SERGAI — Media Indonesia – Warga Dusun 6, Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) masih harus berjibaku dengan serbuan ribuan lalat dan aroma busuk yang menyengat. Bau dan lalat yang diduga kuat bersumber dari aktivitas usaha ternak ayam di wilayah tersebut sangat meresahkan dan dikhawatirkan memicu munculnya berbagai penyakit.
Sementara berdasarkan data yang dihimpun terdapat sekitar 8 kandang usaha ternak ayam yang berada di Desa Bogak Besar, 6 yang sudah beroperasi yakni D pemilik CV. Danand Jaya Farm, AN pemilik CV. Asen Farm, AI pemilik CV.(….?,), SH Pemilik PT. SABAS BREEDING FARM, AS Penanggung Jawab Ternak Ayam di dusun 7 dan SV Pemilik Ternak Ayam di dusun 2, sementara yang 2 lagi masih dalam tahap pembangunan.
Kondisi ini telah berlangsung dan dikeluhkan warga sejak lama. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan pada Kamis (25/6/2026), belum ada langkah penanganan konkret maupun tanggapan resmi dari pihak pengusaha ternak ayam, Pemerintah Desa (Pemdes) Bogak Besar, maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sergai.
Perwakilan warga Dusun 6, Zainul Haris (48), menyatakan bahwa kesabaran masyarakat kini sudah di batas akhir. Ia mendesak agar pimpinan (pemilik) perusahaan ternak ayam yang beroperasi di wilayah mereka segera duduk bersama warga.
“Saya mewakili masyarakat Dusun 6 Desa Bogak Besar meminta pihak pimpinan seluruh perusahaan ternak ayam yang ada di Dusun 6 agar melakukan dialog bersama dengan masyarakat untuk mencegah atau mengantisipasi penyebaran lalat dan bau di pemukiman,” tegas Zainul saat dikonfirmasi, Rabu (24/06/2026).
Zainul menekankan bahwa warga memiliki syarat tegas terkait pelaksanaan dialog tersebut. Pertemuan harus dihadiri oleh pihak Pemerintah Desa Bogak Besar dan wajib diselenggarakan di rumah warga setempat agar pihak perusahaan dapat melihat langsung kondisi riil yang dialami masyarakat.
“Itulah permintaan kami agar permasalahan ini dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya demi kepentingan bersama, baik kepentingan masyarakat maupun para pelaku usaha,” tambahnya.
Warga juga memberikan peringatan keras. Jika dalam waktu dekat desakan untuk berdialog dan mencari solusi penanganan lalat serta bau ini tidak dipenuhi, warga mengancam akan menggelar aksi protes massal.
“Jika tuntutan kami tidak dipenuhi, maka kami akan melakukan aksi protes terhadap usaha ternak ayam yang ada di Desa Bogak Besar, khususnya yang ada di Dusun 6,” pungkas Zainul.
Melalui pemberitaan ini, warga Desa Bogak Besar berharap pihak – pihak terkait mulai dari Pemkab Sergai, Pemdes Bogak Besar, hingga pemilik usaha ternak ayam agar segera menyikapi dan segera mengambil tindakan yang konkret dan tegas. Hal ini dinilai penting demi menjaga kesehatan masyarakat serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi semua pihak. (Syahrial).









