Menu ✖

Mode Gelap
Dugaan Pembiaran Penyalahgunaan Solar Subsidi di SPBUN Tanjung Beringin, Publik Desak Polda Sumut Turun Tangan. Koordinator Bidang Pidana Khusus Wakili Kajati Sumut Pada Kegiatan Pelantikan Dan Pengukuhan Rusdy Sofyan Sebagai Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan (BPKP) Sumatera Utara Wakajatisu Eko Adhyaksono Sebagai Penguji Pada Seminar Hasil Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Di BPSDM Provinsi Sumut ” Orangtua Siswa Keracunan MBG Di Karo Kirim Pesan Ke Wapres RI Lewat Papan Bunga Di Tugu Perjuangan Berastagi” Dari Ketikan Iseng Menjadi Portofolio Nyata: Kisah Arjun Abdi Hutagalung Raup Ratusan Juta dari Menulis Wujud Komitmen Regulasi, PT Socfindo Kebun Mata Pao Perkuat Kemitraan dengan Kelompok Tani Sergai.

Headline

Sungai Buluh Diterjang Abrasi Akibatkan Pintu Air Roboh, Pemkab Sergai Dinilai Lamban Merespon.

badge-check


					Sungai Buluh Diterjang Abrasi Akibatkan Pintu Air Roboh, Pemkab Sergai Dinilai Lamban Merespon. Perbesar

SERGAI – Media Indonesia – Kondisi memprihatinkan terjadi di aliran Sungai Buluh yang terletak di perbatasan Desa Sei Buluh, Kecamatan Teluk Mengkudu, dan Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Hal tersebut diketahui awak Media ketika melintasi Sungai Buluh pada hari Selasa (21/04/2026), nampak terlihat beberapa bagian sungai terkena abrasi hingga hampir mengenai badan jalan di bantaran Sungai tersebut.

Abrasi sungai yang semakin parah juga  mengakibatkan pintu air yang berada ditengah sungai tersebut terlihat roboh di lokasi, namun hingga kini belum juga mendapat perhatian atau tindakan perbaikan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sergai maupun pihak terkait lainnya. Robohnya pintu air ini dinilai sangat mendesak (urgent) untuk ditangani, mengingat fungsinya yang krusial bagi ekosistem sungai dan pengairan di wilayah tersebut. Namun, terkesan ada pembiaran dari instansi berwenang.

Camat Perbaungan, Elmiaty, saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp nya pada Rabu 22 April, mengenai kerusakan tersebut membenarkan adanya laporan mengenai kejadian tersebut. Ia mengklaim sudah melaporkan masalah ini ke dinas terkait.

“Sudah kita sampaikan ke pihak dinas, bang,” ujar Elmiaty singkat. Namun, ketika disinggung lebih detil dinas apa yang bertanggung jawab, Elmiaty menjawab, “Dinas Pertanian.”

Upaya konfirmasi awak media kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sergai, Dedy Iskandar, melalui pesan dan telepon WhatsApp pada hari yang sama, tidak membuahkan hasil. Kadis Pertanian terkesan bungkam dan tidak memberikan respon terkait abrasi yang menghancurkan fasilitas publik tersebut.

Sikap serupa juga ditunjukkan oleh Rijal, Kepala Desa (Kades) Lubuk Bayas, yang tidak merespon saat dikonfirmasi melalui WhatsApp dan telpon WhatsApp nya pada Kamis 23 April,  mengenai dampak abrasi di desanya, namun juga tidak ada mendapatkan respon.

Lambannya respon dari Dinas Pertanian Sergai maupun aparatur desa setempat sangat disayangkan. Masyarakat berharap Pemkab Sergai segera turun tangan sebelum kerusakan abrasi semakin meluas dan dampak robohnya pintu air semakin merugikan warga, terutama petani yang menggantungkan air dari aliran tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda peninjauan lokasi maupun perbaikan dari dinas terkait. (Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Puluhan Siswa Sekolah Rakyat Mengundurkan Diri, Ini Penyebabnya.

18 September 2026 - 05:45 WIB

KKN Kelompok 1 UNIVA Medan Bersama Warga Pasang Plang Dusun dan Desa di Karang Tengah

1 September 2026 - 06:28 WIB

PN Jaksel Dikepung Massa, Praperadilan Febrie Jadi Sorotan: “Jangan Ada Karpet Merah!”

24 Agustus 2026 - 05:37 WIB

5 Kios di Desa Helvetia di Lalap Sijago Merah

6 Agustus 2026 - 03:05 WIB

Ketua KORMI Sumut Daffasya Sinik Apresiasi Kehadiran Plt Bupati Langkat di Rakerprov, Fokus Dorong Sport Tourism di Kabupaten/Kota Se-Sumut

19 Juli 2026 - 14:14 WIB

Trending di Headline