Menu

Mode Gelap
HIMAPPKOS-SU Soroti Polemik Penarikan Dana Darurat Bencana di Kota Subulussalam. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Sunggal Desak DPRD Deli Serdang Copot Oknum Anggota DPRD Diduga Terlibat Pengeroyokan PEMKO SUBULUSSALAM: 20 TAHUN BERDIRI, POTENSI BESAR TAPI PAD KECIL KARENA PENGAWASAN LEMAH Hasil Investigasi Awak Media Penyebab Dari Banyaknya Ikan Mati di Sungai Desa Liberia Diduga Kuat Karena Limbah Cair Dari Kilang Ubi. Putusan MK Tegas, Bahwa Wartawan Tak Dapat Langsung Dituntut Pidana Karena Kerja Jurnalistiknya. Diduga Ada Upaya Paksa Penetapan Tersangkah, Seorang Kakek Berusia 70 Tahun Ajukan Praperadilan di PN. Medan

Uncategorized

HIMAPPKOS-SU Soroti Polemik Penarikan Dana Darurat Bencana di Kota Subulussalam.

badge-check


					HIMAPPKOS-SU Soroti Polemik Penarikan Dana Darurat Bencana di Kota Subulussalam. Perbesar

 

 

Subulussalam, Aceh||MediaIndonesia  21 Januari 2026 —Himpunan Mahasiswa, Pemuda, dan Pelajar Kota Subulussalam Sumatera Utara (HIMAPPKOS-SU) menyoroti polemik penarikan dana darurat bencana di Kota Subulussalam yang hingga kini menuai kontroversi dan menimbulkan beragam asumsi di tengah masyarakat.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Pusat melalui Bantuan Presiden (Banpres) telah mengalokasikan Rp4 miliar dana darurat bencana bagi Kota Subulussalam, yang secara keseluruhan berjumlah Rp5,1 miliar, termasuk bantuan dari Pemerintah Provinsi Aceh dan sejumlah daerah lainnya. Dana tersebut diperuntukkan bagi penanganan dan pemulihan pascabencana banjir yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Namun demikian, berdasarkan keterangan Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Subulussalam, dana tersebut hingga pertengahan Januari 2026 masih tersimpan di Bank Aceh dan belum dilakukan penarikan oleh enam SKPK pengelola, yakni Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Syariat Islam, BPBD, dan Dinas PUPR.

Di sisi lain, pernyataan dari Kepala Dinas Syariat Islam Kota Subulussalam menyebutkan bahwa pengadaan barang dan bantuan telah dilaksanakan dan disalurkan kepada masjid dan dayah, sementara penarikan anggaran masih menunggu terbitnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) hutang. Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan informasi yang berpotensi menimbulkan kebingungan publik.

Ketua Umum HIMAPPKOS-SU, Sabar Kombih, menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana darurat bencana merupakan kewajiban mutlak pemerintah daerah.

“Dana darurat bencana adalah dana kemanusiaan yang harus digunakan secara cepat, tepat, dan transparan. Perbedaan pernyataan antarinstansi harus segera diluruskan agar tidak menimbulkan kecurigaan publik serta menjaga kepercayaan masyarakat,” tegas Sabar Kombih.

HIMAPPKOS-SU juga mengingatkan bahwa dana bantuan bencana tidak boleh dialihkan dari tujuan utamanya, sebagaimana telah ditegaskan oleh DPRK Kota Subulussalam, yakni untuk pemulihan wilayah dan masyarakat yang benar-benar terdampak bencana.

Oleh karena itu, HIMAPPKOS-SU mendesak Pemerintah Kota Subulussalam untuk:

Menyampaikan penjelasan terbuka dan menyeluruh kepada publik terkait status pengelolaan dan penarikan dana darurat bencana.

Menjamin tidak adanya penyimpangan dalam penggunaan dana bantuan.

Mempercepat proses administrasi agar bantuan benar-benar dirasakan oleh masyarakat terdampak.

 

HIMAPPKOS-SU menyatakan akan terus mengawal persoalan ini sebagai bentuk tanggung jawab moral mahasiswa, pemuda, dan pelajar dalam menjaga kepentingan masyarakat serta prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

 

HIMPUNAN MAHASISWA, PEMUDA, DAN PELAJAR

KOTA SUBULUSSALAM – SUMATERA UTARA

(HIMAPPKOS-SU)

 

Ketua Umum

Sabar Kombih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hasil Investigasi Awak Media Penyebab Dari Banyaknya Ikan Mati di Sungai Desa Liberia Diduga Kuat Karena Limbah Cair Dari Kilang Ubi.

21 Januari 2026 - 05:57 WIB

Putusan MK Tegas, Bahwa Wartawan Tak Dapat Langsung Dituntut Pidana Karena Kerja Jurnalistiknya.

20 Januari 2026 - 13:29 WIB

Masyarakat Desa Liberia Dihebohkan Dengan Banyaknya Ikan Pada Mati di Sungai, Diduga Akibat Limbah.

20 Januari 2026 - 12:06 WIB

Muliono Kades Sei Rejo Diduga Berbohong Ketika Ditanya Mengenai Perkembangan Masalah Penutupan Saluran Aliran Irigasi.

19 Januari 2026 - 16:21 WIB

PEMBAHASAN TERKAIT INTERPELASI YANG DIAJUKAN FRAKSI GOLKAR DAN HANURA TERHADAP WALIKOTA SUBULUSALAM

18 Januari 2026 - 12:51 WIB

Trending di Uncategorized