Menu ✖

Mode Gelap
Bantah Hoaks Pungutan Rp 100 Ribu Per Siswa, SMAN 2 Pematangsiantar Tegaskan Sumbangan Komite Murni Sukarela. Buktinya Variasi Rp 20 Ribu, Rp 30 Ribu, Hingga Rp 50 Ribu Dugaan Upah Kutip Kompo Tersendat, Asisten Afdeling 2 Kebun Tanah Raja PTPN IV Regional 1 Memilih Bungkam. MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Gibran Tetap Sah Sebagai Wakil Presiden RI Minimnya Pengawasan, Proyek Berjalan Tanpa Papan Plang PT PHPO Belawan Salurkan Beasiswa Prestasi ke SMKN 3 Medan Diduga Anti-Kritik, Oknum Pejabat Kebun Rambutan PTPN IV Blokir dan Bungkam Saat Dikonfirmasi Soal Tekhnis Kutip Kompo.

Berita

Diduga Korban Data Fiktif, Pencari Remis di Sergai Berjuang Mandiri ke Dinsos Demi Pulihkan Hak Bansos. 

badge-check


					Diduga Korban Data Fiktif, Pencari Remis di Sergai Berjuang Mandiri ke Dinsos Demi Pulihkan Hak Bansos.  Perbesar

SERGAI – Media Indonesia. Herman, warga Dusun 2, Desa Lidah Tanah, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), akhirnya mendatangi Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Sergai pada Senin (7/9/2026). Langkah ini ia ambil secara mandiri untuk memperbaiki data bantuan sosial (bansos) miliknya yang diduga sempat terhambat di tingkat pemerintah desa (Pemdes).

Kasus Herman sebelumnya sempat viral beberapa bulan lalu setelah hak bansosnya terhenti akibat lonjakan status kesejahteraan di sistem yang dinilai tidak masuk akal. Berdasarkan pengecekan sepekan terakhir, data Herman melonjak ke Desil 6 dan 7 karena ia tercatat bekerja sebagai pengusaha pedagang besar/kecil reparasi mobil dan motor.

Fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang sangat kontradiktif. Herman sehari-hari justru menyambung hidup sebagai pencari remis (kerang) dengan penghasilan minim, hanya sekitar Rp30.000 per hari.

Kepada awak media pada Senin (7/9/2026), Herman meluapkan kekecewaannya setelah selesai mengurus perbaikan data di Kantor Dinsos Sergai.

“Saya sangat berharap kepada pemerintah melalui Dinas Sosial Sergai agar mau membantu memadankan ataupun memperbaiki data saya yang tidak sesuai ini. Di daftar pekerjaan, saya tertulis punya usaha reparasi mobil dan motor, sementara sebenarnya saya cuma mencari remis dengan penghasilan Rp30.000 sehari,” ujar Herman dengan nada kesal.

Ia juga mempertanyakan asal-usul kekeliruan input data yang sangat merugikan keluarganya tersebut.

“Setahu saya, belum ada di desa di Kecamatan Perbaungan ini yang punya usaha reparasi mobil dan motor sebesar itu, kan aneh. Saya tidak tahu siapa yang membuat data demikian hingga merugikan saya,” tambahnya.

Herman berharap proses pembenahan data di Dinsos Sergai berjalan cepat agar haknya sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dapat segera dipulihkan.

“Semoga data saya segera pulih sehingga saya bisa mendapatkan apa yang menjadi hak saya, dan tidak ada lagi kejadian seperti ini menimpa warga lain,” tutup Herman penuh harap.

Publik kini menantikan langkah nyata dari Dinsos Sergai untuk mengawal pemulihan data Herman. Kasus ini diharapkan menjadi momentum evaluasi total agar akurasi data kemiskinan di Sergai benar-benar berpihak pada masyarakat yang membutuhkan, tanpa ada ruang bagi kesalahan input data yang merugikan warga miskin.

(Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Upah Kutip Kompo Tersendat, Asisten Afdeling 2 Kebun Tanah Raja PTPN IV Regional 1 Memilih Bungkam.

8 Oktober 2026 - 01:12 WIB

Darurat Narkoba, Plt Ketua PC HIMMAH Karo Desak Copot Kapolres dan Kasat Narkoba Polres Karo

6 Oktober 2026 - 13:45 WIB

Komitmen Langkah Konsolidasi Organisasi, HIMMAH Sumut Tunjuk Abd Halim Jadi Plt Ketua HIMMAH Sergai

6 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Pesta Pelindung Paroki St. Fransiskus Assisi Padang Bulan Medan, Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap. Ajak Umat Hidup dalam Damai dan Persaudaraan

6 Oktober 2026 - 01:05 WIB

Dugaan Pelanggaran IK di Kebun Rambutan PTPN IV: Mangkok Lateks Kotor dan Talang Daun Rambung Jadi Sorotan.

4 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Trending di Berita