Menu

Mode Gelap
Sulit Dikonfirmasi Terkait Masalah Warga, Kinerja Kadishub Sergai Dipertanyakan. Junjung Tinggi Hak Azasi Manusia, Jaksa Harus Memiliki Karakter Kuat Dan Kompeten Dalam Penerapan KUHP & KUHAP Baru Kumpulkan Para Kajari se Sumatera Utara, Kajati Sampaikan Arahan Strategis Sebagai Bagian Monitoring Merasa Difitnah, Karyawan Multi Finance Resmi Laporkan Warga Tualang ke Polsek Perbaungan. Kepala SPPG Kerap Disorot Saat Terjadi Masalah, Sistem Pengelolaan MBG Jadi Sorotan Diduga Korban Data Fiktif, Pencari Remis di Sergai Berjuang Mandiri ke Dinsos Demi Pulihkan Hak Bansos. 

News

RTAR PMII Fusi Ricuh, Bendahara Panitia Diduga Jadi Korban Kekerasan

badge-check


					RTAR PMII Fusi Ricuh, Bendahara Panitia Diduga Jadi Korban Kekerasan Perbesar

Media Indonesia | MEDAN – Pelaksanaan Rapat Tahunan Rayon (RTAR) PMII Fusi yang digelar pada Sabtu, 9 Mei 2026, berakhir ricuh. Agenda organisasi yang semestinya menjadi ruang demokrasi dan musyawarah kader justru diwarnai dugaan aksi kekerasan terhadap bendahara panitia pelaksana saat persidangan berlangsung.

Kericuhan terjadi usai pimpinan sidang kembali membuka forum sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam upaya menjaga validitas peserta dan hak suara, panitia melakukan sterilisasi forum melalui proses absensi ulang. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan hanya peserta yang memiliki hak suara sah yang berada di dalam ruang sidang.

Namun, proses administrasi itu memicu penolakan dari pihak Pasangan Calon (Paslon) 02. Suasana forum yang awalnya berjalan tertib berubah memanas ketika sejumlah pendukung paslon melakukan tekanan terhadap panitia pelaksana.

Insiden kemudian memuncak saat salah satu pendukung Paslon 02, yakni Muchlis Ansari dkk, diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap Bendahara Panitia, Febriani br Ginting. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban mengalami tindakan konfrontatif disertai upaya paksa perampasan dokumen penting yang tengah dipegangnya.

Adapun dokumen yang diduga hendak dirampas meliputi lembar absensi Tata Tertib (Tatib) persidangan serta salinan fisik database peserta dari Google Form.

Peristiwa tersebut disaksikan langsung oleh Sahabati Nia bersama sejumlah panitia lainnya yang berada di meja registrasi.

Ketua Rayon PMII Fusi, Putri Alisia Silaen, menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut. Ia menilai tindakan anarkis yang terjadi tidak hanya mengganggu jalannya RTAR, tetapi juga mencederai marwah kader perempuan di lingkungan PMII.

> “Kami sangat menyayangkan tindakan ini. RTAR yang seharusnya menjadi ruang beradu gagasan justru berubah ricuh akibat aksi kekerasan fisik. Kami tidak akan tinggal diam,” tegas Putri.

 

Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan pengurusnya, pihak rayon menyatakan akan menempuh jalur hukum. Korban dijadwalkan menjalani visum sebagai bukti medis atas dugaan kekerasan yang dialaminya.

> “Hari ini kami akan segera melakukan visum sebagai bukti medis atas kekerasan yang dialami Sahabati Febriani. Kami juga akan melaporkan kejadian ini secara resmi kepada pihak kepolisian dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB),” pungkas Putri.

 

Hingga berita ini diturunkan, proses RTAR PMII Fusi diketahui telah diambil alih oleh PMII Cabang Kota Medan guna menjaga kondusivitas forum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sulit Dikonfirmasi Terkait Masalah Warga, Kinerja Kadishub Sergai Dipertanyakan.

8 September 2026 - 12:42 WIB

Diisukan Jarang di Kantor Lewat Jam 10 Pagi, Sekdis Sosial Sergai Buka Suara: Ambil Alih Tugas Kadis yang Diklat. 

3 September 2026 - 12:50 WIB

Dugaan Skandal Solar SPBUN Tanjung Beringin Viral, Camat dan Pejabat APH Sergai Kompak Bungkam.

3 September 2026 - 01:51 WIB

GP Al Washliyah Kembali “Mengetuk Pintu Langit”, Doakan Pemimpin dan Keselamatan Indonesia

31 Agustus 2026 - 07:32 WIB

5 Kios di Desa Helvetia di Lalap Sijago Merah

6 Agustus 2026 - 03:05 WIB

Trending di Headline