Menu

Mode Gelap
Asisten dan Mandor 1 Kebun Rambutan PTPN 4, Bungkam dan Blokir Kontak Awak Media, Terkait Regulasi K3 dan Isu Pekerjakan Anak Dibawah Umur. Warga Dusun 6 Ancam Lakukan Aksi Protes Jika Aspirasi Mereka Tidak Dihiraukan, Terkait Darurat Lalat dan Bau Busuk yang Masih Merebak. Kebun Rambutan PTPN IV Regional 1 Jadi Sorotan, Karena Diduga Gunakan Pekerja Informal dan Anak Dibawah Umur, Mendesak Pihak Management Tegakkan Regulasi K3. Anggota DPRD Sumut Partai Nasdem Terseret Dugaan Prostitusi, LKK Sumut: Jangan Kotori Marwah Umat dan DPRD Sumut! PC HIMMAH Medan Dukung Penuh Kota Medan Jadi Tuan Rumah Rakernas APEKSI XVIII Tahun 2026 Viral Pemberitaan Masalah Bansos di Facebook, Pemdes Mangga Dua Diduga Intimidasi Warga Miskin, Tuai Sorotan.

Headline

Sungai Buluh Diterjang Abrasi Akibatkan Pintu Air Roboh, Pemkab Sergai Dinilai Lamban Merespon.

badge-check


					Sungai Buluh Diterjang Abrasi Akibatkan Pintu Air Roboh, Pemkab Sergai Dinilai Lamban Merespon. Perbesar

SERGAI – Media Indonesia – Kondisi memprihatinkan terjadi di aliran Sungai Buluh yang terletak di perbatasan Desa Sei Buluh, Kecamatan Teluk Mengkudu, dan Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Hal tersebut diketahui awak Media ketika melintasi Sungai Buluh pada hari Selasa (21/04/2026), nampak terlihat beberapa bagian sungai terkena abrasi hingga hampir mengenai badan jalan di bantaran Sungai tersebut.

Abrasi sungai yang semakin parah juga  mengakibatkan pintu air yang berada ditengah sungai tersebut terlihat roboh di lokasi, namun hingga kini belum juga mendapat perhatian atau tindakan perbaikan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sergai maupun pihak terkait lainnya. Robohnya pintu air ini dinilai sangat mendesak (urgent) untuk ditangani, mengingat fungsinya yang krusial bagi ekosistem sungai dan pengairan di wilayah tersebut. Namun, terkesan ada pembiaran dari instansi berwenang.

Camat Perbaungan, Elmiaty, saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp nya pada Rabu 22 April, mengenai kerusakan tersebut membenarkan adanya laporan mengenai kejadian tersebut. Ia mengklaim sudah melaporkan masalah ini ke dinas terkait.

“Sudah kita sampaikan ke pihak dinas, bang,” ujar Elmiaty singkat. Namun, ketika disinggung lebih detil dinas apa yang bertanggung jawab, Elmiaty menjawab, “Dinas Pertanian.”

Upaya konfirmasi awak media kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sergai, Dedy Iskandar, melalui pesan dan telepon WhatsApp pada hari yang sama, tidak membuahkan hasil. Kadis Pertanian terkesan bungkam dan tidak memberikan respon terkait abrasi yang menghancurkan fasilitas publik tersebut.

Sikap serupa juga ditunjukkan oleh Rijal, Kepala Desa (Kades) Lubuk Bayas, yang tidak merespon saat dikonfirmasi melalui WhatsApp dan telpon WhatsApp nya pada Kamis 23 April,  mengenai dampak abrasi di desanya, namun juga tidak ada mendapatkan respon.

Lambannya respon dari Dinas Pertanian Sergai maupun aparatur desa setempat sangat disayangkan. Masyarakat berharap Pemkab Sergai segera turun tangan sebelum kerusakan abrasi semakin meluas dan dampak robohnya pintu air semakin merugikan warga, terutama petani yang menggantungkan air dari aliran tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda peninjauan lokasi maupun perbaikan dari dinas terkait. (Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Viral Pemberitaan Masalah Bansos di Facebook, Pemdes Mangga Dua Diduga Intimidasi Warga Miskin, Tuai Sorotan.

23 Juni 2026 - 17:41 WIB

Penyaluran Bantuan Pangan di Desa Lidah Tanah Diduga Tak Tepat Sasaran, Warga Miskin Terlewat, Pejabat Setempat Bungkam.

14 Juni 2026 - 11:05 WIB

Sudah Sebulan Diteror Ribuan Lalat, Warga Sukajadi Desak Pemerintah Evaluasi Usaha Peternakan Ayam yang Diduga Juga Tak Berizin.

12 Juni 2026 - 13:36 WIB

Legalitas Pasokan Bahan Baku Pada Operasional PKS Mini di Pematang Kuala Jadi Pertanyaan dan Sorotan Publik.

11 Juni 2026 - 12:40 WIB

SMK Tarbiyah Islamiyah di Deli Serdang Kebakaran

11 Juni 2026 - 06:07 WIB

Trending di Berita