Menu

Mode Gelap
Sat Reskrim Polres Tanah Karo Gelar Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Remaja Saat Tahun Baru Atasi Lonjakan Harga Minyak Goreng, PT PHPO Buka Pasar Murah di Belawan Mediasi Sidang Gugatan Aliwaris Kakek Sapon di PN Setabat. Kembali Ditunda, Tergugat Dua Meminta Ganti Rugi Atas Pembelian Tanah Seratus Lima Puluh Juta Rupiah Polres Tanah Karo Lepas Dua Personel Purna Bakti, Kapolres : Purna Tugas Adalah Rezeki yang Patut Disyukuri SAH! Matius Situmorang Pimpin DPD KNPI Kota Medan, Ryandi Soerbakti Duduki Dewan MPI Wartawan Layangkan Surat Resmi Permohonan Hasil Lab Sesuai Arahan DLH Sergai, Namun Belum Juga Diberikan.

Uncategorized

Polemik Saluran Aliran Irigasi Dibendung Sepihak Oleh Salah Seorang Warga, Masyarakat Petani Sei Rejo Menjadi Resah.

badge-check


					Polemik Saluran Aliran Irigasi Dibendung Sepihak Oleh Salah Seorang Warga, Masyarakat Petani Sei Rejo Menjadi Resah. Perbesar

Sergai – Media Indonesia –  Polemik saluran aliran irigasi yang dibendung sepihak oleh salah seorang warga Desa Sei Rejo berinisial YNT, membuat masyarakat petani yang ada di Desa Sei Rejo menjadi resah karena tidak bisa mendapatkan air dengan semestinya dikarenakan dibendung oleh YNT, Jum’at (16/01/2026).
Hal tersebut disampaikan oleh masyarakat petani yang ada di Desa Sei Rejo kepada awak Media, yang tidak ingin disebutkan identitasnya, mengatakan bahwa, kasus ini bermula karena adanya kemungkinan adanya kesalahpahaman antara YNT dengan pihak P3A yakni berinisial SS, namun sudah berulang kali untuk mediasi, dan jika SS mau minta maaf kepada YNT masalah akan selesai, namun kenyataannya, mungkin sudah sekitar ada lima (5) kali SS meminta maaf kalau saya tidak salah namun belum juga selesai masalahnya.
Bahkan yang terbaru kami mendengar isu kalau pihak YNT ingin minta sewa sebesar 5 juta per musim kalau itu mau dibuka bendungan nya, karena bendungan nya itu termasuk permanen karena disemen dengan batu bata, tentu kami sangat keberatan kalau itu benar karena itu kan sudah menjadi milik publik dalam artian saluran irigasi itu sudah menjadi milik bersama.
Yang sangat kami heran kan juga kenapa Kades selaku pemimpin tertinggi di Desa tidak bijak dalam menangani masalah ini sehingga menjadi polemik karena sudah berlarut – larut tidak selesai meskipun sudah berulang kali mediasi yang juga dihadiri oleh Babinsa dan juga Bhabinkamtibmas, sehingga seharusnya mereka bisa mengambil sikap, disinilah menjadi tanya besar, ada apa dengan Kades Sei Rejo, ” Ungkap masyarakat petani tersebut dengan nada kesal. ” (Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pembangunan Tengki Septik Individu Pendesaan Desa kuta Tengah Penanggalan 50 kk Tahun 2024 Sumber Dana DAK Terbengkalai Dan Belum Bisa Gunakan Di Duga Oknum DPRK Ikut Penyebabnya.

27 Januari 2026 - 13:04 WIB

Kapolres Sergai Abaikan Konfirmasi Awak Media Terkait Aktivitas Galian C.

27 Januari 2026 - 01:01 WIB

Jawaban Peristiwa Hukum & Alat Bukti Termohon dalam Perkara Praperadilan Nomor 2/Pid.Pra/2026/PN Mdn., Diduga Sarat Rekayasa Hukum dan Upaya Paksa*

25 Januari 2026 - 12:58 WIB

SINERGI LINGKUNGAN GEOGRAFI SMAN 1 RUNDENG BERSAMA KETUA PGRI CAB KEC.RUNDENG

24 Januari 2026 - 07:35 WIB

HIMAPPKOS-SU Soroti Polemik Penarikan Dana Darurat Bencana di Kota Subulussalam.

21 Januari 2026 - 12:34 WIB

Trending di Uncategorized