Menu

Mode Gelap
Sungai Buluh Diterjang Abrasi Akibatkan Pintu Air Roboh, Pemkab Sergai Dinilai Lamban Merespon. KETUM PP ISNU APRESIASI PENGUKUHAN GURU BESAR HUKUM UINSU PROF. ARIF Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Ikan, Wakil Wali Kota Sibolga Diperiksa Polda Sumut Sampai Malam Darurat Pencurian Sawit di Mandoge! Aparat Dinilai Gagal, Dugaan Keterlibatan Oknum Menguat. Dugaan Galian C Ilegal di Paya Lombang Sergai Tetap Beroperasi, Camat dan Kasatpol PP Diduga “Tutup Mata.” Ketua PW IPA Sumut Ahmad Irham Tajhi Ajak Masyarakat Batu Bara Bersatu, Desak Bupati Bertanggung Jawab atas Dugaan Penutupan Sungai

Headline

Sungai Buluh Diterjang Abrasi Akibatkan Pintu Air Roboh, Pemkab Sergai Dinilai Lamban Merespon.

badge-check


					Sungai Buluh Diterjang Abrasi Akibatkan Pintu Air Roboh, Pemkab Sergai Dinilai Lamban Merespon. Perbesar

SERGAI – Media Indonesia – Kondisi memprihatinkan terjadi di aliran Sungai Buluh yang terletak di perbatasan Desa Sei Buluh, Kecamatan Teluk Mengkudu, dan Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Hal tersebut diketahui awak Media ketika melintasi Sungai Buluh pada hari Selasa (21/04/2026), nampak terlihat beberapa bagian sungai terkena abrasi hingga hampir mengenai badan jalan di bantaran Sungai tersebut.

Abrasi sungai yang semakin parah juga  mengakibatkan pintu air yang berada ditengah sungai tersebut terlihat roboh di lokasi, namun hingga kini belum juga mendapat perhatian atau tindakan perbaikan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sergai maupun pihak terkait lainnya. Robohnya pintu air ini dinilai sangat mendesak (urgent) untuk ditangani, mengingat fungsinya yang krusial bagi ekosistem sungai dan pengairan di wilayah tersebut. Namun, terkesan ada pembiaran dari instansi berwenang.

Camat Perbaungan, Elmiaty, saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp nya pada Rabu 22 April, mengenai kerusakan tersebut membenarkan adanya laporan mengenai kejadian tersebut. Ia mengklaim sudah melaporkan masalah ini ke dinas terkait.

“Sudah kita sampaikan ke pihak dinas, bang,” ujar Elmiaty singkat. Namun, ketika disinggung lebih detil dinas apa yang bertanggung jawab, Elmiaty menjawab, “Dinas Pertanian.”

Upaya konfirmasi awak media kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sergai, Dedy Iskandar, melalui pesan dan telepon WhatsApp pada hari yang sama, tidak membuahkan hasil. Kadis Pertanian terkesan bungkam dan tidak memberikan respon terkait abrasi yang menghancurkan fasilitas publik tersebut.

Sikap serupa juga ditunjukkan oleh Rijal, Kepala Desa (Kades) Lubuk Bayas, yang tidak merespon saat dikonfirmasi melalui WhatsApp dan telpon WhatsApp nya pada Kamis 23 April,  mengenai dampak abrasi di desanya, namun juga tidak ada mendapatkan respon.

Lambannya respon dari Dinas Pertanian Sergai maupun aparatur desa setempat sangat disayangkan. Masyarakat berharap Pemkab Sergai segera turun tangan sebelum kerusakan abrasi semakin meluas dan dampak robohnya pintu air semakin merugikan warga, terutama petani yang menggantungkan air dari aliran tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda peninjauan lokasi maupun perbaikan dari dinas terkait. (Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Ikan, Wakil Wali Kota Sibolga Diperiksa Polda Sumut Sampai Malam

23 April 2026 - 11:13 WIB

TPA Sampah di Kebun Adolina Jadi Sorotan Tajam Publik, Namun Sikap Boy R. Sihombing Kabid PKP LH Sergai Tertutup dan Tidak Konsisten, “Timbulkan Tanda Tanya.”

16 April 2026 - 19:14 WIB

Massa HMI,GMNI,IPNU,PMII,IPK Dan KNPI Kepung Polers Dairi Bawa keranda simbol ‘Matinya’ Penegakan Hukum

13 April 2026 - 11:13 WIB

Walikota Medan Lepas Ribuan Khafifah Pawai Ta’aruf MTQ Ke 59

11 April 2026 - 15:42 WIB

AKBP Adrian Rizky Lubis Ditunjuk Jadi Kasat Reskrim Polrestabes Medan ‎‎

11 April 2026 - 12:16 WIB

Trending di Headline