Menu ✖

Mode Gelap
Soroti Legalitas Ternak Ayam di Paya Bagas, Tiga Pejabat Sergai Kompak Bungkam. Dugaan Pembiaran Penyalahgunaan Solar Subsidi di SPBUN Tanjung Beringin, Publik Desak Polda Sumut Turun Tangan. Koordinator Bidang Pidana Khusus Wakili Kajati Sumut Pada Kegiatan Pelantikan Dan Pengukuhan Rusdy Sofyan Sebagai Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan (BPKP) Sumatera Utara Wakajatisu Eko Adhyaksono Sebagai Penguji Pada Seminar Hasil Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Di BPSDM Provinsi Sumut ” Orangtua Siswa Keracunan MBG Di Karo Kirim Pesan Ke Wapres RI Lewat Papan Bunga Di Tugu Perjuangan Berastagi” Dari Ketikan Iseng Menjadi Portofolio Nyata: Kisah Arjun Abdi Hutagalung Raup Ratusan Juta dari Menulis

Headline

Bungkam Ketika Dikonfirmasi Melalui Surat Resmi, Bupati Sergai Diduga Tutup Mata Kasus Ribuan Ikan Mati di Sungai Liberia yang Diduga Akibat Limbah Kilang Ubi.

badge-check


					Bungkam Ketika Dikonfirmasi Melalui Surat Resmi, Bupati Sergai Diduga Tutup Mata Kasus Ribuan Ikan Mati di Sungai Liberia yang Diduga Akibat Limbah Kilang Ubi. Perbesar

SERGAI  –  Media Indonesia –  Tragedi ekologis di Sungai Liberia, Desa Liberia, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Sumut, yang mengakibatkan ribuan ikan mati mendadak, tampaknya menemui jalan buntu. Hingga hari ini, kasus yang diduga kuat akibat pencemaran limbah cair kilang ubi tersebut tidak kunjung diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis (12/03/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, awak media telah melayangkan surat konfirmasi resmi kepada  Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya, pada tanggal 04 Maret 2026, terkait kelanjutan penanganan kasus ini. Namun, hingga berita ini diturunkan, surat tersebut tidak mendapatkan jawaban atau respons apapun.

Sikap diam ini menimbulkan kecurigaan serius di kalangan masyarakat dan publik. Dugaan “main mata” antara pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sergai dengan pengusaha kilang ubi semakin menguat, mengingat lambannya pengumuman hasil laboratorium yang sudah keluar pada tanggal 09 Februari 2026, dan meskipun kasus sudah berlangsung lebih dari satu bulan.

“Hasil Lab Misterius.”

Sudah satu bulan lebih hasil uji sampel air dari DLH tidak dipublikasikan secara transparan. Jika tidak ada yang ditutupi, mengapa sulit sekali mengumumkan hasil lab tersebut? Ini menimbulkan persepsi buruk bagi masyarakat dan publik yang menduga bahwa DLH Sergai melindungi pengusaha nakal.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sergai, Reza Firmansyah, juga dikabarkan memilih bungkam saat dikonfirmasi terkait temuan ikan mati di aliran sungai Liberia tersebut. Investigasi lapangan menunjukkan dugaan kuat bahwa limbah cair dari pabrik kilang ubi yang berada di Dusun 5 Kampung Pulo milik Galiong/Amin dan di Dusun 6 Kampung Padang milik Cunglai yang dijalankan oleh Badol, Desa Simpang Empat Kecamatan Sei Rampah, yang diduga kuat menjadi penyebab utama.

Selain DLH, pihak Polres Sergai juga dinilai tertutup dalam memberikan informasi mengenai perkembangan hasil laboratorium. Ketidakresponsifan Bupati Sergai dan jajarannya dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap kelestarian lingkungan dan kesehatan warga desa yang sungainya diduga sudah tercemar oleh limbah kilang ubi, terlihat dengan ditemukannya ribuan ikan mati massal.

Masyarakat menuntut ketegasan Bupati Sergai untuk segera meminta DLH Sergai segera menyelesaikan permasalahan kasus ini, seperti dengan mempublikasikan hasil laboratorium yang telah keluar demi kepastian hukum, serta mengambil tindakan hukum tegas terhadap kilang ubi jika terbukti mencemari sungai Liberia yang mengakibatkan ribuan ikan mati massal. (Syahrial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Puluhan Siswa Sekolah Rakyat Mengundurkan Diri, Ini Penyebabnya.

18 September 2026 - 05:45 WIB

KKN Kelompok 1 UNIVA Medan Bersama Warga Pasang Plang Dusun dan Desa di Karang Tengah

1 September 2026 - 06:28 WIB

PN Jaksel Dikepung Massa, Praperadilan Febrie Jadi Sorotan: “Jangan Ada Karpet Merah!”

24 Agustus 2026 - 05:37 WIB

5 Kios di Desa Helvetia di Lalap Sijago Merah

6 Agustus 2026 - 03:05 WIB

Ketua KORMI Sumut Daffasya Sinik Apresiasi Kehadiran Plt Bupati Langkat di Rakerprov, Fokus Dorong Sport Tourism di Kabupaten/Kota Se-Sumut

19 Juli 2026 - 14:14 WIB

Trending di Headline