Subulussalam,Aceh||MediaIndonesia Pengelolaan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pegayo, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, kembali menuai sorotan. Hal ini bermula ketika Pelaksana Harian (PLH) Kepala Sekolah terlihat gelagapan saat diwawancarai awak media mengenai tata kelola sekolah, terutama soal penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta kebijakan internal yang memicu keluhan wali murid. Kamis, (28/08/25).
Saat dikonfirmasi terkait detail anggaran BOS dan jumlah siswa, PLH Kepala Sekolah mengaku tidak bisa menjelaskan secara rinci.
> “Saya hanya pelaksana harian, Pak. Untuk lebih jelasnya langsung saja ke Kepala Sekolah,” ujarnya singkat.
Sementara itu, seorang wali murid bernama Ipong menyampaikan keluhan atas aturan sekolah yang tidak memperbolehkan orang tua membawa kendaraan masuk ke dalam komplek saat menjemput anak.
> “Padahal area MAN 2 Pegayo sangat luas. Kalau kendaraan menumpuk di luar pagar, justru membahayakan lalu lintas masyarakat yang melintas,” ungkapnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Pimpinan LSM Suara Putra Aceh, Kota Subulussalam, menilai sudah seharusnya MAN 2 Pegayo memiliki standar keamanan yang layak, minimal dengan keberadaan petugas satpam dan pemasangan CCTV di lingkungan sekolah.
> “Penggunaan anggaran BOS harusnya sesuai kebutuhan sekolah, bukan justru melahirkan kebijakan yang mengundang polemik. Setiap keputusan penting mestinya dimusyawarahkan dengan orang tua murid,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kepala sekolah atau PLH memiliki kemampuan komunikasi yang baik, transparan, serta akuntabel dalam mengelola dana BOS maupun menjalankan kebijakan pendidikan.
“Perlu ada pengkajian lebih mendalam mengenai pemanfaatan dana BOS tahun 2025 agar benar-benar berdampak pada peningkatan mutu pendidikan dan keamanan sekolah,” pungkasnya.
Pewarta:(IP).