Menu

Mode Gelap
Menolak Lupa di Sungai Liberia: Ketika Prediksi Publik Terbukti dan Kasus Limbah Kilang Ubi Menguap. 300 Triliun Rupiah lebih Telah Berhasil Diselamatkan Ke Kas Negara, Kelompok Massa Datangi Kejati Sumut Suarakan Dukungan Terhadap Kinerja Pidsus Kejaksaan R.I Dinas Pertanian Sergai Bantah Keterangan Dua Perangkat Desa Sei Nagalawan Terkait Proyek Dinas Pertanian Disebut Milik Mantan Kapolres. Berurai Airmata, Pencuri Uang Di Kabupaten Batubara Di Bebaskan Jaksa Setelah Dimaafkan Korbannya Ketua KORMI Sumut Daffasya Sinik Apresiasi Kehadiran Plt Bupati Langkat di Rakerprov, Fokus Dorong Sport Tourism di Kabupaten/Kota Se-Sumut Mubes Ke- V PSSAB Indonesia Berlangsung di Medan, Sudung Situmorang Berhasil Kembali Terpilih Sebagai Ketum Periode 2025 – 2031.

Nasional

Tanpa Kehadiran Kapolres Langkat, PW HIMMAH Sumut Gelar Diskusi Terkait Bahaya Narkoba

badge-check


					Tanpa Kehadiran Kapolres Langkat, PW HIMMAH Sumut Gelar Diskusi Terkait Bahaya Narkoba Perbesar

LANGKAT MEDIA INDONESIA // Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Sumatera Utara menggelar diskusi terbuka bertema “Bahaya Narkoba: Edukasi, Aksi dan Kolaborasi” sebagai bentuk kepedulian terhadap maraknya peredaran narkoba di kalangan generasi muda. Selasa, 13 Mei 2025.

Diskusi yang dihadiri puluhan mahasiswa ini sempat menuai kekecewaan karena Kapolres langkat AKBP David Triyo Prasojo SH, SIK M.Si, yang di undang secara resmi untuk hadir sebagai narasumber utama enggan hadir tanpa memberikan klarifikasi resmi. Hal ini memunculkan kesan di kalangan peserta bahwa pihak kepolisian tidak serius dalam menangani persoalan narkoba, khususnya di lingkungan masyarakat dan pendidikan.

Dalam forum tersebut, Sekretaris Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Wasliyah menyoroti fakta bahwa narkoba telah menjadi ancaman nyata bagi masa depan bangsa. “Kami melihat banyak korban dari kalangan muda, namun aparat terkesan hanya fokus pada pengguna kecil, sementara bandar besar jarang tersentuh,” ujar Muhammad Kurniawan

Kurniawan, sapaan akrabnya juga menilai perlunya pengawasan lebih ketat terhadap aparat yang diduga terlibat atau menutup mata terhadap peredaran narkoba. Diskusi ini menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, di antaranya:

– Mendesak aparat penegak hukum untuk lebih transparan dan bertindak tegas terhadap pelaku peredaran narkoba.

– Membentuk Satgas Mahasiswa Anti Narkoba di bawah naungan Himpunan Al Washliyah.

– Menyuarakan petisi dan aksi damai sebagai bentuk protes terhadap ketidakhadiran pihak berwenang.

Muhammad Kurniawan, dalam penutupan diskusi, menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan diam. “Ketidakhadiran Kapolres bukan penghalang, justru memperkuat tekad kami untuk terus bersuara dan bertindak. Jika aparat tidak serius, maka kami mahasiswa yang akan menjadi penggerak perubahan,” pungkasnya mengakhiri. ()

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

300 Triliun Rupiah lebih Telah Berhasil Diselamatkan Ke Kas Negara, Kelompok Massa Datangi Kejati Sumut Suarakan Dukungan Terhadap Kinerja Pidsus Kejaksaan R.I

21 Juli 2026 - 16:30 WIB

Berurai Airmata, Pencuri Uang Di Kabupaten Batubara Di Bebaskan Jaksa Setelah Dimaafkan Korbannya

20 Juli 2026 - 09:53 WIB

Seorang Ayah Di Kabupaten Serdang Bedagai Maafkan Perbuatan Anaknya Dengan Tulus, Demi Keutuhan Hubungan Keluarga, Jaksa Selesaikan Perkara KDRT Melalui Restoratif Justice

17 Juli 2026 - 04:33 WIB

Sidang Gugatan Ahli waris Kakek Sapon dugaan Korban Tipu Muslihat, Kebohongan serta Penipuan atas Jual Beli Tanah antara Alm. Sapon dengan M. Hidayah dengan agenda sidang pembuktian yaitu Saksi Tergugat II.

16 Juli 2026 - 17:09 WIB

PT PHPO Belawan Tanam 1000 Bibit Mangrove di Danau Siombak

16 Juli 2026 - 05:59 WIB

Trending di Nasional