Menu

Mode Gelap
Warga Masyarakat Teluk Mengkudu Sergai Kecewa dan Pertanyakan Komitmen Pelayanan PLN ULP Sei Rampah, Terkait Pemadaman Molor Hingga 7 Jam. Misteri Arus Kas Proyek The R B, Investor Klaim Rugi Lebih Kurang Rp1 Miliar Proyek Pelebaran Jalinsum Sei Buluh Abaikan SOP K3, Pengendara Terancam Bahaya Sehingga Jadi Sorotan Publik. Ditemukan Retak Struktur Pada Proyek Leningan Setelah Selesai Dibangun, dan Tanpa Plang Informasi, Proyek di Desa Suka Damai Misterius dan Diduga Asal Jadi. Buzzer mulai giring opini, hutang piutang jadi alasan terkait dugaan OTT Pejabat Tinggi Kab Langkat Kuasa Hukum TA’A LOI, S.H., & PARTNERS Desak Polres Nias Selatan Mengambil Sikap Menetapkan Status Perkara, Sebut Ada Indikasi Keterlibatan Oknum ASN

Hukum

Dugaan Galian C Ilegal di Paya Lombang Sergai Tetap Beroperasi, Camat dan Kasatpol PP Diduga “Tutup Mata.”

badge-check


					Dugaan Galian C Ilegal di Paya Lombang Sergai Tetap Beroperasi, Camat dan Kasatpol PP Diduga “Tutup Mata.” Perbesar

SERGAI  – Media Indonesia – Aktivitas galian tanah urug (galian C) yang diduga ilegal di Dusun 1, Desa Paya Lombang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), tepatnya di belakang kilang padi milik almarhum Iwan Kenon, terpantau masih beroperasi secara bebas. Padahal, sebelumnya awak media telah melakukan konfirmasi kepada pihak kecamatan dan Satpol PP. Pada pemberitaan sebelumnya, Misdianto Kades Paya Lombang dan  Tumin Kadus Dusun 1 Paya Lombang memilih bungkam saat dikonfirmasi terkait kegiatan tersebut.

Kemudian pada hari  Selasa (21/04/2026), awak media mengkonfirmasi Camat Tebing Tinggi, Andi, via Whatsapp-nya, mengenai adanya kegiatan galian tanah urug yang diduga ilegal, Andi merespons dengan menyatakan, “Terima kasih infonya, kepala seksi trantib akan tinjau kelapangan mastikan kegiatan tersebut.”

Dan pada hari yang sama, konfirmasi dilakukan juga ke Kasatpol PP Sergai, M. Wahyudi, melalui via WhatsApp nya, yang menjawab, “Kami akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan akan cek ke lokasi. Terima kasih infonya bang.”

Namun, pada Rabu (22/04/2026), saat ditanya kembali mengenai perkembangan, Camat Andi tidak memberikan jawaban. Sementara Kasatpol PP M. Wahyudi hanya menjawab, “Masih kita koordinasi dengan Camat bang.”

Ketidakjelasan respon dan tindakan dari kedua instansi tersebut memicu dugaan adanya pembiaran. Guna memastikan apakah masih beroperasi atau tidak, awak media mengecek lokasi, namun  galian C  tersebut masih tetap beraktivitas. Kondisi ini menimbulkan persepsi negatif di masyarakat, di mana kedua instansi terkait diduga telah menerima upeti, karena lambatnya tindakan penegakan hukum di lokasi yang diduga melanggar Pasal 158 UU No. 3 Tahun 2020 ini.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum yang lebih tinggi, seperti Polres Tebing Tinggi atau Polda Sumut, segera turun tangan guna menghentikan kegiatan yang merusak lingkungan ini dan melanggar hukum yang berlaku di Indonesia. (Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

FSG Dituntut 1 Tahun Penjara Dalam Perkara Jaminan Fidusia, Terdakwa Klaim Tak Pernah Menggelapkan Kendaraan.

2 Juli 2026 - 00:53 WIB

Masyarakat Nagori Bandar Betsy 1 Desak Pangulu Pecat Gamot Huta V, Karena Lakukan Penahanan BLT-DD.

28 Juni 2026 - 17:18 WIB

Sidang Praperadilan Ilyas Sitaba Melawan Kejaksaan dan Polres Gowa, Termohon Diduga Keliru Memasukkan Nama.

23 Juni 2026 - 10:16 WIB

Diduga Hindari APH, Galian C di Sungai Ular Beroperasi Pada Malam Hari, Kelestarian Sungai Ular Terancam.

16 Juni 2026 - 01:01 WIB

Petani Desa Mangga Dua Menjerit Karena Pupuk Bersubsidi Dijual Melebihi HET yang Telah Ditetapkan Oleh Pemerintah.

4 Juni 2026 - 13:25 WIB

Trending di Hukum