SERGAI – MI.Org – Ribuan lalat menyerang permukiman warga di Dusun 1, Desa Sentang, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara. Fenomena yang sudah berlangsung selama sebulan terakhir ini memicu keresahan mendalam di tengah masyarakat karena potensi penyebaran penyakit dan gangguan aktivitas sehari-hari.
Serangan hama ini diduga kuat bersumber dari aktivitas sejumlah usaha peternakan ayam yang beroperasi di sekitar kawasan tersebut. Namun, posisi pasti sumber utama lalat masih sulit dipetakan mengingat menjamurnya usaha sejenis di wilayah perbatasan desa.
Menurut salah seorang warga Dusun 1 Desa Sentang, yang tidak ingin disebutkan identitasnya, mengungkapkan bahwa situasi ini sudah sangat mengganggu kenyamanan warga, bahkan hingga merusak kualitas tidur dan menambah beban ekonomi keluarga.
“Kami sudah sangat resah dengan adanya wabah lalat ini. Lalat menyerang ke rumah penduduk sudah ada sekitar sebulan ini dan sudah sangat mengganggu, mau tidur pun susah terlebih lalat bisa menyebarkan penyakit,” ujar warga saat diwawancarai, Sabtu (7/11/2026).
Warga tersebut menambahkan, kami warga pada dasarnya tidak melarang siapa pun untuk membuka usaha di wilayah mereka. Kendati demikian, pemilik usaha wajib menerapkan manajemen lingkungan yang baik agar tidak merugikan masyarakat sekitar.
“Kami sebenarnya tidak keberatan ataupun melarang siapapun yang mau menjalankan usaha ternak ayam, tetapi setidaknya perhatikanlah dampaknya, seperti masalah bau, lalat, maupun limbah lainnya. Jangan kami masyarakat yang menanggung dampaknya. Seperti lalat ini yang lagi menyerang, kami terpaksa beli lem lalat. Kami keluar biaya dan repot, belum lagi ancaman penyakit,” keluhnya.
Kondisi penelusuran di lapangan menunjukkan tantangan tersendiri dalam menentukan asal muasal wabah. Desa Sentang sendiri memiliki tiga dusun yang masing-masing dilaporkan memiliki aktivitas peternakan ayam. Selain itu, usaha peternakan ayam juga ditemukan di wilayah tetangga, tepatnya di kawasan Pematang Putus, Taiwan, Desa Sialang Buah.
Menyikapi kondisi sanitasi lingkungan yang kian memburuk, warga berharap ada intervensi tegas dan respons cepat dari jajaran aparatur pemerintahan.
“Kami sangat berharap agar pihak Pemerintah Desa (Pemdes), Kecamatan, ataupun bahkan Pemkab Sergai segera mengambil tindakan dan langkah yang cepat, tepat, dan konkret dalam permasalahan ini,” tutur warga penuh harap.
Hingga berita ini diturunkan, pihak redaksi masih terus berupaya menghubungi dan meminta penjelasan resmi dari Pemdes Sentang, pihak Kecamatan Teluk Mengkudu, serta perwakilan para pengusaha peternakan ayam di wilayah terkait demi asas keberimbangan informasi. (Syahrial).









