Sergai – Media Indonesia – Keberadaan Vendor selaku rekanan mitra kerja di Kebun Tanah Raja diduga kuat hanya sebatas formalitas saja, atau cuma namanya saja yang ada, namun faktanya mereka tidak melakukan apa yang menjadi pekerjaan mereka, karena pekerjaan tersebut masih dikerjakan sendiri oleh karyawan itu sendiri, seperti pada Vendor yang mengerjakan pekerjaan kutip kompo.
Karena sebagai mana diketahui, pekerjaan kutip kompo pada pekerjaan karet itu sudah dikerjakan oleh pihak vendor, yang berarti para karyawan penderes tidak lagi dibebankan untuk kutip kompo, karena sebelumnya pekerjaan tersebut emang dikerjakan oleh penderes itu sendiri, hal tersebut sesuai dengan keterangan dari Edi Suyanto Mandor Afdeling 2 dan Retno Pratama Asisten Afdeling 2, pada hari Senin (05/01/2026).
Namun sayangnya pihak Management Kebun Tanah Raja diduga tidak ada mensosialisasikan kepada para penderesnya, sehingga para penderes tidak mengetahui secara pasti nya mengenai tekhnis pekerjaan kutip kompo, karena merasa bekerja seperti biasanya meskipun dibayar oleh pihak vendor.
Sementara menurut informasi yang dihimpun awak Media, para penderes ada yang mengatakan bahwasannya pekerja kutip kompo itu mereka sendiri yang mencari dan sudah bekerja lama bukan dari vendor, kami kasih upah sebesar Rp 600.000 / bulan, sementara upah kutip kompo dari Mandor yang katanya dari Vendor sebesar Rp 480.000, makanya kami nombok Rp 120.000/ bulan.
Sementara di Mandoran Edi Suyanto, para penderes nya sendiri langsung yang melakukan kutip kompo, karena pekerja kutip kompo nya telah diberhentikan oleh Mandor Edi, meskipun dibayar kan upahnya.
Melihat hal tersebut, tentu pihak vendor tidak melakukan kewajibannya, karena semua itu masih dilakukan sendiri oleh para penderes nya, mulai dari memberikan upah kutip kompo oleh Mandor yang merupakan karyawan juga dan pelaksanaan kutip kompo juga karyawan penderes itu sendiri, sehingga peran dari pihak vendor tidak terlihat jadi terkesan hanya namanya saja namun yang bekerja dilapangan tetap juga karyawan itu sendiri, sementara pihak Management Kebun Tanah Raja juga tidak ada melakukan tindakan, tentu ini menjadi tanda tanya besar, ” Ada apa antara pihak Management Kebun Tanah Raja dengan pihak Vendor.” (Tim).










