendesaan Desa kuta Tengah Penanggalan 50 kk Tahun 2024 Sumber Dana DAK Terbengkalai Dan Belum Bisa Gunakan Di Duga Oknum DPRK Ikut Penyebabnya.

27 Januari 2026 - 13:04 WIB

Kapolres Sergai Abaikan Konfirmasi Awak Media Terkait Aktivitas Galian C.

27 Januari 2026 - 01:01 WIB

Jawaban Peristiwa Hukum & Alat Bukti Termohon dalam Perkara Praperadilan Nomor 2/Pid.Pra/2026/PN Mdn., Diduga Sarat Rekayasa Hukum dan Upaya Paksa*

25 Januari 2026 - 12:58 WIB

SINERGI LINGKUNGAN GEOGRAFI SMAN 1 RUNDENG BERSAMA KETUA PGRI CAB KEC.RUNDENG

24 Januari 2026 - 07:35 WIB

HIMAPPKOS-SU Soroti Polemik Penarikan Dana Darurat Bencana di Kota Subulussalam.

21 Januari 2026 - 12:34 WIB

Trending di Uncategorized