Menu

Mode Gelap
Sahrial Sekretaris Gapoktan Desa Sukadame Berbohong Ketika Dikonfirmasi Awak Media Mengenai Oplah Sawah Non Rawa. Warisan Tanah Hendak Dieksekusi PN Medan, Para Ahli Waris Siap Gagalkan Eksekusi. Banyaknya Ditemukan Ikan Sapu – sapu Mati di Aliran Parit Hingga Sungai Liberia Merupakan Indikasi Adanya Pencemaran Limbah Ekstrem yang Diduga dari Kilang Ubi. OC Musyda IPA Kota Medan XXIII Bantah Tudingan SC: Skors Sepihak, Forum Tidak Pernah Bubarkan Sidang M. Wahyudhi Kasatpol PP Sergai Bungkam Ketika Dikonfirmasi Mengenai Adanya Ikan Banyak yang Mati Disungai Liberia Diduga Akibat Limbah Kilang Ubi. Kuasa Hukum Mahruzar Desak Polda Sumut Percepat Penanganan Laporan Dugaan Penipuan Tambak

Berita

Sahrial Sekretaris Gapoktan Desa Sukadame Berbohong Ketika Dikonfirmasi Awak Media Mengenai Oplah Sawah Non Rawa.

badge-check


					Sahrial Sekretaris Gapoktan Desa Sukadame Berbohong Ketika Dikonfirmasi Awak Media Mengenai Oplah Sawah Non Rawa. Perbesar

Sergai – Media Indonesia –  Sahrial yang menurut informasi yang awak Media terima merupakan Sekretaris Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Desa Sukadame Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) memberikan keterangan palsu atau berbohong, ketika dikonfirmasi awak Media mengenai kegiatan fisik pada program oplah sawah non rawa (optimasi lahan), Kamis (29/01/2026).
Hal tersebut bermula ketika awak Media konfirmasi langsung Sahrial di warung kopi/mie sop yang berada tepat di depan SPBU Pasar Serong Sukadame dan pada saat itu Sahrial lagi berdua dengan seorang berpakaian PNS diduga anggota PPL, dan pada saat jumpa awak Media juga mengenal kan diri seraya bertanya, ” Maaf Pak Sahrial, apakah benar bapak selaku sekretaris Gapoktan Desa Sei Bamban menerima program oplah (Optimalisasi Pengolahan) sawah non rawa, iya, jawabnya, kemudian awak Media bertanya kembali, berapa hektare program oplah sawah non rawa nya Pak, 200 hektare, jawabnya kembali, kemudian awak Media bertanya kembali, apa bentuk fisik nya dari program oplah sawah non rawa tersebut Pak, beliau menjawab pembangunan leningan sepanjang sekitar 3000 meter yang berada di tiga titik.
Kemudian Sahrial menerangkan secara detail dan rinci mengenai pembangunan leningan tersebut, bahwa yang mengerjakan pekerjaan fisik tersebut adalah pihak BWS melalui kontraktor (pihak rekanan), kemudian awak Media terkejut sembari menjelaskan, maaf Pak, sepengetahuan awak Media, bahwasanya program oplah sawah non rawa itu diajukan oleh pihak petani, seperti melalui pihak Poktan, Gapoktan maupun melalui P3A, dan jika disetujui oleh pihak Dinas Pertanian, maka yang memegang proyek oplah sawah non rawa tersebut adalah pihak yang mengajukan permohonan tersebut dan anggaran dananya pun masuk ke rekening pemohon karena dana anggarannya didepan sekitar 70 persen.
Namun dalam hal ini dibantah oleh Sahrial, itulah bang sakitnya kami, kami yang memohon dan nama kelompok kami yang tertera di dalam plang proyek, tapi yang memegang proyek adalah pihak BWS dan dikerjakan oleh pihak kontraktor, kami hanya mengawasi pekerjaan tersebut, dan kami pun paling bisa hanya bisa minta tolong agar kami masukan material seperti batu atau pasir agar ada uang masuk untuk kami bang.
Kemudian awak Media bertanya kembali mengenai oplah sawah non rawa dalam pengolahan yaitu mengenai upah jetor sawah, Sahrial mengatakan itu anggarannya sekitar Rp 36.000/rante dan kami berikan langsung kepada operator jetornya, emang jujur kalau lah kami dapat sekitar Rp 3000 atau 4000/rante kan wajar bang, jujur aja kami bilang bang, ” Jelas Sahrial.”
Disinilah letak kebohongannya Sahrial, setiap program oplah sawah non rawa itu pengerjaan fisiknya dan olah sawah jetoran adalah pihak pemohon, namun keterangan Sahrial pengerjaan fisiknya adalah pihak BWS sementara pengolahan olah sawah jetoran adalah pihak Sahrial dengan membagikan langsung uang jetornya ke operator jetornya, maka seharusnya sepaket berarti Sahrial dalam hal ini memberikan keterangan palsu atau berbohong, padahal berulang kali awak Media tanyakan biasanya pengerjaan fisiknya itu ya pihak pemohon namun dibantah oleh Sahrial.
Sementara informasi yang diterima awak Media adalah emang di Desa Sukadame tersebut terdapat program dari pihak BWS yang mengerjakan leningan sepanjang sekitar 3000 meter yang berada di tiga titik, sedangkan pekerjaan fisik dari program oplah sawah non rawa adalah pembangunan leningan sepanjang sekitar 1200 meter yang berada di titik lain bukan yang disebutkan Sahrial tadi, makanya awak Media coba menanyakan langsung ke Sahrial mengenai informasi yang awak Media terima tersebut dan ingin melihat langsung bangunan fisiknya guna memastikan kebenaran dari informasi tersebut.
Sebagaimana diketahui mengenai program oplah sawah non rawa estimasi anggarannya adalah sekitar Rp 4,6 juta/hektare dan oplah sawah pengolahan sawahnya untuk jetor sawah sekitar Rp 36.000/rante. Guna mendapatkan kebenarannya dari keterangan Sahrial tersebut yang awak Media anggap berbohong karena tidak sesuai dengan biasanya, awak Media akan konfirmasikan langsung ke pihak BWS dan ke pihak Dinas Pertanian Sergai, guna memastikan apakah benar yang disampaikan oleh Sahrial tersebut, apalagi Sahrial tadi berdua yang diduga sepertinya orang PPL, ketika Sahrial memberikan keterangan kepada awak Media. (Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

OC Musyda IPA Kota Medan XXIII Bantah Tudingan SC: Skors Sepihak, Forum Tidak Pernah Bubarkan Sidang

28 Januari 2026 - 17:28 WIB

Latif Hasibuan Terpilih Pimpin IPA Kota Medan, Siap Wujudkan Organisasi Pelajar yang Gemilang dan Islami

27 Januari 2026 - 16:34 WIB

Aroma Busuk Menguat, Pembayaran Pengerjaan PTPN IV Regional II Distrik Rayon Utara KSO Kebun Air Tenang Diduga Sengaja Ditahan

27 Januari 2026 - 10:11 WIB

Plt Ketua PD IPA Medan Kecam Oknum Camat Non Aktif Medan Maimun, Desak Aparat Tangkap Pelaku Penyalahgunaan KKPD

27 Januari 2026 - 08:55 WIB

PP IPA Tegaskan Dukungan Terhadap Pernyataan Kapolri: Kepolisian Tetap Dibawah Presiden

27 Januari 2026 - 00:32 WIB

Trending di Berita