Menu

Mode Gelap
Sidang Pembacaan Kesimpulan Gugatan Praperadilan Polrestabes Medan Digelar, Putusan Objektif Dinanti. RTAR PMII Fusi Ricuh, Bendahara Panitia Diduga Jadi Korban Kekerasan Berredar Bukti Transfer & Video, Publik Desak APH Usut Dugaan Fee 20% Sewa Alat Berat di Aceh Selatan DPD KNPI Kota Medan Dinakhodai Matius Situmorang SH, MH Resmi Dilantik, Dorong Pemuda Produktif dan Kolaboratif Jika Desil 8-10 Tak Ditanggung, RSUDYA Tapaktuan Terancam Bangkrut Akhir 2026 Kerusakan Jembatan di Jalan Produksi Kebun Tanah Raja Diduga Akibat Aktivitas Pihak Luar dan Perbaikan Dinilai Asal Jadi.

News

RTAR PMII Fusi Ricuh, Bendahara Panitia Diduga Jadi Korban Kekerasan

badge-check


					RTAR PMII Fusi Ricuh, Bendahara Panitia Diduga Jadi Korban Kekerasan Perbesar

Media Indonesia | MEDAN – Pelaksanaan Rapat Tahunan Rayon (RTAR) PMII Fusi yang digelar pada Sabtu, 9 Mei 2026, berakhir ricuh. Agenda organisasi yang semestinya menjadi ruang demokrasi dan musyawarah kader justru diwarnai dugaan aksi kekerasan terhadap bendahara panitia pelaksana saat persidangan berlangsung.

Kericuhan terjadi usai pimpinan sidang kembali membuka forum sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam upaya menjaga validitas peserta dan hak suara, panitia melakukan sterilisasi forum melalui proses absensi ulang. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan hanya peserta yang memiliki hak suara sah yang berada di dalam ruang sidang.

Namun, proses administrasi itu memicu penolakan dari pihak Pasangan Calon (Paslon) 02. Suasana forum yang awalnya berjalan tertib berubah memanas ketika sejumlah pendukung paslon melakukan tekanan terhadap panitia pelaksana.

Insiden kemudian memuncak saat salah satu pendukung Paslon 02, yakni Muchlis Ansari dkk, diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap Bendahara Panitia, Febriani br Ginting. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban mengalami tindakan konfrontatif disertai upaya paksa perampasan dokumen penting yang tengah dipegangnya.

Adapun dokumen yang diduga hendak dirampas meliputi lembar absensi Tata Tertib (Tatib) persidangan serta salinan fisik database peserta dari Google Form.

Peristiwa tersebut disaksikan langsung oleh Sahabati Nia bersama sejumlah panitia lainnya yang berada di meja registrasi.

Ketua Rayon PMII Fusi, Putri Alisia Silaen, menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut. Ia menilai tindakan anarkis yang terjadi tidak hanya mengganggu jalannya RTAR, tetapi juga mencederai marwah kader perempuan di lingkungan PMII.

> “Kami sangat menyayangkan tindakan ini. RTAR yang seharusnya menjadi ruang beradu gagasan justru berubah ricuh akibat aksi kekerasan fisik. Kami tidak akan tinggal diam,” tegas Putri.

 

Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan pengurusnya, pihak rayon menyatakan akan menempuh jalur hukum. Korban dijadwalkan menjalani visum sebagai bukti medis atas dugaan kekerasan yang dialaminya.

> “Hari ini kami akan segera melakukan visum sebagai bukti medis atas kekerasan yang dialami Sahabati Febriani. Kami juga akan melaporkan kejadian ini secara resmi kepada pihak kepolisian dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB),” pungkas Putri.

 

Hingga berita ini diturunkan, proses RTAR PMII Fusi diketahui telah diambil alih oleh PMII Cabang Kota Medan guna menjaga kondusivitas forum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Berredar Bukti Transfer & Video, Publik Desak APH Usut Dugaan Fee 20% Sewa Alat Berat di Aceh Selatan

11 Mei 2026 - 01:38 WIB

Jika Desil 8-10 Tak Ditanggung, RSUDYA Tapaktuan Terancam Bangkrut Akhir 2026

10 Mei 2026 - 03:55 WIB

Si Jago Merah Melahap PT Argo KIM Medan, Api Disertai Asap Tebal Bikin Mencekam

25 April 2026 - 17:10 WIB

Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Ikan, Wakil Wali Kota Sibolga Diperiksa Polda Sumut Sampai Malam

23 April 2026 - 11:13 WIB

Aksi Penyegelan Kantor Dinas di Subulussalam Bisa Dipidana, Namun Sarat Dimensi Hak dan Keadilan

22 April 2026 - 01:35 WIB

Trending di News