Sergai – Media Indonesia – Hasil investigasi yang dilakukan oleh awak Media Indonesia dilapangan dari penyebab banyaknya ikan pada mati di sungai Desa Liberia Kecamatan Teluk Mengkudu diduga kuat karena limbah cair dari kilang (pabrik) ubi yang berada di Dusun 5 Kampung Pulo dan Dusun 6 Kampung Padang Desa Simpang Empat Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Sergai, Rabu (21/01/2026).
Hal tersebut berdasarkan dari penelusuran awak Media Indonesia dari sungai yang berada di Desa Liberia hingga ke hulu sungai yang masuk dari parit yang ada di Kebun Tanah Raja melalui Mil 5 dan mil 10 dan kemudian sampai ke parit yang ada di Dusun 5 Kampung Pulo, yang mana disitu aliran parit bercabang yang satu menuju ke Kilang ubi yang berada di Dusun 5 milik Galiong / Amin dan yang satunya lagi menuju ke kilang di Dusun 6 milik Cunglai namun dikendalikan oleh Badol, karena Cunglai sudah meninggal.
Dari urutan aliran sungai yang menuju ke hulu sampai ke parit Kampung Pulo, awak Media mendapati fakta yaitu banyak ikan yang sudah pada mati dan airnya menimbulkan bau menyengat tak sedap.
Kemudian awak Media coba konfirmasi ke warga yang tidak ingin disebutkan identitasnya mengatakan, emang ini parit tempat buangan aliran limbah dari kedua kilang ubi tersebut, dan kadang ada juga hewan ternak yang mati seperti entok, mungkin karena bermain di saluran parit yang ada limbah nya, dan pada musim kemarau biasanya baunya sangat menyengat bang, ” Ungkapnya.”
Mendapati informasi dari warga, awak Media coba mendatangi kilang ubi milik Galiong/Amin, dan di lokasi terlihat aktivitas seperti biasanya dalam pengolahan ubi menjadi tepung tapioka, kemudian awak Media bertanya kepada seorang wanita yang ada dilokasi mengenai limbah, ” Bos nggak ada bang, kalau masalah limbah kemarin sudah ada yang datang dari Polres bang dan Bos juga udah kesana, dan masalahnya sudah selesai bang,” tanpa menjelaskan secara rinci apa maksud dari sudah selesai.
Kemudian ada yang menghampiri awak Media seorang laki-laki tua etnis Tionghoa, mengatakan orang nya lagi berobat, nanti Sabtu baru pulang, namun ketika ditanya apakah limbah nya ini di alirkan ke parit yang ada dimasyarakat ya pak, iya, jawabnya.
Selanjutnya awak Media juga mendatangi kilang ubi milik Cunglai di Dusun 6, namun disana awak tidak berhasil menjumpai Badol, karena lagi tidak di kilang, kata pekerja yang ada, Dan disitu awak Media melihat aliran limbah di belakang kilang terlihat airnya berwarna hitam ke abu – abuan dan berbuih serta menimbulkan bau yang menyengat.
Terakhir awak Media coba konfirmasi ke Sugi Kadus Dusun 5, sementara Kadus Dusun 6 lagi kosong karena sudah mengundurkan diri, ” Kami sebenarnya sangat terbantu dengan adanya kilang ubi Galiong tersebut, karena bisa menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar dan jika ada kemalangan warga yang meninggal mereka memberikan bantuan seperti beras, air minum kemasan dan juga uang duka, dan maupun kegiatan sosial lainnya, namun kalau masalah limbah selama saya menjabat sekitar 5 tahun ini belum pernah ada masalah, tapi kalau kilang ubi yang ada di Dusun 6, saya tak tau, ” Ucap Sugi.’
Dengan adanya temuan dilapangan dengan ditelusuri aluran aliran sungai dari Desa Liberia sampai ke parit di Dusun 5 Kampung Pulo hingga ke kedua kilang ubi tersebut dan ditambah dari keterangan masyarakat, ditemukan penyebab dari kematian ikan di sungai Liberia diduga kuat karena limbah cair yang dibuang oleh kedua kilang ubi tersebut ke parit masyarakat hingga ke Sungai Desa Liberia.
Diharapkan kepada pemerintah Kabupaten Sergai dan instansi terkait agar segera melakukan investigasi menyeluruh guna memastikan temuan awak Media ini, dan jika terbukti penyebab kematian ikan itu karena limbah dari kedua kilang ubi tersebut, maka pemerintah Daerah harus mengambil tindakan tegas, seperti dengan mencabut izin usaha kilang ubi tersebut sehingga tidak beroperasi lagi.
(Tim).











