Sergai – Media Indonesia – Sekjen Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) TRIGA NUSANTARA INDONESIA (TriNusa) Maulana Hutabarat angkat bicara dengan menyoroti bobroknya kinerja PTPN IV regional 1, Kebun Tanah Raja, dari berdasarkan banyaknya pemberitaan – pemberitaan yang ada, baik di Media online maupun di Media cetak, hal tersebut disampaikan Maulana kepada awak Media melalui saluran telepon selulernya, pada hari Kamis (08/01/2026).
Maulana menyampaikan bahwa saya secara pribadi tentu sangat terkejut dengan pemberitaan – pemberitaan yang ada tentang Kebun Tanah Raja, tapi pemberitaannya banyak yang negatif dalam artian berarti Kebun Tanah Raja itu bobrok atau tidak profesional dalam menjalankan kinerjanya, seperti pemberitaan mengenai, karyawan yang tidak menggunakan APD dengan lengkap ketika bekerja, karyawan yang bekerja terus tanpa ada libur meskipun hari libur, ada anak yang masih dibawah umur ikut bekerja, mengenai tekhnis kutip kompo, berondolan yang tidak dikutip, pelepah sawit yang gondrong, Bendera merah putih yang terpasang di kantor Kebun Tanah Raja tapi terlihat kusam dan robek, dan lain-lain.
Tentu itu semuanya kan merupakan dari bentuk wajah Kebun Tanah Raja yang terlihat sangat buruk dalam kinerjanya, tentu ini sangat disayangkan karena Kebun Tanah Raja adalah merupakan perusahaan PTPN milik BUMN yang notabene adalah milik pemerintah, tentu kinerja Kebun Tanah Raja selalu akan diawasi dan diaudit secara berkala guna untuk memastikan kinerja Kebun Tanah Raja ini berjalan dengan semestinya dan tidak menyalahi SOP yang telah ditetapkan oleh Management perusahaan.
Tapi yang sungguh sangat anehnya, dengan begitu sudah banyaknya pemberitaan tersebut, tapi belum terlihat juga perubahan yang signifikan atau bahkan nyaris tak berubah hingga saat ini sesuai dengan pemberitaan yang saya peroleh, tentu ini kan menjadi tanda tanya besar, berarti diduga tim audit sebagai pengawasan tidak berjalan dengan semestinya, karena diduga membiarkan kesalahan tersebut tanpa ada menindaklanjuti temuan tersebut.
Maka disini kita ataupun publik bisa menduga atau berasumsi, dengan menduga adanya dugaan kalau pihak Kebun Tanah Raja diduga ada main mata dengan tim audit guna untuk menutupi kesalahan tersebut, sehingga kesalahan – kesalahan tersebut akan berulang terus dan sudah menjadi budaya.
Maka disini melalui pemberitaan ini saya sangat berharap agar pemerintah atau pemangku kebijakan dalam hal ini mentri BUMN, melalui Management PTPN Holding yang diteruskan oleh PTPN IV regional 1, agar mengambil tindakan secara tegas terhadap karyawannya baik karyawan pelaksana hingga Karyawan pimpinan (Karpim) dan yang terkait, jika terbukti melakukan kesalahan tersebut, agar Kebun Tanah Raja akan menjadi lebih baik lagi kedepannya, ” Harap Maulana.”
( Syahrial ).










