Menu

Mode Gelap
Menolak Lupa di Sungai Liberia: Ketika Prediksi Publik Terbukti dan Kasus Limbah Kilang Ubi Menguap. 300 Triliun Rupiah lebih Telah Berhasil Diselamatkan Ke Kas Negara, Kelompok Massa Datangi Kejati Sumut Suarakan Dukungan Terhadap Kinerja Pidsus Kejaksaan R.I Dinas Pertanian Sergai Bantah Keterangan Dua Perangkat Desa Sei Nagalawan Terkait Proyek Dinas Pertanian Disebut Milik Mantan Kapolres. Berurai Airmata, Pencuri Uang Di Kabupaten Batubara Di Bebaskan Jaksa Setelah Dimaafkan Korbannya Ketua KORMI Sumut Daffasya Sinik Apresiasi Kehadiran Plt Bupati Langkat di Rakerprov, Fokus Dorong Sport Tourism di Kabupaten/Kota Se-Sumut Mubes Ke- V PSSAB Indonesia Berlangsung di Medan, Sudung Situmorang Berhasil Kembali Terpilih Sebagai Ketum Periode 2025 – 2031.

Nasional

Muspika Penanggalan Berhasil Ajak Dialog Masyarakat Terkait Parit Gajah Dan Blokade Jalan di Lahan PT Laot Bangko.

badge-check


					Muspika Penanggalan Berhasil Ajak Dialog Masyarakat Terkait Parit Gajah Dan Blokade Jalan di Lahan PT Laot Bangko. Perbesar

Subulusalam,Aceh, Media indonesia // Ketegangan di Desa Penuntungan, Kecamatan Penanggalan, Aceh, berhasil diredam berkat responsifnya Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) setempat. Warga yang memblokade akses jalan menuju lahan PT Laot Bangko akhirnya membubarkan diri setelah dilakukan dialog dan negosiasi.(14/06).

Aksi blokade jalan dilakukan warga sebagai bentuk protes terhadap pembangunan “Paret Gajah” (tembok pembatas) oleh PT Laot Bangko tanpa sosialisasi dan komunikasi terlebih dahulu. Warga menilai pembangunan tersebut sebagai klaim sepihak terhadap lahan perkebunan sawit di wilayah tersebut. Situasi sempat memanas dan hampir terjadi bentrok antara warga dan pegawai PT Laot Bangko.

Berkat kerja cepat Camat Penanggalan dan Kapolsek Penanggalan, beserta tim Muspika, konflik berhasil diatasi secara damai. Melalui dialog yang kooperatif, Camat Penanggalan berhasil meredakan emosi warga dan mengajak mereka untuk mencari solusi bersama. Setelah diberikan arahan, warga akhirnya membubarkan diri dan saling bersalaman dengan pihak Muspika.

Keberhasilan Muspika Penanggalan dalam menangani konflik ini menunjukkan pentingnya komunikasi dan dialog dalam menyelesaikan permasalahan di masyarakat. Kecepatan dan kesigapan dalam merespon situasi kritis juga patut diapresiasi, sehingga mencegah terjadinya eskalasi kekerasan. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk selalu mengedepankan musyawarah dan komunikasi dalam setiap pembangunan yang berdampak pada masyarakat.

Pewarta;IP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

300 Triliun Rupiah lebih Telah Berhasil Diselamatkan Ke Kas Negara, Kelompok Massa Datangi Kejati Sumut Suarakan Dukungan Terhadap Kinerja Pidsus Kejaksaan R.I

21 Juli 2026 - 16:30 WIB

Berurai Airmata, Pencuri Uang Di Kabupaten Batubara Di Bebaskan Jaksa Setelah Dimaafkan Korbannya

20 Juli 2026 - 09:53 WIB

Seorang Ayah Di Kabupaten Serdang Bedagai Maafkan Perbuatan Anaknya Dengan Tulus, Demi Keutuhan Hubungan Keluarga, Jaksa Selesaikan Perkara KDRT Melalui Restoratif Justice

17 Juli 2026 - 04:33 WIB

Sidang Gugatan Ahli waris Kakek Sapon dugaan Korban Tipu Muslihat, Kebohongan serta Penipuan atas Jual Beli Tanah antara Alm. Sapon dengan M. Hidayah dengan agenda sidang pembuktian yaitu Saksi Tergugat II.

16 Juli 2026 - 17:09 WIB

PT PHPO Belawan Tanam 1000 Bibit Mangrove di Danau Siombak

16 Juli 2026 - 05:59 WIB

Trending di Nasional