Menu

Mode Gelap
[KLARIFIKASI HOAKS] Bupati Karo Tidak Pernah Menyerukan Aksi Tabrak Pelaku Pungli di Pemandian Air Panas Fun Trofeo Mini Soccer PWPM Sumut 2026 Digelar, Pererat Silaturahmi Antar Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Usung Tema Revitalisasi Kader, PC HIMMAH Deli Serdang Periode 2026–2028 Resmi Dilantik Lintas 98 Sumut: Kepemimpinan Presiden Prabowo Dinilai Mulai Mengarahkan Demokrasi Menuju Pemerataan Kesejahteraan. GEMPA Sumut Akan Gelar Aksi di Kejati Sumut, Diduga Pejabat Tinggi Kab. Langkat Menguasai Proyek di PT. LNK Melalui PT. CKM Asisten dan Mandor 1 Afdeling VII Kebun Rambutan PTPN 4, Bungkam dan Blokir Kontak Awak Media, Terkait Regulasi K3 dan Isu Pekerjakan Anak Dibawah Umur.

Headline

Misteri Sungai Liberia: Bupati Sergai “Bungkam”, Hasil Lab “Disembunyikan”, Dugaan Skenario Tutup Kasus, Menguat?

badge-check


					Misteri Sungai Liberia: Bupati Sergai “Bungkam”, Hasil Lab “Disembunyikan”, Dugaan Skenario Tutup Kasus, Menguat? Perbesar

SERGAI – Media Indonesia – Tragedi ekologis di Sungai Liberia, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), yang menyebabkan ribuan ikan mati massal akibat dugaan limbah kilang ubi, kini memasuki babak baru yang memilukan. Hampir dua bulan pasca kejadian (sekitar 19 – 20 Januari 2026), belum juga ada penyelesaian berarti, bahkan terkesan ada upaya sistematis untuk menutupi kasus ini, Senin (16/03/2026).
Bupati Sergai Bungkam, Surat Resmi Tidak Dibalas.
Keresahan masyarakat Desa Liberia semakin memuncak seiring sikap acuh tak acuh pemerintah daerah. Laporan menyebutkan bahwa surat konfirmasi resmi Nomor 08/MI/VIII/2026, yang dilayangkan awak media pada hari Rabu 04 Maret 2026, tidak mendapat jawaban dari Bupati Sergai, memunculkan dugaan bahwa pimpinan tertinggi di Kabupaten Tanah Bertuah ini “tutup mata” terhadap pencemaran lingkungan terutama terhadap ekosistem air yakni parit perkebunan Tanah Raja hingga sungai Liberia.
Sikap bungkam ini seolah menular.
Sebelumnya, Kadis Lingkungan Hidup (DLH) Sergai, Reza Firmansyah, juga enggan memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait temuan limbah di aliran parit perkebunan Tanah Raja dan sungai Liberia.
Hasil Lab “Misterius” dan Skenario Tutup Kasus.
Kecurigaan masyarakat dan publik semakin kuat bahwa ada dugaan skenario “tutup kasus” yang diduga untuk melindungi pengusaha kilang ubi yang berada di Dusun 5 Kampung Pulo milik Galiong/Amin dan di Dusun 6 Kampung Padang milik Cunglai yang dijalankan oleh Badol, Desa Simpang Empat, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Sergai, yang diduga kuat menjadi pelaku pencemaran.
Kekecewaan masyarakat dan publik memuncak karena hasil laboratorium dari DLH Sergai, yang telah keluar sejak sebulan lebih yang lalu tepatnya pada tanggal 09 Februari 2026, namun hingga kini belum juga dipublikasikan kepada publik. Penundaan transparansi ini dipertanyakan integritasnya, apalagi DLH Sergai sempat memberikan arahan berbelit-belit kepada wartawan, menyarankan wartawan untuk melayangkan surat permohonan resmi hanya untuk mengetahui hasil lab, namun tidak juga diberikan.
Dalih Penyelidikan Polisi.
Di tengah desakan publik, pihak berwenang terkesan melempar tanggung jawab dengan dalih bahwa kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian (Polres Sergai). Namun, lambatnya penanganan dan tertutupnya informasi justru menimbulkan spekulasi bahwa penyelidikan tersebut hanya dijadikan kedok untuk memberi waktu bagi pengusaha kilang ubi menghindar dari jerat hukum.
Kasus ini kini menjadi ujian serius bagi integritas Bupati Sergai, DLH, dan Polres Sergai dalam penegakan hukum lingkungan. Publik menunggu, apakah pengusaha kilang ubi akan tersentuh hukum, atau kisah “kematian” massal ribuan ikan di Sungai Liberia akan berakhir tanpa penyelesaian, seperti kasus – kasus lingkungan pada umumnya. (Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Viral Pemberitaan Masalah Bansos di Facebook, Pemdes Mangga Dua Diduga Intimidasi Warga Miskin, Tuai Sorotan.

23 Juni 2026 - 17:41 WIB

Penyaluran Bantuan Pangan di Desa Lidah Tanah Diduga Tak Tepat Sasaran, Warga Miskin Terlewat, Pejabat Setempat Bungkam.

14 Juni 2026 - 11:05 WIB

Sudah Sebulan Diteror Ribuan Lalat, Warga Sukajadi Desak Pemerintah Evaluasi Usaha Peternakan Ayam yang Diduga Juga Tak Berizin.

12 Juni 2026 - 13:36 WIB

Legalitas Pasokan Bahan Baku Pada Operasional PKS Mini di Pematang Kuala Jadi Pertanyaan dan Sorotan Publik.

11 Juni 2026 - 12:40 WIB

SMK Tarbiyah Islamiyah di Deli Serdang Kebakaran

11 Juni 2026 - 06:07 WIB

Trending di Berita