Menu

Mode Gelap
CYEA: Kepemimpinan Darmawan Prasodjo dan Yusuf Didi Setiarto Menjadi Momentum Penguatan Transformasi PLN dan Agenda Energi Nasional Sorotan K3 di Kebun Rambutan PTPN IV Regional 1: Pekerja Tanpa APD Lengkap Hingga Dugaan Pelibatan Anak Dibawah Umur. Dugaan Pembiaran TBM di PTPN IV Regional 2 Kebun Melati yang Terlihat Tak Terawat, Anggaran Perawatan Dipertanyakan. GMNI Medan Gelar Aksi di DPRD, Soroti “Indonesia Krisis Kebijakan” dan Nyatakan Mosi Tidak Percaya Warga Miskin di Desa Lidah Tanah Punya KKS Tersisih Tidak Dapat Bansos Jadi Sorotan. DPP LSM GEMPUR Desak Kejatisu Usut Dugaan Korupsi Dana Desa di Dua Desa Kabupaten Simalungun.

News

Narasi Puplik– Miliaran APBK Subulussalam 2020 Terselubung di Lahan Jurang – Dugaan Mupakat Jahat exskutip -Legislatif Terungkap

badge-check


					Narasi Puplik– Miliaran APBK Subulussalam 2020 Terselubung di Lahan Jurang – Dugaan Mupakat Jahat exskutip -Legislatif Terungkap Perbesar

Subulussalam,Aceh||MediaIndonesia_ Masyarakat Subulussalam mengungkapkan kekecewaan mendalam terkait pengadaan lahan seluas 30.000 m² di Kampong Tangga Besi, Kecamatan Simpang Kiri, untuk pembangunan Pengadilan Negeri (PN),

 

Yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) tahun 2020 sebesar Rp 1.893.569.000. Harga lahan dinilai terlalu mahal, melebihi standar yang ditetapkan pemerintah, dengan dugaan gelembung harga dan mupakat jahat antara pihak eksekutif dan legislatif dalam proses penganggaran.

 

Pada 20 Januari 2026, Pengadilan Tinggi (PT) Aceh menyatakan secara tegas bahwa lokasi tersebut tidak memenuhi syarat untuk pembangunan PN Subulussalam. Alasan utamanya adalah kondisi lahan yang berupa jurang dan harga yang tidak sesuai dengan nilai pasar, sehingga dinilai tidak ekonomis.

 

Seorang tokoh masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya menyatakan, bahkan jika akan ditimbun, diperlukan setidaknya 30.000 meter kubik tanah dengan biaya tambahan dari APBK 2021, seperti tercantum dalam Surat Hibah Pemko Subulussalam nomor 032/423/2021 dan W1.U11/923/PL.02/VII/2021. Hal ini dinilai sangat tidak masuk akal dan merugikan daerah.

 

Masyarakat meminta kepada Aparat Pengawasan Hukum (APH) untuk mengusut tuntas setiap pihak yang terlibat dalam penggunaan uang rakyat tahun 2020, mengingat lahan telah ditolak dan kerugian finansial yang besar.

 

APH menyampaikan telah menerima laporan dari masyarakat dan akan melakukan pemeriksaan awal terkait dugaan penyalahgunaan APBK serta mupakat jahat. Langkah pengusutan akan dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum untuk memastikan akuntabilitas penggunaan uang rakyat.

 

Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam belum memberikan tanggapan resmi secara rinci. Namun, berdasarkan surat hibah tahun 2021, pihak pemko sempat menyetujui penimbunan lahan dengan sumber dana APBK, yang kini menjadi sorotan karena menambah beban anggaran daerah.

 

Dasar Hukum: Pasal 15 UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, yang mengatur tanggung jawab pengelolaan anggaran untuk kepentingan publik dan larangan penyalahgunaan dana. Selain itu, Pasal 23 ayat (1) UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah yang mengharuskan anggaran daerah digunakan secara efisien, efektif, dan transparan.

 

Pewarta: Red_MediaIndonesia

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Miskin di Desa Lidah Tanah Punya KKS Tersisih Tidak Dapat Bansos Jadi Sorotan.

17 Juni 2026 - 13:48 WIB

Pemukiman Warga Desa Bogak Besar Diserbu Ribuan Lalat, Guna Cari Solusi, Warga Desak Adakan Mediasi Antara Pengusaha Ternak Ayam dan Pemerintah.

11 Juni 2026 - 15:03 WIB

SMK Tarbiyah Islamiyah di Deli Serdang Kebakaran

11 Juni 2026 - 06:07 WIB

Akibat Mati Lampu, Pasangan Suami Istri Tewas setelah Nekat Tidur di Dalam Mobil

5 Juni 2026 - 11:35 WIB

Daerah Medan Utara Marak Kasus Kejahatan Dipicu Bebasnya Praktik Perjudian dan Peredaran Narkoba

29 Mei 2026 - 02:21 WIB

Trending di News