Menu

Mode Gelap
Pelindo Regional 1 Salurkan Paket Sembako Kepada Masyarakat di Wilayah Operasional. Petani Pematang Guntung Menjerit Sawah Kering, Kadis Pertanian Sergai Bungkam Saat Dikonfirmasi. Tingkatkan Kepedulian di Bulan Suci Ramadan, PT Socfindo Kebun Mata Pao Berbagi Takjil Kepada Masyarakat. Warga Namo Buaya Geruduk Kantor PT MSB2, Tuntut Kompensasi Akibat Limbah & Bau Busuk Misteri Sungai Liberia: Bupati Sergai “Bungkam”, Hasil Lab “Disembunyikan”, Dugaan Skenario Tutup Kasus, Menguat? Dugaan Mark Up Proyek Sumur Pompa Irigasi Tanah Dangkal di Desa Sei Rampah: Anggaran Rp 150 Juta, Fisik Diduga Hanya Rp 80 Juta.

Uncategorized

Sungguh Tragis Nasib Penderes Kebun Tanah Raja yang Diduga Ditipu Oleh Pihak Management Kebun Tanah Raja.

badge-check


					Sungguh Tragis Nasib Penderes Kebun Tanah Raja yang Diduga Ditipu Oleh Pihak Management Kebun Tanah Raja. Perbesar

Sergai. –  Media Indonesia –  Sungguh tragis nasib karyawan penderes Kebun Tanah Raja, yang diduga ditipu oleh pihak managementnya sendiri yakni Management Kebun Tanah Raja, karena tidak adanya transparansi mengenai perubahan tekhnis pekerjaan di karet seperti mengenai pekerjaan kutip kompo, yang selama ini pekerjaan tersebut merupakan bagian dari pekerjaan penderes itu sendiri dan ada biaya yang dikeluarkan oleh pihak perusahaan yang diberikan kepada penderes.

Namun adanya perubahan tekhnis kerja di karet, seperti pada pekerjaan kutip kompo tersebut yang sekarang dikerjakan oleh pihak Vendor melalui tekhnis lelang, jadi pihak karyawan penderes tidak lagi dilibatkan dalam pekerjaan tersebut dan tentunya penderes juga tidak ada lagi mengeluarkan biaya untuk pekerjaan tersebut, namun hal tersebut tidak disosialisasikan oleh pihak Management Kebun Tanah Raja ke para karyawan penderesnya.

Tentunya apa yang dilakukan oleh pihak management Kebun Tanah Raja sangat fatal karena diduga dianggap menipu karyawan penderesnya sendiri, sehingga menimbulkan kerugian bagi penderes, karena mereka mengerjakannya sendiri dalam pekerjaan kutip kompo tersebut dan mengeluarkan biaya tambahan untuk mengupahkan pekerjaan tersebut kepada orang lain, karena keterbatasan waktu dikarenakan ancak deresnya makin banyak.

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya dengan topik yang sama, yang mana para penderes tidak tau kalo pekerjaan tersebut sebenarnya sudah dikerjakan oleh pihak Vendor, sama seperti pekerjaan pengobatan pada karet. Mendengar hal tersebut penderes tentu sangat terkejut dan menyesalkan sikap Management karena tidak transparan, tentu kami sangat dirugikan, karena kami mengupahkan ke orang lain sebesar Rp 600000, meskipun ada bantuan uang kutip kompo sebesar Rp 480000 yang diberikan melalui Mandor tiap bulannya namun hanya enam (6) bulan saja.

Guna mendalami temuan tersebut awak Media coba konfirmasi langsung ke Bambang selaku Mandor 1 Afdeling 1, Adi Mandor 1 Afdeling 2 dan Amat Mandor 1 Afdeling 3, melalui via Whatsapp mereka, pada hari Kamis (13/11/2025), namun hanya Bambang dan Amat yang menjawab dengan jawaban yang sama, bahwasanya kami tidak ada hak untuk menjawab mengenai skema kerja kutip kompo, tanyakan saja pada pihak management ataupun langsung ke Direksi.

Namun Amat tidak menapik, kalo pekerjaan kutip kompo itu dikerjakan oleh pihak Vendor namun soal berapa besaran gajinya saya tak tau, dan mengenai uang bantuan kutip kompo sebesar Rp 480000 yang diberikan Mandor tiap bulannya namun hanya enam bulan saja yang diberikan, saya juga nggak tau hal itu jawabnya lagi. Namun ketika ditanya kembali, mengapa jawaban bapak kontradiktif atau bertolak belakang dengan pengakuan penderes, yang mana pekerjaan kutip kompo dikerjakan oleh penderes itu sendiri, namun bapak katakan dikerjakan oleh pihak vendor, namun Amat tidak menjawab.

Awak Media berusaha coba konfirmasi ke pihak Management Kebun Tanah Raja mengenai hal tersebut, ke Manager awak Media tidak mendapatkan akses, kepada Ginting selaku Askep (Asisten Kepala) Kebun Tanah Raja malah diblokir pada konfirmasi pertama sewaktu pemberitaan yang sebelumnya, kemudian ke Calista Fairuz selaku APK (Asisten Personalia Karyawan) Kebun Tanah Raja pada hari Kamis (13/11/2025) melalui via WhatsApp nya dia menjawab ” Maaf per tanggal 3 Nov lalu saya tidak di Tanah Raja ” tanpa menjelaskan apapun.

Dari uraian rangkaian penjelasan diatas, membuktikan kalo pihak Management Kebun Tanah Raja emang tidak transparan dan tertutup karena tidak mau menjelaskan hal tersebut kepada para penderes dan juga kepada awak Media ketika dikonfirmasi, sehingga menimbulkan persepsi yang mana pihak Management Kebun Tanah Raja diduga ada indikasi mencari keuntungan secara pribadi dengan modus kongkalikong dengan pihak Vendor.  (Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Momen Ramadhan Penuh Kebahagiaan: RSUD Kota Subulusalam Aceh Santuni Anak Yatim Karyawan Dan Pegawainya

13 Maret 2026 - 11:37 WIB

Pembangunan Tengki Septik Individu Pendesaan Desa kuta Tengah Penanggalan 50 kk Tahun 2024 Sumber Dana DAK Terbengkalai Dan Belum Bisa Gunakan Di Duga Oknum DPRK Ikut Penyebabnya.

27 Januari 2026 - 13:04 WIB

Kapolres Sergai Abaikan Konfirmasi Awak Media Terkait Aktivitas Galian C.

27 Januari 2026 - 01:01 WIB

Jawaban Peristiwa Hukum & Alat Bukti Termohon dalam Perkara Praperadilan Nomor 2/Pid.Pra/2026/PN Mdn., Diduga Sarat Rekayasa Hukum dan Upaya Paksa*

25 Januari 2026 - 12:58 WIB

SINERGI LINGKUNGAN GEOGRAFI SMAN 1 RUNDENG BERSAMA KETUA PGRI CAB KEC.RUNDENG

24 Januari 2026 - 07:35 WIB

Trending di Uncategorized