Menu ✖

Mode Gelap
Gerak Cepat Bupati Karo Antonius Ginting Atasi Banjir, Drainese Simpang Enam Lau Dah Kabanjahe Direvitalisasi Dugaan Pelanggaran IK di Kebun Rambutan PTPN IV: Mangkok Lateks Kotor dan Talang Daun Rambung Jadi Sorotan. 10 Tahun Terlupaken, Kini Jalan Udara – Simpang Empat Di Perbaiki di Era Bupati Antonius Ginting Dugaan Praktik Pelangsiran dan Niaga BBM Subsidi Ilegal di Sei Bamban Mencuat, Warga Desak APH Bertindak. 20 Orang Ikuti Test Uji Kompetensi Tahap Awal Di Kejati Sumatera Utara_ Knalpot Blong Merajalela di Tigabinanga, Sangat Meresakan.!

Hukum

Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan Terhadap Herry Hardiansyah di Jalan Pasundan.

badge-check


					Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan Terhadap Herry Hardiansyah di Jalan Pasundan. Perbesar

MEDAN – Media Indonesia – Aparat Kepolisian tengah menyelidiki dugaan tindak pidana penganiayaan yang dialami oleh seorang warga bernama Herry Hardiansyah (37).

Peristiwa tersebut terjadi di depan sebuah rumah kosong yang berlokasi di Jalan Pasundan No. 27, Kelurahan Sei Putih Timur II, Kecamatan Medan Petisah.

Kejadian ini diduga dipicu oleh tuduhan yang belum jelas asal-usulnya. Akibatnya, korban Herry Hardiansyah diduga dianiaya oleh dua (2) orang terlapor berinisial KB dan KW, bersama beberapa rekan lainnya.

Para terduga pelaku disebut menggunakan berbagai benda seperti balok kayu, bambu, dan batu bata. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka, antara lain luka memar di bagian alis kiri, luka robek di kening kanan, luka di bagian belakang kepala, serta lecet pada kaki, pinggang, dan lutut.

Kondisi korban telah diperiksa melalui visum di RS Bhayangkara Tingkat II Medan. Laporan terkait peristiwa ini telah diterima pihak kepolisian dengan nomor: STTLP/B/225/III/2026/SPKT/Polsek Medan Baru/Polrestabes Medan/Polda Sumut, tertanggal 9 Maret 2026 yang lalu.

Laporan tersebut diterima oleh Kepala SPKT Polsek Medan Baru, Aipda Daniel Nasution, dan saat ini penanganannya dilakukan oleh penyidik berinisial EG.
Saat proses olah tempat kejadian perkara (TKP), korban didampingi oleh penasihat hukumnya dari kantor hukum Dragon Justice Law Firm, yang beralamat di Jalan Pasundan Gang Sedulur No. 38B, gak jauh dari lokasi.

Dalam keterangannya kepada awak media, pihak kuasa hukum Korban dari “Dragon Justice Law Firm” membenarkan adanya kejadian tersebut.

Diketahui bahwa para terduga pelaku dapat dijerat dengan kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) dengan pasal berlapis dengan ancaman pidana penjara paling lama 8 Tahun.

“Berdasarkan laporan yang telah kami sampaikan, pada olah TKP hari ini pihak kepolisian telah meminta keterangan dari Korban dan mengamankan beberapa barang bukti. Dalam waktu dekat, kami berharap para terduga pelaku segera dipanggil oleh pihak kepolisian terkait dugaan tindak pidana penganiayaan ini,” ujar penasihat hukum korban.

“Secara tegas kita minta, Jangan sampai hal-hal sepele berujung pada tindakan kriminal Pengeroyokan yang merugikan warga yang lemah. Mari kita jaga ketertiban dan kedamaian lingkungan dengan cara yang konstruktif di Pasundan ini,” pesan Penasehat Hukum Andika SH, kepada wartawan.

Pihak kepolisian saat ini masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap secara jelas kronologi kejadian serta pihak-pihak yang ikut terlibat.(Red/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Praktik Pelangsiran dan Niaga BBM Subsidi Ilegal di Sei Bamban Mencuat, Warga Desak APH Bertindak.

3 Oktober 2026 - 06:07 WIB

Lawan Budaya “Pingpong” Birokrasi, Wilson Lalengke Resmi Laporkan Kapolda Sumsel Shandi Nugraha ke Divpropam Mabes Polri

23 September 2026 - 14:44 WIB

Beredar Isu Penggerebekan Rokok Ilegal Ratusan Juta di Sergai, Aparat Kepolisian Belum Memberikan Jawaban Pasti.

21 September 2026 - 01:20 WIB

Empat Bulan Tanpa Kabar, Penanganan Kasus Dugaan Penganiayaan di Polsek Pantai Labu Dipertanyakan.

10 September 2026 - 06:28 WIB

Dugaan Fitnah Keji Tuduh Selingkuh hingga Ganggu Rumah Tangga, Husin Arifin Resmi Diperiksa Polsek Perbaungan. 

9 September 2026 - 13:41 WIB

Trending di Hukum