Menu

Mode Gelap
Merasa Difitnah, Karyawan Multi Finance Resmi Laporkan Warga Tualang ke Polsek Perbaungan. Kepala SPPG Kerap Disorot Saat Terjadi Masalah, Sistem Pengelolaan MBG Jadi Sorotan Diduga Korban Data Fiktif, Pencari Remis di Sergai Berjuang Mandiri ke Dinsos Demi Pulihkan Hak Bansos.  Mikha Gabriel Meliala Pimpin SAPMA DPD IPK Kota Medan, Targetkan Konsolidasi Besar Basis Mahasiswa dan Pelajar Misno Sampaikan Hak Jawab, Tegaskan Tak Bermaksud Halangi Tugas Jurnalistik Syahrial Diduga Gudang “Siong” Andre Sinaga Kebal Hukum!, Limbah Solar Cemari Parit Warga & Isu “Setoran” ke APH Mencuat. 

Uncategorized

Menyedihkan Makanan Bergizi Untuk Siswa SD Se-Kota Subulussalam Seperti Makananan Orang Tahanan Permasyarakatan

badge-check


					Menyedihkan Makanan Bergizi Untuk Siswa SD Se-Kota Subulussalam Seperti Makananan Orang Tahanan Permasyarakatan Perbesar

Subulusalam,Aceh|| MediaIndonesia Ironis Menu “Bergizi” Sekolah Lebih Mirip Jatah makan Tahanan Permasyarakatan.

Generasi emas disuguhi irisan mentimun layu dan ikan tak meyakinkan, publik curiga ada anggaran yang “raib” di tengah jalan

Program makanan bergizi untuk anak sekolah di Kota Subulussalam yang seharusnya menjadi pondasi kesehatan generasi penerus, justru berubah menjadi potret memilukan. Pantauan di lapangan memperlihatkan sajian yang jauh dari kata layak: beberapa iris mentimun yang sudah menguning tidak segar, potongan ayam yang tak jelas kualitasnya, buah jeruk kusam, dan sebiji salak yang tampak sudah mulai mengering.

“Ini makanan bergizi? Lebih mirip jatah makan untuk tahanan di lembaga permasyarakatan,” ujar seorang warga, Selasa (12/08/2025), sambil menggeleng tak percaya.

Ironis memang kritikan makin tajam jika dibandingkan dengan seruan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya gizi seimbang untuk anak-anak. Alih-alih menyehatkan, menu yang diberikan justru menimbulkan penyakit karena buahan disajikan tidak lagi segar, tanda tanya besar: apakah anggaran yang digelontorkan benar-benar digunakan sesuai peruntukan?

Kecurigaan publik pun mengarah pada dugaan pemangkasan atau penyalahgunaan dana. Bila benar terjadi, dampaknya langsung menghantam masa depan anak-anak.

Kini, publik menuntut jawaban tegas: siapa yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan ini? Bagaimana mekanisme pengadaan dan pengawasan dilakukan? Sampai transparansi terwujud, isu ini akan terus menjadi noda di wajah program gizi nasional, setidaknya di Kota Subulussalam

 

Pewarta:RED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAJATI MUHIBUDDIN PIMPIN UPACARA PERINGATAN HARI LAHIR KEJAKSAAN R.I KE-81 DI KEJATI SUMUT

2 September 2026 - 14:09 WIB

PT PHPO Belawan Bantu Makan Bergizi

2 September 2026 - 06:41 WIB

SIDANG PERDATA GUGATAN PERBUATAN MELAWAN HUKUM ATAS TUNTUTAN GANTI RUGI RIKI AGASI MASUKI TAHAP PEMBUKTIAN SAKSI

1 September 2026 - 14:07 WIB

M Safrizal Almalik Bertemu Gus Kikin: Ucapkan Selamat Mengemban Amanah Sebagai Ketua Umum PBNU

1 September 2026 - 11:10 WIB

Terjebak Dan Menyesal Telah Membeli Barang Hasil Kejahatan, Warga Simalungun Bernafas Lega Setelah Dibebaskan Jaksa Melalui Restoratif Justice

31 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Trending di Nasional