Media Indonesia | Medan — Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Washliyah (PW IPA) Sumatera Utara melalui Sekretarisnya, Ikhwanda Buyung, menyampaikan pandangan kritis terkait wacana pemekaran wilayah di Sumatera Utara yang belakangan kembali mencuat di ruang publik.
Dalam pernyataannya kepada awak media, Ikhwanda menegaskan bahwa wacana pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur bukanlah isu sederhana dan tidak boleh diputuskan secara tergesa-gesa tanpa kajian yang komprehensif.
Menurutnya, pemekaran wilayah harus benar-benar didasarkan pada kebutuhan riil masyarakat serta mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan pelayanan publik, pemerataan pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat luas.
“Pemekaran bukan sekadar membentuk wilayah administratif baru, tetapi harus menjawab persoalan mendasar masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ikhwanda juga menyinggung peran kepala daerah agar tetap fokus pada tugas utama dalam membangun daerah masing-masing. Ia secara tegas mengingatkan Bupati Batubara, Baharuddin Siagian, untuk tidak menimbulkan polemik yang berpotensi memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
“Kami berharap Bupati Batubara Baharuddin Siagian tidak membuat kegaduhan. Fokus saja mengurus Kabupaten Batubara agar masyarakatnya benar-benar merasakan kesejahteraan dan tingkatkan PAD serta bersinergi dengan Pemprov di bawah kepemimpinan Gubsu Bobby Nasution,” ujarnya.
PW IPA Sumut juga menilai bahwa setiap wacana strategis seperti pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur harus melibatkan berbagai elemen, termasuk akademisi, tokoh masyarakat, dan generasi muda, agar keputusan yang diambil tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.
Sebagai organisasi pelajar, PW IPA Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu strategis daerah dengan pendekatan intelektual dan konstruktif, serta mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. (Tim)










