Sergai – Media Indonesia – Muliono Kades Sei Rejo Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menjadi pertanyaan, karena menghindari Wartawan untuk konfirmasi padahal sudah berjanji akan bertemu dengan jadwal yang Muliono tentukan sendiri, Jum’at (16/01/2026).
Pertanyaan tersebut bermula ketika awak Media mendatangi kantor Kepala Desa Sei Rejo Kecamatan Sei Rampah, guna untuk bertemu Muliono selaku Kepala Desa Sei Rejo dikantor nya, pada hari Kamis 15 Januari sekitar pukul 14 : 15 Wib, namun kantor Desa dalam keadaan pintu terkunci dengan gembok, padahal masih jam 2 siang lewat 15 menit.
Kemudian awak Media coba chat Muliono, kalo awak Media sudah dikantor Desa Sei Rejo ingin bertemu dengan pak Kades guna ada yang ingin dikonfirmasi kan, namun kantor Desa nya dalam keadaan terkunci dan tidak ada orang satu pun, kemudian Muliono menjawab, bahwasannya lagi takziah, lalu awak Media bertanya jadi orang kantor Desa pada takziah semuanya ya pak Kades, namun tidak dijawab Pak Kades, beliau hanya menjawab besok saja bang kalo mau ketemu, lalu awak Media menjawab berarti ke rumah pak Kades aja ya, karena besok (red – Jum’at) kan hari libur tanggal merah, OK, jawab pak Kades.
Namun sangat disayangkan pada waktu yang telah dijanjikan pak Kades, tidak ada realisasinya, karena sudah di chat pada hari Jum’at pukul 08 : 30 Wib, dan juga ditelpon hingga berita ini ditayangkan belum juga ada responnya sehingga tidak jadi bertemu.
Tentu apa yang dilakukan Muliono selaku kepala Desa, sangat disayangkan, karena tidak memenuhi janji nya yang dia buatnya sendiri, diduga Muliono menghindari awak Media karena takut untuk dikonfirmasi mengenai masalah yang lagi viral di masyarakat, namun kalau tak ada masalah mengapa harus menghindar dan kantor Desa yang yang terkunci pada waktu jam kerja untuk pelayanan bagi masyarakat, hanya dengan alasan takziah tanpa ada yang tinggal satu pun orang kantor Desa atau piket di Kantor Desa.
Padahal awak Media ingin konfirmasi mengenai polemik yang ada di Desa Sei Rejo, terkait adanya pembendungan saluran irigasi sepihak oleh salah satu warganya. (Syahrial).










