Menu

Mode Gelap
Larang Ambil Dokumentasi Ketika Meliput Mediasi Antara Warga Dusun 6 Dengan Pengusaha Ternak Ayam di Kantor Desa Bogak Besar, Oknum Kadus Diduga Halangi Tugas Pers. Bungkamnya Inspektorat dan Kadis PMD Sergai Terkait Dugaan Nepotisme BUMDes Mangga Dua Jadi Sorotan, Ada Apa?. Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Karo Gelar Kembali Sidang Lanjutkan Pembuktian Perkara Dugaan Tindak Pidana Kehutanan JAKSA DAN POLISI DI SUMATERA UTARA PERKUAT SINERGI PENEGAKAN HUKUM YANG SEMAKIN PROFESIONAL, OBYEKTIF DAN TANPA PRAKTIK TRANSAKSIONAL Camat Perbaungan Bungkam Ketika Dikonfirmasi Terkait Perangkat Desa Sei Nagalawan yang Diduga Berikan Keterangan Palsu. PW IPA Sumut Apresiasi Langkah Terobosan Gubernur Bobby Nasution Bangun Nias dan Sipiongot

News

Subulussalam di Tengah Tekanan Fiskal dan Harapan Ekonomi Rakyat

badge-check


					Subulussalam di Tengah Tekanan Fiskal dan Harapan Ekonomi Rakyat Perbesar

 

Subulussalam,Aceh– MediaIndonesia Pemerintah Kota Subulussalam saat ini tengah berupaya menekan angka defisit anggaran daerah di tengah kondisi keuangan yang masih terbatas. Berdasarkan data per September 2025, posisi defisit APBK mencapai sekitar Rp54 miliar, meski sebelumnya pemerintah telah menyelesaikan sebagian beban utang lama yang mencapai Rp235 miliar, dengan Rp59 miliar di antaranya berhasil dilunasi.

 

Kondisi keuangan ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkot dalam menjaga keseimbangan antara kewajiban belanja rutin dan kebutuhan pembangunan daerah. Sementara itu, struktur ekonomi Kota Subulussalam masih sangat bergantung pada 3 kelompok utama: pertanian pekebun kelapa sawit, pedagang kecil, dan aparatur sipil negara (ASN).

 

Sektor pertanian mampu menyumbang 23,91% dari total PDRB Kota Subulussalam atau sekitar Rp 553 Milyar rupiah.

Sebagian besar warga menggantungkan hidup dari perkebunan kelapa sawit, yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi fluktuasi harga tandan buah segar (TBS) dan meningkatnya biaya produksi. Hal ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat dan menurunnya aktivitas perdagangan di pasar-pasar lokal.

 

Di sisi lain, pedagang kecil dan pelaku UMKM turut merasakan perlambatan perputaran uang. Hanya kelompok ASN yang relatif stabil dalam menjaga daya konsumsi, namun sektor ini tidak cukup kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara luas.

 

Pengamat ekonomi daerah menilai, langkah Pemkot menekan defisit memang penting, namun tidak boleh mengorbankan program-program produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan investasi di sektor pertanian rakyat, UMKM, serta pengembangan potensi wisata menjadi kunci pemulihan ekonomi berbasis rakyat.

 

Subulussalam memiliki banyak potensi, mulai dari sumber daya alam yang luas, air terjun dan wisata religi makam Syekh Hamzah Fansuri, hingga keberagaman budaya dan kuliner yang bisa dikembangkan sebagai sumber pendapatan daerah baru.

 

Dengan tata kelola anggaran yang lebih transparan dan berpihak pada sektor produktif, defisit dapat diubah menjadi momentum perbaikan, bukan sekadar beban fiskal. Masyarakat berharap pemerintah dapat mengarahkan kebijakan APBK 2025 untuk lebih menyentuh kepentingan ekonomi rakyat secara langsung.

||IP

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PW IPA Sumut Apresiasi Langkah Terobosan Gubernur Bobby Nasution Bangun Nias dan Sipiongot

27 Juli 2026 - 15:19 WIB

Warga Miskin di Desa Lidah Tanah Punya KKS Tersisih Tidak Dapat Bansos Jadi Sorotan.

17 Juni 2026 - 13:48 WIB

Pemukiman Warga Desa Bogak Besar Diserbu Ribuan Lalat, Guna Cari Solusi, Warga Desak Adakan Mediasi Antara Pengusaha Ternak Ayam dan Pemerintah.

11 Juni 2026 - 15:03 WIB

SMK Tarbiyah Islamiyah di Deli Serdang Kebakaran

11 Juni 2026 - 06:07 WIB

Akibat Mati Lampu, Pasangan Suami Istri Tewas setelah Nekat Tidur di Dalam Mobil

5 Juni 2026 - 11:35 WIB

Trending di Headline