Menu

Mode Gelap
*Forkopimda Tanjungbalai, Asahan dan Batubara Apresiasi Pengungkapan Narkoba oleh Polda Sumut* *Satres Narkoba Polres Madina Ringkus 3 Pria Pesta Sabu di Panyabungan Jae* Pangdam I/BB dan Forkopimda Sambut Kedatangan Wapres Gibran di Medan Polsek Tigabinanga Ajak Warga Lawan Stunting dan Kekerasan dalam Rumah Tangga Komplek MAN 2 Pegayo Butuh Satpam dan CCTV, Anggaran BOS Harusnya Sesuai Kebutuhan Terkait Pemberitaan Arusma Pakpahan di Media Online dan LSM Pakar, Jose Simamora : “Itu Berita Fitnah dan Keji”

Uncategorized

Komplek MAN 2 Pegayo Butuh Satpam dan CCTV, Anggaran BOS Harusnya Sesuai Kebutuhan

badge-check


					Komplek MAN 2 Pegayo Butuh Satpam dan CCTV, Anggaran BOS Harusnya Sesuai Kebutuhan Perbesar

Subulussalam,Aceh||MediaIndonesia Pengelolaan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pegayo, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, kembali menuai sorotan. Hal ini bermula ketika Pelaksana Harian (PLH) Kepala Sekolah terlihat gelagapan saat diwawancarai awak media mengenai tata kelola sekolah, terutama soal penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta kebijakan internal yang memicu keluhan wali murid. Kamis, (28/08/25).

Saat dikonfirmasi terkait detail anggaran BOS dan jumlah siswa, PLH Kepala Sekolah mengaku tidak bisa menjelaskan secara rinci.

> “Saya hanya pelaksana harian, Pak. Untuk lebih jelasnya langsung saja ke Kepala Sekolah,” ujarnya singkat.

Sementara itu, seorang wali murid bernama Ipong menyampaikan keluhan atas aturan sekolah yang tidak memperbolehkan orang tua membawa kendaraan masuk ke dalam komplek saat menjemput anak.

> “Padahal area MAN 2 Pegayo sangat luas. Kalau kendaraan menumpuk di luar pagar, justru membahayakan lalu lintas masyarakat yang melintas,” ungkapnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Pimpinan LSM Suara Putra Aceh, Kota Subulussalam, menilai sudah seharusnya MAN 2 Pegayo memiliki standar keamanan yang layak, minimal dengan keberadaan petugas satpam dan pemasangan CCTV di lingkungan sekolah.

> “Penggunaan anggaran BOS harusnya sesuai kebutuhan sekolah, bukan justru melahirkan kebijakan yang mengundang polemik. Setiap keputusan penting mestinya dimusyawarahkan dengan orang tua murid,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kepala sekolah atau PLH memiliki kemampuan komunikasi yang baik, transparan, serta akuntabel dalam mengelola dana BOS maupun menjalankan kebijakan pendidikan.

“Perlu ada pengkajian lebih mendalam mengenai pemanfaatan dana BOS tahun 2025 agar benar-benar berdampak pada peningkatan mutu pendidikan dan keamanan sekolah,” pungkasnya.

Pewarta:(IP).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dana Desa Subulussalam Barat Diduga Diselewengkan, BLT dan Anggaran Penguatan Pangan Belum Dibayar

27 Agustus 2025 - 10:33 WIB

Warga Pulo Mbelen Minta Kepada Wali Kota Evaluasi/Ganti PJ Kepala Kampong M. Yasin, Dinilai Tidak Becus Jalankan Tugas Desa

27 Agustus 2025 - 01:22 WIB

Kejari dan Pemko Subulussalam Bersinergi, Tinjau Lokasi Pembangunan Gedung MBG dan Proyek Strategis Nasional.

26 Agustus 2025 - 08:24 WIB

Hentikan Layanan SIPUHH bagi Pemegang Hak Atas Tanah, Evaluasi Pemanfaatan Kayu Tumbuh Dan Stop Oprasi Sawmil/ Kilang kayu Yang DiDuga Masih Beroprasi Diwilayah Subulusalam

26 Agustus 2025 - 02:28 WIB

Mukim Binanga Berdiri di Garda Depan Lindungi Hak Masyarakat Runding dalam Sengketa Lahan dengan CV Lae Saga Group

25 Agustus 2025 - 14:31 WIB

Trending di News