Menu

Mode Gelap
Rasa Pas di Lidah dan Harga Bersahabat, Warung Pecal Ibu Riani Ramai Laris Manis di Serbu Pembeli. Dinilai Intoleran, Kebijakan Kacabdis Wilayah I soal MTQ Tuai Kritik Pemuda Muhammadiyah Kota Medan Warga Pesisir Langkat Terancam, PLTU Pangkalan Susu Diminta Bertanggung Jawab Atas Pencemaran Abu Batu Bara dan Tumpahan Batu Bara ke Laut. Launching Kebun Plasma Tiga Desa, PT Laot Bangko Gandeng Pemko Subulussalam TPA Sampah di Kebun Adolina Jadi Sorotan Tajam Publik, Namun Sikap Boy R. Sihombing Kabid PKP LH Sergai Tertutup dan Tidak Konsisten, “Timbulkan Tanda Tanya.” PT PHPO KIM Bantu Pemasangan Paving Block di Lorong Gereja Desa Saentis

Uncategorized

badge-check


					Perbesar

 

TANAHKARO-Media Indonesia.org.Ketua Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Cabang Kabupaten Karo, Jan Warista Ginting, mengajak insan pers di daerah untuk menjadikan Peringatan Hari Pahlawan 10 November sebagai momentum meneguhkan kembali semangat keberanian, kejujuran, dan tanggung jawab sosial dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Menurut Jan Warista, di tengah derasnya arus informasi digital dan persaingan media online, menjadi jurnalis hari ini memerlukan semangat kepahlawanan baru: berani menyuarakan kebenaran meski tidak populer, tetap independen di tengah tekanan kepentingan, serta setia pada nurani publik.

“Pahlawan masa kini adalah mereka yang berani menjaga kebenaran dan keadilan informasi. Dalam konteks media, pahlawan itu adalah jurnalis yang tidak mudah tergoda oleh kepentingan politik atau ekonomi, dan tetap berpihak pada fakta serta suara rakyat kecil,” ujar Jan Warista di Kabanjahe, Senin (10/11/2025).

Ia menilai tantangan terbesar dunia jurnalistik lokal saat ini bukan hanya keterbatasan sumber daya, tetapi juga tekanan ekosistem digital yang mendorong kecepatan di atas akurasi. Banyak media, katanya, terjebak dalam konten instan dan kehilangan esensi idealisme pers sebagai pilar demokrasi.

“Di era klik dan viral, jurnalisme berintegritas adalah bentuk kepahlawanan modern. Tugas kita menjaga agar media tidak menjadi alat propaganda, tapi tetap menjadi ruang publik yang mencerahkan,” tegasnya.

“Jan Warista juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara media, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem informasi yang sehat di Kabupaten Karo. Ia berharap jurnalis daerah mampu menjadi jembatan aspirasi dan kontrol sosial tanpa kehilangan profesionalitas.

“Kalau dulu pahlawan berjuang dengan senjata, sekarang jurnalis berjuang dengan pena dan data. Karena dari informasi yang benar, masyarakat bisa menentukan arah masa depan daerahnya,” ujarnya menutup.

“Momentum Hari Pahlawan 2025, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa keberanian dan integritas masih menjadi nilai utama — bukan hanya di medan perang, tetapi juga di ruang redaksi.

(Rosanta Bru Karo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PT PHPO KIM Bantu Pemasangan Paving Block di Lorong Gereja Desa Saentis

15 April 2026 - 07:12 WIB

Dua Kali Mangkir Pemeriksaan Mantan Dirut PT Graha Konstruksi Sejati Ditangkap di Jakarta

15 April 2026 - 01:14 WIB

Polsek Laubaleng Hadiri Launching SPPG Yayasan Azmi Yahmi Metuah di Mardingding

13 April 2026 - 14:14 WIB

Bukit Indah Simarjarunjung Tempat Liburan Romantis Arjun & Amel, View Danau Toba Bikin Takjub

13 April 2026 - 13:19 WIB

Massa HMI,GMNI,IPNU,PMII,IPK Dan KNPI Kepung Polers Dairi Bawa keranda simbol ‘Matinya’ Penegakan Hukum

13 April 2026 - 11:13 WIB

Trending di Headline