Sergai – Media Indonesia – Polemik saluran aliran irigasi yang dibendung sepihak oleh salah seorang warga Desa Sei Rejo berinisial YNT, membuat masyarakat petani yang ada di Desa Sei Rejo menjadi resah karena tidak bisa mendapatkan air dengan semestinya dikarenakan dibendung oleh YNT, Jum’at (16/01/2026).
Hal tersebut disampaikan oleh masyarakat petani yang ada di Desa Sei Rejo kepada awak Media, yang tidak ingin disebutkan identitasnya, mengatakan bahwa, kasus ini bermula karena adanya kemungkinan adanya kesalahpahaman antara YNT dengan pihak P3A yakni berinisial SS, namun sudah berulang kali untuk mediasi, dan jika SS mau minta maaf kepada YNT masalah akan selesai, namun kenyataannya, mungkin sudah sekitar ada lima (5) kali SS meminta maaf kalau saya tidak salah namun belum juga selesai masalahnya.
Bahkan yang terbaru kami mendengar isu kalau pihak YNT ingin minta sewa sebesar 5 juta per musim kalau itu mau dibuka bendungan nya, karena bendungan nya itu termasuk permanen karena disemen dengan batu bata, tentu kami sangat keberatan kalau itu benar karena itu kan sudah menjadi milik publik dalam artian saluran irigasi itu sudah menjadi milik bersama.
Yang sangat kami heran kan juga kenapa Kades selaku pemimpin tertinggi di Desa tidak bijak dalam menangani masalah ini sehingga menjadi polemik karena sudah berlarut – larut tidak selesai meskipun sudah berulang kali mediasi yang juga dihadiri oleh Babinsa dan juga Bhabinkamtibmas, sehingga seharusnya mereka bisa mengambil sikap, disinilah menjadi tanya besar, ada apa dengan Kades Sei Rejo, ” Ungkap masyarakat petani tersebut dengan nada kesal. ” (Syahrial).










