Menu

Mode Gelap
Berantas Korupsi Tanpa Kompromi, Ketua PD IPA Kota Medan Dukung Komitmen Kajari Ridwan Sujana Angsar Terkait Eluhan Warga Terhadap Kandang Ternak Ayam di Tengah Pemukiman Penduduk di Desa Bogak Besar, Dua Kadis Sergai Hanya Berikan Tanggapan Singkat. LSM.KPK.RI. Kab. Karo, Apresiasi Kinerja Polres Karo/Polsek Tigabinanga, Ungkap Cepat Kasus Pembunuhan Sura Sitepu Ungkap Cepat Kasus Pembunuhan, Polres Karo Tangkap Dua Terduga Pelaku dan Temukan Jenazah Korban di Bawah Jembatan Polda Sumut Telah Mengantongi Nama Pasu Munte Pengendali Judi di Humbahas, Gerah Disorot Publik Terduga Bandar Judi Online di Humbahas Ancam Wartawan PD IPA Medan Sebut Kepemimpinan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak Sukses Membawa Dampak Positif bagi Kota Medan

Uncategorized

Menyedihkan Makanan Bergizi Untuk Siswa SD Se-Kota Subulussalam Seperti Makananan Orang Tahanan Permasyarakatan

badge-check


					Menyedihkan Makanan Bergizi Untuk Siswa SD Se-Kota Subulussalam Seperti Makananan Orang Tahanan Permasyarakatan Perbesar

Subulusalam,Aceh|| MediaIndonesia Ironis Menu “Bergizi” Sekolah Lebih Mirip Jatah makan Tahanan Permasyarakatan.

Generasi emas disuguhi irisan mentimun layu dan ikan tak meyakinkan, publik curiga ada anggaran yang “raib” di tengah jalan

Program makanan bergizi untuk anak sekolah di Kota Subulussalam yang seharusnya menjadi pondasi kesehatan generasi penerus, justru berubah menjadi potret memilukan. Pantauan di lapangan memperlihatkan sajian yang jauh dari kata layak: beberapa iris mentimun yang sudah menguning tidak segar, potongan ayam yang tak jelas kualitasnya, buah jeruk kusam, dan sebiji salak yang tampak sudah mulai mengering.

“Ini makanan bergizi? Lebih mirip jatah makan untuk tahanan di lembaga permasyarakatan,” ujar seorang warga, Selasa (12/08/2025), sambil menggeleng tak percaya.

Ironis memang kritikan makin tajam jika dibandingkan dengan seruan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya gizi seimbang untuk anak-anak. Alih-alih menyehatkan, menu yang diberikan justru menimbulkan penyakit karena buahan disajikan tidak lagi segar, tanda tanya besar: apakah anggaran yang digelontorkan benar-benar digunakan sesuai peruntukan?

Kecurigaan publik pun mengarah pada dugaan pemangkasan atau penyalahgunaan dana. Bila benar terjadi, dampaknya langsung menghantam masa depan anak-anak.

Kini, publik menuntut jawaban tegas: siapa yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan ini? Bagaimana mekanisme pengadaan dan pengawasan dilakukan? Sampai transparansi terwujud, isu ini akan terus menjadi noda di wajah program gizi nasional, setidaknya di Kota Subulussalam

 

Pewarta:RED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LSM.KPK.RI. Kab. Karo, Apresiasi Kinerja Polres Karo/Polsek Tigabinanga, Ungkap Cepat Kasus Pembunuhan Sura Sitepu

30 Mei 2026 - 02:55 WIB

Ungkap Cepat Kasus Pembunuhan, Polres Karo Tangkap Dua Terduga Pelaku dan Temukan Jenazah Korban di Bawah Jembatan

29 Mei 2026 - 18:19 WIB

Mafia Pangan di Balik Minyakita Medan: “Kios Siluman” Berpesta, Rakyat Menjerit, Aparat Masih Menanti?

26 Mei 2026 - 08:55 WIB

Kajati:”Selamat Bergabung Adhyaksa Muda, Setiap Ucapan, Sikap, Dan Tindakan Saudara Akan Membawa Nama Baik Pribadi, Keluarga, Satuan Kerja Dan Institusi Kejaksaan”

26 Mei 2026 - 03:06 WIB

Merasa Kecewa dan Tertipu Oleh Dinkes Medan, Shaiful Mahdi Mohon Keadilan ke Walikota Medan

25 Mei 2026 - 02:32 WIB

Trending di Nasional