Menu ✖

Mode Gelap
Gerak Cepat Bupati Karo Antonius Ginting Atasi Banjir, Drainese Simpang Enam Lau Dah Kabanjahe Direvitalisasi Dugaan Pelanggaran IK di Kebun Rambutan PTPN IV: Mangkok Lateks Kotor dan Talang Daun Rambung Jadi Sorotan. 10 Tahun Terlupaken, Kini Jalan Udara – Simpang Empat Di Perbaiki di Era Bupati Antonius Ginting Dugaan Praktik Pelangsiran dan Niaga BBM Subsidi Ilegal di Sei Bamban Mencuat, Warga Desak APH Bertindak. 20 Orang Ikuti Test Uji Kompetensi Tahap Awal Di Kejati Sumatera Utara_ Knalpot Blong Merajalela di Tigabinanga, Sangat Meresakan.!

Hukum

Galian C Diduga Ilegal di Lubuk Bayas Sergai Tetap Beroperasi Meski Sudah Disurati, Kasatpol PP: “Abang Nggak Faham Ya.”

badge-check


					Galian C Diduga Ilegal di Lubuk Bayas Sergai Tetap Beroperasi Meski Sudah Disurati, Kasatpol PP: “Abang Nggak Faham Ya.” Perbesar

SERGAI – Media Indonesia – Aktivitas galian C yang diduga ilegal yang menurut informasi diduga milik Ewin, di Dusun 3, Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), hingga Minggu (03/05/2026) terpantau masih beroperasi. Padahal, pihak Satpol PP Sergai mengklaim telah melayangkan surat pemberhentian sementara sejak akhir April lalu. Berdasarkan informasi di lapangan, kegiatan pengerukan tanah tersebut sudah berjalan sekitar satu bulan. Ironisnya, alih-alih berhenti, jumlah alat berat (excavator) di lokasi justru dilaporkan bertambah.

Kasatpol PP Sergai, M. Wahyudhi, saat dikonfirmasi terkait kendala penghentian aktivitas tersebut menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan tindakan persuasif dan administratif.

“Sudah kita serahkan surat pemberhentian sementara sampai memiliki izin dan selalu memberikan himbauan kepada yang bersangkutan agar berhenti sementara pada tanggal 22 April. Dan tanggal 21 April juga sudah kita laksanakan himbauan,” ujar Wahyudhi, Sabtu (2/5/2026).

Namun, saat disinggung mengapa aktivitas tetap beroperasi dan alat berat justru bertambah, serta perlunya kolaborasi dengan Polres Sergai untuk tindakan tegas, Wahyudhi justru memberikan jawaban yang defensif.

“Sepertinya abang nggak faham ya sama info yang sudah disampaikan,” jawab Wahyudhi.

Merespons jawaban tersebut, konfirmator balik mempertanyakan urgensi penindakan. “Iya pak, karena nggak faham makanya saya bertanya. Karena yang saya fahami pihak bapak sudah memberikan teguran dan surat pemberhentian sementara, tapi kok masih beroperasi? Menunggu sampai kondisi seperti apa hingga bisa berhenti permanen? Malah bertambah excavator nya pak,” tanya balik konfirmator.

Mendapat pertanyaan susulan tersebut, Wahyudhi tidak memberikan jawaban lebih lanjut. Warga sekitar berharap adanya tindakan tegas dari Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai bersama aparat penegak hukum (Polres Sergai) untuk menghentikan galian C tersebut, karena dinilai meresahkan dan melanggar aturan perizinan.  (Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Praktik Pelangsiran dan Niaga BBM Subsidi Ilegal di Sei Bamban Mencuat, Warga Desak APH Bertindak.

3 Oktober 2026 - 06:07 WIB

Lawan Budaya “Pingpong” Birokrasi, Wilson Lalengke Resmi Laporkan Kapolda Sumsel Shandi Nugraha ke Divpropam Mabes Polri

23 September 2026 - 14:44 WIB

Beredar Isu Penggerebekan Rokok Ilegal Ratusan Juta di Sergai, Aparat Kepolisian Belum Memberikan Jawaban Pasti.

21 September 2026 - 01:20 WIB

Empat Bulan Tanpa Kabar, Penanganan Kasus Dugaan Penganiayaan di Polsek Pantai Labu Dipertanyakan.

10 September 2026 - 06:28 WIB

Dugaan Fitnah Keji Tuduh Selingkuh hingga Ganggu Rumah Tangga, Husin Arifin Resmi Diperiksa Polsek Perbaungan. 

9 September 2026 - 13:41 WIB

Trending di Hukum