Menu

Mode Gelap
Walikota Medan Lepas Ribuan Khafifah Pawai Ta’aruf MTQ Ke 59 AKBP Adrian Rizky Lubis Ditunjuk Jadi Kasat Reskrim Polrestabes Medan ‎‎ TPA Sampah di Kebun Adolina Meluber ke Areal Tanaman Sawit, Kadis Perkim & LH Sergai dan Kabid PKPLH Pilih Bungkam. Kajati Sumatera Utara Dorong Mahasiswa dan Pemuda Menjaga Sportifitas Dan Semangat Kerjasama Guna Mendukung Pembangunan Berbagai Aspek Di Sumatera Utara DIDUGA TERJADI TINDAK PIDANA KORUPSI PENGADAAN TANAH UNTUK PEMBANGUNAN JALAN TOL MEDAN-BINJAI SEKSI I, II DAN III SEPANJANG 25,441 KM DENGAN TOTAL NILAI Rp.1.170.440.000.000,- (SATU TRILIUN SERATUS TUJUH PULUH MILIAR EMPAT RATUS EMPAT PULUH JUTA RUPIAH), PENYIDIK KEJATI SUMUT GELEDAH DUA LOKASI DI MEDAN. Pabrik Cat di Medan Labuhan Terbakar, Beberapa Kali terdengar Beberapa Kali Ledakan

Nasional

Muspika Penanggalan Berhasil Ajak Dialog Masyarakat Terkait Parit Gajah Dan Blokade Jalan di Lahan PT Laot Bangko.

badge-check


					Muspika Penanggalan Berhasil Ajak Dialog Masyarakat Terkait Parit Gajah Dan Blokade Jalan di Lahan PT Laot Bangko. Perbesar

Subulusalam,Aceh, Media indonesia // Ketegangan di Desa Penuntungan, Kecamatan Penanggalan, Aceh, berhasil diredam berkat responsifnya Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) setempat. Warga yang memblokade akses jalan menuju lahan PT Laot Bangko akhirnya membubarkan diri setelah dilakukan dialog dan negosiasi.(14/06).

Aksi blokade jalan dilakukan warga sebagai bentuk protes terhadap pembangunan “Paret Gajah” (tembok pembatas) oleh PT Laot Bangko tanpa sosialisasi dan komunikasi terlebih dahulu. Warga menilai pembangunan tersebut sebagai klaim sepihak terhadap lahan perkebunan sawit di wilayah tersebut. Situasi sempat memanas dan hampir terjadi bentrok antara warga dan pegawai PT Laot Bangko.

Berkat kerja cepat Camat Penanggalan dan Kapolsek Penanggalan, beserta tim Muspika, konflik berhasil diatasi secara damai. Melalui dialog yang kooperatif, Camat Penanggalan berhasil meredakan emosi warga dan mengajak mereka untuk mencari solusi bersama. Setelah diberikan arahan, warga akhirnya membubarkan diri dan saling bersalaman dengan pihak Muspika.

Keberhasilan Muspika Penanggalan dalam menangani konflik ini menunjukkan pentingnya komunikasi dan dialog dalam menyelesaikan permasalahan di masyarakat. Kecepatan dan kesigapan dalam merespon situasi kritis juga patut diapresiasi, sehingga mencegah terjadinya eskalasi kekerasan. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk selalu mengedepankan musyawarah dan komunikasi dalam setiap pembangunan yang berdampak pada masyarakat.

Pewarta;IP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Walikota Medan Lepas Ribuan Khafifah Pawai Ta’aruf MTQ Ke 59

11 April 2026 - 15:42 WIB

AKBP Adrian Rizky Lubis Ditunjuk Jadi Kasat Reskrim Polrestabes Medan ‎‎

11 April 2026 - 12:16 WIB

Kajati Sumatera Utara Dorong Mahasiswa dan Pemuda Menjaga Sportifitas Dan Semangat Kerjasama Guna Mendukung Pembangunan Berbagai Aspek Di Sumatera Utara

10 April 2026 - 15:38 WIB

DIDUGA TERJADI TINDAK PIDANA KORUPSI PENGADAAN TANAH UNTUK PEMBANGUNAN JALAN TOL MEDAN-BINJAI SEKSI I, II DAN III SEPANJANG 25,441 KM DENGAN TOTAL NILAI Rp.1.170.440.000.000,- (SATU TRILIUN SERATUS TUJUH PULUH MILIAR EMPAT RATUS EMPAT PULUH JUTA RUPIAH), PENYIDIK KEJATI SUMUT GELEDAH DUA LOKASI DI MEDAN.

10 April 2026 - 15:27 WIB

DPD Partai Demokrat Sumatera Utara Audiensi Dengan Kajati Sumatera Utara

7 April 2026 - 14:07 WIB

Trending di Nasional