Menu

Mode Gelap
Mekanisme Keadilan Restoratif Di Kejaksaan Menebar Kasih, Merajut Harmonisasi KNPI Kota Medan Kritik Keras Kisruh BBM: Rakyat Jangan Terus Dijadikan Korban Sudah Damai, Korban Jadi Tersangka dan DPO? Aliansi Masyarakat Siap Kepung Polrestabes Medan Tiga Hari, Desak Penghentian Dugaan Kriminalisasi. Belum Ada Kejelasan Pasca Mengadu, Warga Dusun 6 Bogak Besar Tagih Realisasi dan Komitmen Pemdes dan Camat Terkait Dampak Usaha Ternak Ayam. Keberadaan Bangunan Kopdes Merah Putih di PTPN 4 Kebun Rambutan Jadi Pertanyaan, Status Lahan HGU Tuai Sorotan Publik. Tak Terima Kritik Atas Penebangan Pohon Secara Masal, Kadis Lingkungan Hidup Kota Medan Bungkam

Nasional

Muspika Penanggalan Berhasil Ajak Dialog Masyarakat Terkait Parit Gajah Dan Blokade Jalan di Lahan PT Laot Bangko.

badge-check


					Muspika Penanggalan Berhasil Ajak Dialog Masyarakat Terkait Parit Gajah Dan Blokade Jalan di Lahan PT Laot Bangko. Perbesar

Subulusalam,Aceh, Media indonesia // Ketegangan di Desa Penuntungan, Kecamatan Penanggalan, Aceh, berhasil diredam berkat responsifnya Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) setempat. Warga yang memblokade akses jalan menuju lahan PT Laot Bangko akhirnya membubarkan diri setelah dilakukan dialog dan negosiasi.(14/06).

Aksi blokade jalan dilakukan warga sebagai bentuk protes terhadap pembangunan “Paret Gajah” (tembok pembatas) oleh PT Laot Bangko tanpa sosialisasi dan komunikasi terlebih dahulu. Warga menilai pembangunan tersebut sebagai klaim sepihak terhadap lahan perkebunan sawit di wilayah tersebut. Situasi sempat memanas dan hampir terjadi bentrok antara warga dan pegawai PT Laot Bangko.

Berkat kerja cepat Camat Penanggalan dan Kapolsek Penanggalan, beserta tim Muspika, konflik berhasil diatasi secara damai. Melalui dialog yang kooperatif, Camat Penanggalan berhasil meredakan emosi warga dan mengajak mereka untuk mencari solusi bersama. Setelah diberikan arahan, warga akhirnya membubarkan diri dan saling bersalaman dengan pihak Muspika.

Keberhasilan Muspika Penanggalan dalam menangani konflik ini menunjukkan pentingnya komunikasi dan dialog dalam menyelesaikan permasalahan di masyarakat. Kecepatan dan kesigapan dalam merespon situasi kritis juga patut diapresiasi, sehingga mencegah terjadinya eskalasi kekerasan. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk selalu mengedepankan musyawarah dan komunikasi dalam setiap pembangunan yang berdampak pada masyarakat.

Pewarta;IP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mekanisme Keadilan Restoratif Di Kejaksaan Menebar Kasih, Merajut Harmonisasi

14 Juli 2026 - 09:47 WIB

Tak Terima Kritik Atas Penebangan Pohon Secara Masal, Kadis Lingkungan Hidup Kota Medan Bungkam

12 Juli 2026 - 13:52 WIB

PT PHPO KIM Gelar Sunat Massal 25 Anak Kurang Mampu

9 Juli 2026 - 03:34 WIB

KEPALA KANTOR IMIGRASI WILAYAH SUMATERA UTARA KUNJUNGI KEJAKSAAN TINGGI SUMATERA UTARA

8 Juli 2026 - 13:41 WIB

LSM KPK RI Soroti Adanya Dugaan Penebangan Puluhan Pohon Di Jalan SM Raja Medan

8 Juli 2026 - 13:32 WIB

Trending di Nasional