Menu

Mode Gelap
Tak Terima Kritik Atas Penebangan Pohon Secara Masal, Kadis Lingkungan Hidup Kota Medan Bungkam DPP SATU BETOR MENYERAHKAN JUMAT BAROKAH KE PANTI ASUHAN AL-KAHFI Diduga Kuat Masih Abaikan K3 Pada Proyek Pelebaran Jalan, Nyawa Jadi Taruhan di Jalinsum Sei Buluh. PT PHPO KIM Gelar Sunat Massal 25 Anak Kurang Mampu KEPALA KANTOR IMIGRASI WILAYAH SUMATERA UTARA KUNJUNGI KEJAKSAAN TINGGI SUMATERA UTARA LSM KPK RI Soroti Adanya Dugaan Penebangan Puluhan Pohon Di Jalan SM Raja Medan

Nasional

Sat Binmas Polres Tanah Karo Jalin Koordinasi dengan KPH XV, Antisipasi Insiden Pendakian Gunung

badge-check


					Sat Binmas Polres Tanah Karo Jalin Koordinasi dengan KPH XV, Antisipasi Insiden Pendakian Gunung Perbesar

 

Kabanjahe, TanahKaro MI.org

Dalam upaya meningkatkan sinergitas lintas sektor guna mengantisipasi kejadian kecelakaan pendakian gunung, Sat Binmas Polres Tanah Karo yang dipimpin langsung oleh Kasat Binmas IPTU Agustina Nainggolan, S.H., M.H., melaksanakan koordinasi strategis dengan Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) XV Kabupaten Karo di Kantor KPH Desa Samura, Kecamatan Kabanjahe.

“Kegiatan pada Jumat(18/7/2025) yang dimulai pukul 16.00 WIB ini dihadiri oleh Kepala KPH XV Ir. Ramlan Barus, PS. Kanit Binkamsa AIPTU Indranawan Brahmana, para Bhabinkamtibmas Kec. Kabanjahe yakni AIPTU Jeston Siagian dan AIPDA Suhendra Ginting, serta personel KPH XV.

“Koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari rujukan Korbinmas terkait insiden meninggalnya seorang pendaki asal Brasil bernama Julia saat mendaki Gunung Rinjani, NTB. Kejadian tersebut menuai sorotan luas dari masyarakat internasional dan menimbulkan kekhawatiran akan kesiapsiagaan serta profesionalisme penanganan insiden pendakian di Indonesia.

“Dalam forum tersebut, IPTU Agustina menekankan pentingnya keterlibatan aktif berbagai stakeholder dalam membentuk prosedur tetap (SOP) yang jelas dan terpadu. “Kita harus belajar dari insiden yang terjadi di NTB. Penting bagi Polri bersama stakeholder lain seperti Basarnas, BMKG, BPBD, TNI, Mapala, serta Asosiasi Pemandu Pendaki Gunung untuk memiliki pedoman yang siap diimplementasikan saat terjadi kecelakaan pendakian, baik oleh pendaki legal maupun ilegal,” tegasnya.

“Kasat Binmas juga menyampaikan harapan agar ke depan, semua pihak memiliki peran yang lebih terstruktur dan siap dalam operasi SAR dan penanganan korban pendakian. “Jangan sampai lagi ada sorotan dari publik dunia terhadap lemahnya koordinasi dan tindakan kita,” tambahnya.

“Dari hasil koordinasi tersebut, diketahui bahwa kawasan Gunung Sibayak—yang sering menjadi destinasi para pendaki—tidak termasuk dalam wilayah kerja KPH XV Kabupaten Karo. Meski demikian, Kasat Binmas menegaskan bahwa antisipasi dan kesiapsiagaan tetap harus dibangun lintas wilayah dan instansi.

(Sederhana s Maha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tak Terima Kritik Atas Penebangan Pohon Secara Masal, Kadis Lingkungan Hidup Kota Medan Bungkam

12 Juli 2026 - 13:52 WIB

PT PHPO KIM Gelar Sunat Massal 25 Anak Kurang Mampu

9 Juli 2026 - 03:34 WIB

KEPALA KANTOR IMIGRASI WILAYAH SUMATERA UTARA KUNJUNGI KEJAKSAAN TINGGI SUMATERA UTARA

8 Juli 2026 - 13:41 WIB

LSM KPK RI Soroti Adanya Dugaan Penebangan Puluhan Pohon Di Jalan SM Raja Medan

8 Juli 2026 - 13:32 WIB

LBH DPP PPRSI Apresiasi Kinerja Kapoltabes Medan Tangani Kasus Robin Marajohan Silalahi

7 Juli 2026 - 13:51 WIB

Trending di Nasional