Menu

Mode Gelap
Jelang HUT ke-81 RI, SEKBER FAHMI Resmi Berdiri di Sumut, Usung Sinergi Advokat dan Media Kawal Penegakan Hukum.  Bupati Palas Jangan Diam, Dugaan Penganiayaan yang Seret Nama Kades Gunung Malintang Wajib Diusut Tuntas Pemdes Sei Rejo Laksanakan Mediasi Kisruh P3A dengan Koptan: Sepakat Angkat Ketua P3A Baru. ALMASU DUKUNG DISHUB KOTA MEDAN, DORONG TATA KELOLA PARKIR DAN LPJU SEMAKIN TRANSPARAN Tanam Bibit Kelapa, KKN 165 Ananta Abhipraya Wujudkan Desa Berdikari Tidak Menghormati Proses Hukum Masih Berjalan, PT Cinta Raja Terus Panen Sawit di Lahan HGU 03 Desa Pamah yang Masih Sengketa.

News

Defisit Subulussalam: Jangan Menyalahkan Akibat, Lupa pada Penyebab

badge-check


					Defisit Subulussalam: Jangan Menyalahkan Akibat, Lupa pada Penyebab Perbesar

Subulussalam,Aceh ||MediasiIndonesia_ Defisit APBK Subulussalam hari ini adalah cermin dari masa lalu. Ia bukan kesalahan tunggal pemerintah yang sedang berjalan, melainkan buah dari kebijakan anggaran yang disepakati bersama oleh eksekutif dan legislatif pada periode sebelumnya.

Pinjaman PEN seharusnya menjadi alat penyelamatan ekonomi di masa krisis. Namun ketika digunakan untuk kegiatan fisik yang minim dampak pemulihan, pinjaman itu berubah menjadi utang struktural. Utang tetap harus dibayar, sementara manfaat ekonominya telah habis.

Lebih ironis lagi, pada saat yang sama, DPRK dan pemerintah kala itu justru larut dalam politik anggaran. Pokir dipaksakan masuk, bukan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, tetapi demi memenuhi kepentingan politik jangka pendek.

 

Dalam sistem keuangan daerah, APBK adalah produk bersama. Tidak ada APBK tanpa persetujuan DPRK, dan tidak ada belanja tanpa tanda tangan eksekutif. Karena itu, tidak adil jika hari ini defisit dijadikan senjata politik untuk menyerang pemerintah baru, sementara peran aktor lama dilupakan.

Hak interpelasi adalah hak konstitusional. Namun jika diarahkan pada akibat kebijakan lama tanpa keberanian membuka penyebabnya, interpelasi justru akan menjadi blunder politik dan moral.

Subulussalam tidak butuh saling menyalahkan. Yang dibutuhkan adalah keberanian membuka kebenaran, memperbaiki tata kelola, dan memastikan APBK kembali pada fungsinya: melayani rakyat, bukan ambisi politik.

 

Pewarta || IP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PW IPA Sumut Apresiasi Langkah Terobosan Gubernur Bobby Nasution Bangun Nias dan Sipiongot

27 Juli 2026 - 15:19 WIB

Warga Miskin di Desa Lidah Tanah Punya KKS Tersisih Tidak Dapat Bansos Jadi Sorotan.

17 Juni 2026 - 13:48 WIB

Pemukiman Warga Desa Bogak Besar Diserbu Ribuan Lalat, Guna Cari Solusi, Warga Desak Adakan Mediasi Antara Pengusaha Ternak Ayam dan Pemerintah.

11 Juni 2026 - 15:03 WIB

SMK Tarbiyah Islamiyah di Deli Serdang Kebakaran

11 Juni 2026 - 06:07 WIB

Akibat Mati Lampu, Pasangan Suami Istri Tewas setelah Nekat Tidur di Dalam Mobil

5 Juni 2026 - 11:35 WIB

Trending di Headline