Menu

Mode Gelap
Merasa Difitnah, Karyawan Multi Finance Resmi Laporkan Warga Tualang ke Polsek Perbaungan. Kepala SPPG Kerap Disorot Saat Terjadi Masalah, Sistem Pengelolaan MBG Jadi Sorotan Diduga Korban Data Fiktif, Pencari Remis di Sergai Berjuang Mandiri ke Dinsos Demi Pulihkan Hak Bansos.  Mikha Gabriel Meliala Pimpin SAPMA DPD IPK Kota Medan, Targetkan Konsolidasi Besar Basis Mahasiswa dan Pelajar Misno Sampaikan Hak Jawab, Tegaskan Tak Bermaksud Halangi Tugas Jurnalistik Syahrial Diduga Gudang “Siong” Andre Sinaga Kebal Hukum!, Limbah Solar Cemari Parit Warga & Isu “Setoran” ke APH Mencuat. 

Uncategorized

Sungguh Tragis Nasib Penderes Kebun Tanah Raja yang Diduga Ditipu Oleh Pihak Management Kebun Tanah Raja.

badge-check


					Sungguh Tragis Nasib Penderes Kebun Tanah Raja yang Diduga Ditipu Oleh Pihak Management Kebun Tanah Raja. Perbesar

Sergai. –  Media Indonesia –  Sungguh tragis nasib karyawan penderes Kebun Tanah Raja, yang diduga ditipu oleh pihak managementnya sendiri yakni Management Kebun Tanah Raja, karena tidak adanya transparansi mengenai perubahan tekhnis pekerjaan di karet seperti mengenai pekerjaan kutip kompo, yang selama ini pekerjaan tersebut merupakan bagian dari pekerjaan penderes itu sendiri dan ada biaya yang dikeluarkan oleh pihak perusahaan yang diberikan kepada penderes.

Namun adanya perubahan tekhnis kerja di karet, seperti pada pekerjaan kutip kompo tersebut yang sekarang dikerjakan oleh pihak Vendor melalui tekhnis lelang, jadi pihak karyawan penderes tidak lagi dilibatkan dalam pekerjaan tersebut dan tentunya penderes juga tidak ada lagi mengeluarkan biaya untuk pekerjaan tersebut, namun hal tersebut tidak disosialisasikan oleh pihak Management Kebun Tanah Raja ke para karyawan penderesnya.

Tentunya apa yang dilakukan oleh pihak management Kebun Tanah Raja sangat fatal karena diduga dianggap menipu karyawan penderesnya sendiri, sehingga menimbulkan kerugian bagi penderes, karena mereka mengerjakannya sendiri dalam pekerjaan kutip kompo tersebut dan mengeluarkan biaya tambahan untuk mengupahkan pekerjaan tersebut kepada orang lain, karena keterbatasan waktu dikarenakan ancak deresnya makin banyak.

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya dengan topik yang sama, yang mana para penderes tidak tau kalo pekerjaan tersebut sebenarnya sudah dikerjakan oleh pihak Vendor, sama seperti pekerjaan pengobatan pada karet. Mendengar hal tersebut penderes tentu sangat terkejut dan menyesalkan sikap Management karena tidak transparan, tentu kami sangat dirugikan, karena kami mengupahkan ke orang lain sebesar Rp 600000, meskipun ada bantuan uang kutip kompo sebesar Rp 480000 yang diberikan melalui Mandor tiap bulannya namun hanya enam (6) bulan saja.

Guna mendalami temuan tersebut awak Media coba konfirmasi langsung ke Bambang selaku Mandor 1 Afdeling 1, Adi Mandor 1 Afdeling 2 dan Amat Mandor 1 Afdeling 3, melalui via Whatsapp mereka, pada hari Kamis (13/11/2025), namun hanya Bambang dan Amat yang menjawab dengan jawaban yang sama, bahwasanya kami tidak ada hak untuk menjawab mengenai skema kerja kutip kompo, tanyakan saja pada pihak management ataupun langsung ke Direksi.

Namun Amat tidak menapik, kalo pekerjaan kutip kompo itu dikerjakan oleh pihak Vendor namun soal berapa besaran gajinya saya tak tau, dan mengenai uang bantuan kutip kompo sebesar Rp 480000 yang diberikan Mandor tiap bulannya namun hanya enam bulan saja yang diberikan, saya juga nggak tau hal itu jawabnya lagi. Namun ketika ditanya kembali, mengapa jawaban bapak kontradiktif atau bertolak belakang dengan pengakuan penderes, yang mana pekerjaan kutip kompo dikerjakan oleh penderes itu sendiri, namun bapak katakan dikerjakan oleh pihak vendor, namun Amat tidak menjawab.

Awak Media berusaha coba konfirmasi ke pihak Management Kebun Tanah Raja mengenai hal tersebut, ke Manager awak Media tidak mendapatkan akses, kepada Ginting selaku Askep (Asisten Kepala) Kebun Tanah Raja malah diblokir pada konfirmasi pertama sewaktu pemberitaan yang sebelumnya, kemudian ke Calista Fairuz selaku APK (Asisten Personalia Karyawan) Kebun Tanah Raja pada hari Kamis (13/11/2025) melalui via WhatsApp nya dia menjawab ” Maaf per tanggal 3 Nov lalu saya tidak di Tanah Raja ” tanpa menjelaskan apapun.

Dari uraian rangkaian penjelasan diatas, membuktikan kalo pihak Management Kebun Tanah Raja emang tidak transparan dan tertutup karena tidak mau menjelaskan hal tersebut kepada para penderes dan juga kepada awak Media ketika dikonfirmasi, sehingga menimbulkan persepsi yang mana pihak Management Kebun Tanah Raja diduga ada indikasi mencari keuntungan secara pribadi dengan modus kongkalikong dengan pihak Vendor.  (Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penanganan Dumas Wartawan Empat Bulan Tanpa Kejelasan, Kinerja Polresta Deli Serdang Dipertanyakan.

11 Agustus 2026 - 03:37 WIB

MEDIASI DINILAI BUNTU, KUASA HUKUM KOPERASI KOFIPINDO PERTANYAKAN PROSEDUR LAPORAN KARYAWAN KE DISNAKER MEDAN. 

10 Agustus 2026 - 13:40 WIB

Dugaan Pengoplosan BBM dengan Konden, AR Disebut Pemasok Minyak Konden di Sergai.

5 Agustus 2026 - 13:13 WIB

Cegah Korupsi Untuk Mendukung Ketahanan Pangan, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Gelar Penerangan Hukum Pada Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan

5 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Penyampaian Aspirasi Masyarakat Petani Dusun IV, Diwarnai Walkout Ketua BPD Sei Rejo.

5 Agustus 2026 - 07:06 WIB

Trending di Uncategorized