Menu

Mode Gelap
Desa Mata Pao Digegerkan Penemuan Mayat Diduga Korban Pembunuhan di Areal Perkebunan PT Socfindo Kebun Mata Pao. Ketum DPP BIMANTARA Bobby Cahyadi: Hari Buruh Sedunia, Momentum Merajut Kebersamaan Pemerintah, Pekerja & Pengusaha. Dua Jalan di Kecamatan Medan Johor di Aspal Asal Jadi, Jalan Inspeksi Kanal Titi Kuning ,dan Jalan Eka Suka Gedung Johor Gorong – gorong Hancur, Akses Jalan Warga di Liberia Terancam Putus dan Bahayakan Pengendara. Dugaan Pencemaran Udara, Abu Kilang Padi Aki di Jalinsum Sei Rampah Dikeluhkan Warga dan Ditegur DLH Sergai. Minta Usut Dugaan Mafia BBM Solar “Wak Uteh” Belawan, HIMMAH Sumut Nyatakan Dukungan ke Kapolda

Uncategorized

Sungguh Tragis Nasib Penderes Kebun Tanah Raja yang Diduga Ditipu Oleh Pihak Management Kebun Tanah Raja.

badge-check


					Sungguh Tragis Nasib Penderes Kebun Tanah Raja yang Diduga Ditipu Oleh Pihak Management Kebun Tanah Raja. Perbesar

Sergai. –  Media Indonesia –  Sungguh tragis nasib karyawan penderes Kebun Tanah Raja, yang diduga ditipu oleh pihak managementnya sendiri yakni Management Kebun Tanah Raja, karena tidak adanya transparansi mengenai perubahan tekhnis pekerjaan di karet seperti mengenai pekerjaan kutip kompo, yang selama ini pekerjaan tersebut merupakan bagian dari pekerjaan penderes itu sendiri dan ada biaya yang dikeluarkan oleh pihak perusahaan yang diberikan kepada penderes.

Namun adanya perubahan tekhnis kerja di karet, seperti pada pekerjaan kutip kompo tersebut yang sekarang dikerjakan oleh pihak Vendor melalui tekhnis lelang, jadi pihak karyawan penderes tidak lagi dilibatkan dalam pekerjaan tersebut dan tentunya penderes juga tidak ada lagi mengeluarkan biaya untuk pekerjaan tersebut, namun hal tersebut tidak disosialisasikan oleh pihak Management Kebun Tanah Raja ke para karyawan penderesnya.

Tentunya apa yang dilakukan oleh pihak management Kebun Tanah Raja sangat fatal karena diduga dianggap menipu karyawan penderesnya sendiri, sehingga menimbulkan kerugian bagi penderes, karena mereka mengerjakannya sendiri dalam pekerjaan kutip kompo tersebut dan mengeluarkan biaya tambahan untuk mengupahkan pekerjaan tersebut kepada orang lain, karena keterbatasan waktu dikarenakan ancak deresnya makin banyak.

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya dengan topik yang sama, yang mana para penderes tidak tau kalo pekerjaan tersebut sebenarnya sudah dikerjakan oleh pihak Vendor, sama seperti pekerjaan pengobatan pada karet. Mendengar hal tersebut penderes tentu sangat terkejut dan menyesalkan sikap Management karena tidak transparan, tentu kami sangat dirugikan, karena kami mengupahkan ke orang lain sebesar Rp 600000, meskipun ada bantuan uang kutip kompo sebesar Rp 480000 yang diberikan melalui Mandor tiap bulannya namun hanya enam (6) bulan saja.

Guna mendalami temuan tersebut awak Media coba konfirmasi langsung ke Bambang selaku Mandor 1 Afdeling 1, Adi Mandor 1 Afdeling 2 dan Amat Mandor 1 Afdeling 3, melalui via Whatsapp mereka, pada hari Kamis (13/11/2025), namun hanya Bambang dan Amat yang menjawab dengan jawaban yang sama, bahwasanya kami tidak ada hak untuk menjawab mengenai skema kerja kutip kompo, tanyakan saja pada pihak management ataupun langsung ke Direksi.

Namun Amat tidak menapik, kalo pekerjaan kutip kompo itu dikerjakan oleh pihak Vendor namun soal berapa besaran gajinya saya tak tau, dan mengenai uang bantuan kutip kompo sebesar Rp 480000 yang diberikan Mandor tiap bulannya namun hanya enam bulan saja yang diberikan, saya juga nggak tau hal itu jawabnya lagi. Namun ketika ditanya kembali, mengapa jawaban bapak kontradiktif atau bertolak belakang dengan pengakuan penderes, yang mana pekerjaan kutip kompo dikerjakan oleh penderes itu sendiri, namun bapak katakan dikerjakan oleh pihak vendor, namun Amat tidak menjawab.

Awak Media berusaha coba konfirmasi ke pihak Management Kebun Tanah Raja mengenai hal tersebut, ke Manager awak Media tidak mendapatkan akses, kepada Ginting selaku Askep (Asisten Kepala) Kebun Tanah Raja malah diblokir pada konfirmasi pertama sewaktu pemberitaan yang sebelumnya, kemudian ke Calista Fairuz selaku APK (Asisten Personalia Karyawan) Kebun Tanah Raja pada hari Kamis (13/11/2025) melalui via WhatsApp nya dia menjawab ” Maaf per tanggal 3 Nov lalu saya tidak di Tanah Raja ” tanpa menjelaskan apapun.

Dari uraian rangkaian penjelasan diatas, membuktikan kalo pihak Management Kebun Tanah Raja emang tidak transparan dan tertutup karena tidak mau menjelaskan hal tersebut kepada para penderes dan juga kepada awak Media ketika dikonfirmasi, sehingga menimbulkan persepsi yang mana pihak Management Kebun Tanah Raja diduga ada indikasi mencari keuntungan secara pribadi dengan modus kongkalikong dengan pihak Vendor.  (Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Ikan, Wakil Wali Kota Sibolga Diperiksa Polda Sumut Sampai Malam

23 April 2026 - 11:13 WIB

Kajari Medan Tegaskan Tidak Alergi Dengan Wartawan

21 April 2026 - 11:55 WIB

Ribuan Masyarakat Sergai Tumpah Ruah Saksikan Ratusan Mobil Hias Keliling Kota, Semarakkan Malam Takbiran.

20 Maret 2026 - 15:19 WIB

Baitul Mal Darul Aman Salurkan Zakat Mal Rp64,5 Juta kepada 129 Mustahiq

19 Maret 2026 - 15:37 WIB

Momen Ramadhan Penuh Kebahagiaan: RSUD Kota Subulusalam Aceh Santuni Anak Yatim Karyawan Dan Pegawainya

13 Maret 2026 - 11:37 WIB

Trending di Uncategorized