Sergai – Media Indonesia – Masyarakat petani Desa Sei Rejo Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) sangat berharap kepada Muliono selaku Kepala Desa agar mengambil tindakan yang tegas dan konkret serta bijaksana dalam masalah polemik penutupan aliran air irigasi yang dilakukan oleh Yanto, karena sangat berdampak buruk kepada para petani yang membuat sawahnya kekeringan karena terdampak dari ditutupnya saluran air irigasi oleh Yanto, Minggu (18/01/2026).
Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh salah seorang masyarakat petani Sei Rejo yang tidak ingin disebutkan identitasnya kepada awak Media mengatakan bahwa, saya dan juga petani lainnya khususnya kami yang berdampak langsung dengan ditutupnya saluran air irigasi oleh Yanto, sehingga mengakibatkan sawah kami menjadi kekeringan sementara kami sangat membutuhkan air karena ini udah mau masuk masa tanam, sehingga ini sudah sangat mendesak karena kalau tidak kami bisa gagal tanam karena ketiadaan air, tentu kami sangat dirugikan dalam hal ini, ” Ungkap nya.”
Apalagi setelah kami tau dari Media yang beredar pernyataan Yanto selaku yang menutup saluran aliran irigasi, karena merasa tersinggung dengan ucapan Sasrianto selaku ketua P3A dan diduga kuat ada yang menunggangi kekisruhan ini, yakni ingin menggantikan Sasrianto sebagai ketua P3A, sehingga ini sudah menjadi bukti apa motif yang sebenarnya, jadi kami sangat berharap agar Kades segera mengambil tindakan yang tegas dan konkret agar masalah ini cepat selesai, karena berdampak buruk pada masyarakat petani.
Dan Sasrianto juga sudah menyampaikan pernyataannya di Media tersebut, guna menjelaskan permasalahannya apalagi dia juga sudah menyampaikan permohonan maaf di pertemuan ketika Mediasi.
Semoga saja permasalahan ini segera cepat selesai, karena kita sudah tau apa sebenarnya yang terjadi dan apa motif dibalik ini semua, sesuai dengan yang kami baca di berita itu, karena selama ini kami nggak tau apa motif yang sebenarnya, dan kami berharap pak Kades segera mengambil tindakan yang tegas konkret dan bijaksana yakni lebih mementingkan kepentingan halayak ramai yaitu masyarakat petani daripada kepentingan perorangan maupun kelompok, ” Harap masyarakat petani tersebut.” (Syahrial).











