Menu

Mode Gelap
Kepala SPPG Kerap Disorot Saat Terjadi Masalah, Sistem Pengelolaan MBG Jadi Sorotan Diduga Korban Data Fiktif, Pencari Remis di Sergai Berjuang Mandiri ke Dinsos Demi Pulihkan Hak Bansos.  Mikha Gabriel Meliala Pimpin SAPMA DPD IPK Kota Medan, Targetkan Konsolidasi Besar Basis Mahasiswa dan Pelajar Misno Sampaikan Hak Jawab, Tegaskan Tak Bermaksud Halangi Tugas Jurnalistik Syahrial Diduga Gudang “Siong” Andre Sinaga Kebal Hukum!, Limbah Solar Cemari Parit Warga & Isu “Setoran” ke APH Mencuat.  Diisukan Jarang di Kantor Lewat Jam 10 Pagi, Sekdis Sosial Sergai Buka Suara: Ambil Alih Tugas Kadis yang Diklat. 

Berita

Diduga Korban Data Fiktif, Pencari Remis di Sergai Berjuang Mandiri ke Dinsos Demi Pulihkan Hak Bansos. 

badge-check


					Diduga Korban Data Fiktif, Pencari Remis di Sergai Berjuang Mandiri ke Dinsos Demi Pulihkan Hak Bansos.  Perbesar

SERGAI – Media Indonesia. Herman, warga Dusun 2, Desa Lidah Tanah, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), akhirnya mendatangi Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Sergai pada Senin (7/9/2026). Langkah ini ia ambil secara mandiri untuk memperbaiki data bantuan sosial (bansos) miliknya yang diduga sempat terhambat di tingkat pemerintah desa (Pemdes).

Kasus Herman sebelumnya sempat viral beberapa bulan lalu setelah hak bansosnya terhenti akibat lonjakan status kesejahteraan di sistem yang dinilai tidak masuk akal. Berdasarkan pengecekan sepekan terakhir, data Herman melonjak ke Desil 6 dan 7 karena ia tercatat bekerja sebagai pengusaha pedagang besar/kecil reparasi mobil dan motor.

Fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang sangat kontradiktif. Herman sehari-hari justru menyambung hidup sebagai pencari remis (kerang) dengan penghasilan minim, hanya sekitar Rp30.000 per hari.

Kepada awak media pada Senin (7/9/2026), Herman meluapkan kekecewaannya setelah selesai mengurus perbaikan data di Kantor Dinsos Sergai.

“Saya sangat berharap kepada pemerintah melalui Dinas Sosial Sergai agar mau membantu memadankan ataupun memperbaiki data saya yang tidak sesuai ini. Di daftar pekerjaan, saya tertulis punya usaha reparasi mobil dan motor, sementara sebenarnya saya cuma mencari remis dengan penghasilan Rp30.000 sehari,” ujar Herman dengan nada kesal.

Ia juga mempertanyakan asal-usul kekeliruan input data yang sangat merugikan keluarganya tersebut.

“Setahu saya, belum ada di desa di Kecamatan Perbaungan ini yang punya usaha reparasi mobil dan motor sebesar itu, kan aneh. Saya tidak tahu siapa yang membuat data demikian hingga merugikan saya,” tambahnya.

Herman berharap proses pembenahan data di Dinsos Sergai berjalan cepat agar haknya sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dapat segera dipulihkan.

“Semoga data saya segera pulih sehingga saya bisa mendapatkan apa yang menjadi hak saya, dan tidak ada lagi kejadian seperti ini menimpa warga lain,” tutup Herman penuh harap.

Publik kini menantikan langkah nyata dari Dinsos Sergai untuk mengawal pemulihan data Herman. Kasus ini diharapkan menjadi momentum evaluasi total agar akurasi data kemiskinan di Sergai benar-benar berpihak pada masyarakat yang membutuhkan, tanpa ada ruang bagi kesalahan input data yang merugikan warga miskin.

(Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kepala SPPG Kerap Disorot Saat Terjadi Masalah, Sistem Pengelolaan MBG Jadi Sorotan

7 September 2026 - 11:56 WIB

Mikha Gabriel Meliala Pimpin SAPMA DPD IPK Kota Medan, Targetkan Konsolidasi Besar Basis Mahasiswa dan Pelajar

6 September 2026 - 03:13 WIB

Misno Sampaikan Hak Jawab, Tegaskan Tak Bermaksud Halangi Tugas Jurnalistik Syahrial

5 September 2026 - 10:26 WIB

Skandal Pembiayaan Crowde: Diperiksa Kejati DKI 5 Jam, Pengawas Perbankan OJK Bungkam

2 September 2026 - 15:51 WIB

Polisi Pastikan Isu Pengoplosan BBM di Sergai Tidak Benar, Murni Penjualan Eceran untuk Warga Pelosok.

31 Agustus 2026 - 13:23 WIB

Trending di Berita